Pentingnya Bermain bagi Anak

ipeh

Anak-anak suka bermain, mereka tampak tak pernah bosan bermain, ada saja ide yang mereka dapatkan untuk bermain. Tapi sayangnya, sering orang dewasa menganggap bermain itu sama dengan membuang-buang waktu. Sepertinya lebih penting untuk membekali si kecil dengan berbagai hal yang akan berguna menghadapi persaingan yang makin ketat di dunia ini. Yuk kita sama-sama tonton video di bawah ini.

Bagaimana urban mama? Terasa familier dengan jadwal anak-anak kita? Sibuk sekolah, masih ditambah berbagai macam les, serta mengerjakan PR dan belajar untuk mempersiapkan hari sekolah berikutnya. Kadang saat mereka baru santai sedikit untuk bermain-main sebentar, kita sudah berteriak atau menganggap mereka hanya membuang-buang waktu saja. Padahal kalau dipikir-pikir, kapan lagi mereka bermain kalau tidak sekarang?

Sebagai orang dewasa kita sering lupa bagaimana asyiknya saat kita bermain-main di masa kecil dulu. Kita pasti sudah lupa bagaimana dunia ini dari sudut pandang seorang anak. Semua pasti terlihat besar di mata seorang anak, semua bisa dipanjat, bisa dijadikan sarana bermain yang asyik. Anak-anak juga sering melihat dan memperhatikan hal-hal yang kerap luput dari pandangan kita, tapi sudahkah kita memberikan cukup waktu pada mereka untuk melakukannya? Atau lebih sering berteriak meminta agar mereka berjalan lebih cepat, berpakaian lebih cepat, dan melakukan segala sesuatunya lebih cepat sehingga mereka kesal? Bukankah kita sering terkejut mendengar pertanyaan-pertanyaan mereka, celoteh mereka dan pendapat mereka tentang berbagai hal?

Bermain adalah salah satu hal penting dari kehidupan seorang anak. Menurut psikolog Roslina Verauli, anak berusia 2-6 tahun membutuhkan waktu bermain minimal 5 jam, bermain aktif seperti bermain di luar rumah maupun bermain pasif, di dalam rumah. Bermain harus seru (fun), tidak banyak aturan (less structure), dan dipilih sendiri oleh anak. Cara mereka bermain dan mengeksplorasi dunia dengan caranya sendiri akan menjadi dasar kesuksesan mereka di masa depan. Takut mereka jadi kotor saat bermain, justru kalau belum kotor itu kurang seru, benar kan?

Rinso Kids Today Project ingin mengajak para Ibu di seluruh dunia untuk memahami pentingnya bermain bagi anak melalui sudut pandang anak-anak. Rinso percaya bahwa anak-anak perlu merasa bebas untuk bermain dan mengeksplorasi dunia karena pengalaman adalah guru terbaik, sedangkan noda adalah bukti dari pengalaman tersebut. Untuk mendukung hal tersebut, Rinso meluncurkan kampanye Rinso Kids Today Project dengan keempat film pendeknya yang memberikan perspektif baru tentang perkembangan anak.

Rinso ingin mengajak para blogger untuk turut serta menunjukkan pentingnya bermain bagi perkembangan Anak. Peserta diminta untuk mengungkapkan pendapatnya mengenai film-film Kids Today Project tersebut ke dalam sebuah tulisan. Silakan lihat caranya di sini.

Yuk kita sama-sama ikutan!

7 Comments

  1. sLesTa
    shinta lestari April 21, 2014 at 10:40 am

    Makasih artikelnya peh!! Iya kadang suka lupa karena ngerasa ini waktu ga cukup deh. Mulai berasa gitu dengan Naia yang bentar lagi mau SD, di antara sekolah dan segala les2nya kadang lupa dia butuh waktu untuk main. Tapi emang kadang, kalo udah main suka lupa hal-hal lain, jadi bener2 mesti diperhatiin banget.

  2. hananafajar
    hanana fajar April 21, 2014 at 10:42 am

    wahhh ipeh.. bagus bangettt niiih infonyaaa.. apalagi buat mamak2 baru yang kadang masih bingung cari permainan apalagi buat anaknya hehe.. tfi yaa ipeh:)

  3. enjimagetsari
    Enji Magetsari April 21, 2014 at 10:49 am

    Waaa, sampe berkaca2 nontonnya, berat bgt ya jd anak jaman sekarang..mudah2an saya bisa selalu bimbing and selalu bikin maha happy dg masa kecilnya..tfs mama ipeh :)

  4. ZataLigouw
    Zata Ligouw April 21, 2014 at 11:44 am

    Makasih artikelnya ipehh. Kembali mengingatkan kita akan pentingnya bermain bagi anak, huhuhuu.., pengen anak2 buru2 pulang sekolah untuk dipelukin satu-satu..

  5. cindy
    cindy vania April 21, 2014 at 6:46 pm

    Iya yaa,main emang penting banget buat anak2. Ini dirumah malah pada kebanyakan main deh daripada belajarnya,ngga apa2 kali ya kalau belum sekolah?
    Cuma kadang gue masih suka pilih2 mainannya,misal kalau pada mau main yang bakal bikin kotor,soalnya suka pusing liat baju dan celana yang susah dicuci,hihi

  6. eka
    Eka Wulandari Gobel April 23, 2014 at 10:55 am

    setuju banget deh. ini juga jadi salah satu alasan masukin enzo ke sekolahnya yg skrg, krn memang konsepnya bermain. jadi agak repot di urusan cuci2 ya, tapi ngga apa-apa deh, makin besar nanti cucian makin berkurang hehehe
    tfs, ipeh!

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.