Sahabat Baru Kami: Dokter Anak

Indy Natalia

Setelah melahirkan dan menjadi Ibu, saya kini mulai bersahabat baik dengan segala hal yang berhubungan dengan dunia anak, termasuk Dokter Spesialis Anak.

DSA adalah penampung aspirasi panik saya yang pertama saat Tara sakit, entah demam atau flu. Ya, namanya juga Ibu baru, mohon maklum kalau pertanyaannya banyak sekali. Kalau diingat-ingat lagi, kepanikan saya yang pertama muncul setelah beberapa hari Tara dibawa pulang. Banyak yang bilang Tara mengalami breastmilk jaundince, yang akhirnya kami akhiri kepanikan saat itu dengan kunjungan suster untuk memeriksa keadaan Tara.

Lalu bagaimana dengan hari-hari selanjutnya?

Beruntung saya termasuk Ibu yang tidak terlalu repot saat menemukan DSA yang “klik” di hati. Simpel kok, saya tanya pada suster di ruang pemeriksaan anak, siapa DSA paling favorit di RS tempat saya melahirkan, dan apa alasannya. Ternyata, setelah ketemu dengan DSA-nya, Alhamdulilah sampai saat ini saya belum pernah berniat untuk pindah karena alasan apa pun.¬†Saya yakin, Mama pasti punya alasan sendiri untuk tetap setia dengan DSA si kecil saat ini, kan?

Sahabat (baru) kami

Berikut ini adalah beberapa alasan saya dalam memilih Dokter Anak, sahabat baru kami:

1. Pro RUM (Rational Use of Medicine)
Saya dan suami telak menetapkan bahwa sebaiknya, DSA yang menangani Tara adalah mereka yang Pro RUM, yang akan memberikan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Kalau dokternya menyarankan home treatment sebagai terapi penyembuhan? Itu bonus!

2. Informatif dan Komunikatif
Pernah dong, mengakhiri kunjungan ke DSA dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab? Nah, saya dan suami tidak ingin mengalami hal yang sama. Sebisa mungkin, segala informasi yang kami butuhkan tentang perkembangan anak akan kami tanyakan dan tunggu jawabannya. Tidak hanya itu, DSA yang komunikatif menurut saya adalah mereka yang juga memberikan waktu untuk kita bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahui.

3. Tidak panik dan buru-buru
Pernah nih, karena terlalu asyik mengobrol, kami menghabiskan hampir 25 menit kunjungan dan keluar ruang pemeriksaan dengan tatapan tajam dari para orangtua yang mengantre. Tapi bagi kami – orangtua yang cepat panik saat anaknya sakit – berkonsultasi dengan Dokter Anak yang tidak cepat panik adalah hal yang melegakan, yang membuat kami merasa sudah berada di tangan ahli yang tepat tanpa perlu merasa cemas berlebihan.

4. Mudah dihubungi
Punya akun twitter, facebook atau social media lain adalah hal-hal pendukung yang sifatnya tambahan. Buat saya, selama DSA bisa dan mudah dihubungi melalui telepon, SMS, atau BBM saat kondisi genting, adalah hal penting. Saya bersyukur karena tetap bisa diskusi segala hal tentang Tara dengan sahabat saya ini. Mulai dari tumbuh kembang, kondisi saat ia jatuh, pasca imunisasi, atau menu MPASI yang sesuai dengan usianya.

5. Respons baik
Pernahkah Mama merasa si kecil nyaman saat berinteraksi dengan sang dokter? Ini adalah hal-hal detail yang belakangan mulai saya perhatikan. Termasuk respons Pak Dokter juga, asal keduanya memberikan respons baik saat bertemu dan berinteraksi, saya dan suami jadi merasa lebih yakin bahwa kami tidak perlu repot-repot lagi mencari DSA yang “klik”.

Yes, he’s our (new) bestfriend:)

14 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel February 6, 2013 at 1:36 am

    setuju deh indy, kita memang seharusnya menjadi mitra diskusi dgn para dokter.

    setuju juga dgn quote ttg smart patients/parents yg ini:
    kritis – bukan cerewet, pintar – bukan keminter, berdiskusi – bukan menggurui, compliance – bukan pasrah, mengutamakan keselamatan diri/anak – bukan semata-mata hanya untuk kepuasan diri.

    semoga kita & si kecil sehat2 ya :)

  2. ninit
    ninit yunita February 6, 2013 at 6:30 am

    waaa senangnya punya sahabat baru :)
    setuju banget! sama dokter kita harus sering berdiskusi, ngga terima aja.
    seneng yaa kl udah dpt sahabat yg klik :)

    sehat2 yaaa Tara & mama Indy. :)

  3. Indy Natalia
    Indy Natalia February 6, 2013 at 10:25 am

    @Mba Eka: Setuju banget mba;) Buat anak nggak boleh coba – coba ;D
    @Mba Ninit: iyees:) Semoga banyak yang akhirnya terinspirasi, yaa.. Thank you Mba Ninit..

  4. mom elang
    Barqi Elang Moms February 6, 2013 at 1:11 pm

    Mbak nama dokternya siapa..? N di daerah mana? Mau dunks bwt referensi

  5. Indy Natalia
    Indy Natalia February 6, 2013 at 1:44 pm

    Hai Mom Elang, dsa saya namanya dr Rastra, di Hermina Depok:))

  6. uminyakiera
    Era February 7, 2013 at 11:18 am

    Hai Indy, dokter anaknya Tara sama kayak dokter anaknya Kiera dan Rania nih :).

  7. Indy Natalia
    Indy Natalia February 7, 2013 at 11:54 am

    hai Mba Era;)) wow.. 2 anak nggak pindah2 dsa yaa..cocok kayaknya hehe

  8. February 10, 2013 at 11:03 am

    memang bersyukur banget ya mom kalau anak pertama langsung dapet dokter anak yg klik di hati. Malah kalau Josh ada keluhan seringnya sang dokter bilang, “ngga apa2, ASI kan?”. Ternyata memang mommynya aja yang banyak kuatir. Waktu Josh sakit dan ke dokter lain malah langsung dikasih obat macem2. Langsung bikin janji sama DSAnya Josh yang lagi2 dibilang, “ngga apa2, ASI aja banyakin”. Kembali lega deh… :)

  9. Indy Natalia
    Indy Natalia February 11, 2013 at 10:50 am

    @Mom Patricia: Bener banget,,,apalagi kalo kita panik ya, pinginnya ada hal – hal “mellegakan” yang kita dengar sebagai solusi, hihi biar nggak parno. Salam buat Josh yaa;)

  10. iva
    iva rahayu February 12, 2013 at 9:59 am

    iya nihh…seneng banget klo dapet DSA yang bisa ngeklik di hati. nanya apa aja dijawab dgn sabar. klo anak sakit, sblum dbw k RS, konsultasi dulu lewat telp ato sms. setelah cerita gejala sprti apa,selalu dgn tenangnya kasitau untuk keep d rumah dulu smp bbrpa jam/hari (untuk yg ga darurat) untuk liat prkmbangan. dikasitau batasan kpn harus dibawa k rs. resep pun untuk yg batpil/panas, biasa dikasi lewat sms. selalu dgn catatan “kalau terpaksa”.resep awal, pasti home treatment yg tanpa obat oral.dan emang bener @Mom Patricia, ASI selalu di home treatment urutan no 1.
    even Vitamin atau suplemen pun, dia tidak pernah anjurkan. “ga, Kakak gpp kok.. tidak ada tanda2 kekurangan vitamin.Kita sebagai Ibu memang harus extra sabar dan kreatif yah, spy Kakak mau lbh bnyak maem.Jangan khawatir, anak ga gemuk itu, wajar. sehat ga harus gemuk yah…”
    Jadi keterusan deh, si Adek juga pake DSA yg sama… so happy punya sahabat baru yang menenangkan.. ;-)

  11. Indy Natalia
    Indy Natalia February 13, 2013 at 10:11 am

    Hai Mba Iva, waaa…banyak yang sama ya dsa nya.. yang penting ada saat dibutuhkan ya Mba, salam buat anak anak ya;)

  12. kikimariki
    kiki rizqi February 14, 2013 at 2:10 pm

    WaaaHhh,,DSA nya sama kayak raynar,,dr.Rastra yaa,, baru pindah ke depok 3bln yg lalu. Bingung nyari DSA untung ada TUM,nyari deh di forum. Kayaknya dr.Rastra yg recommended yaa,,cobalah kita imunisasi. Ehhh,,asyik bgT orangnya,,persis kayak yg mama Tara bilang,,

  13. Indy Natalia
    Indy Natalia February 15, 2013 at 10:41 am

    hai Mba Kiki, hihihi yang rumahnya di daerah depok kayaknya aman selalu karena ada pilihan dr satu ini ya;) salam buat si kecil ya,,

  14. MommyOmar
    MommyOmar May 28, 2014 at 11:35 am

    Hai all, adakah info dsa yang recommended di RS Bunda Menteng ?
    Tks :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.