Sistem Ganjil Genap

novayantie herdina

“Bunda hari ini tanggal ganjil atau genap ya?”

Pertanyaan ini sering kali muncul ketika saya baru saja parkir sepulang menjemput anak-anak (8 dan 5 taun) dari sekolah. Saya biasanya akan menjawab seperti, “Hmmm, tanggal 9, artinya ganjil ya?” dan reaksi yang sering muncul adalah satu anak akan tertawa senang sambil berkata “Hore, asyik”, sementara satu anak lain bereaksi “Yah ganjil ya” sambil tepuk jidat atau cemberut.

Mungkin akan ada yang menebak saya sedang memperkenalkan anak-anak dengan bilangan genap ganjil, atau bahkan sedang tebak-tebakan matematika. Wah ternyata bukan, karena tanggal hari genap dan ganjil ini berkaitan dengan rutinitas kecil seperti mandi, mengaji, goodnight kiss, dst. Agak membingungkankah? Baiklah, mari kita cerita dari awal saja ya.

Mungkin urban mama pernah merasakan anak rebutan melakukan sesuatu atau bahkan rebutan tidak mau melakukan sesuatu. Nah, sistem ganjil genap ini adalah sistem yang kami gunakan untuk meminimalisasi rebutan tersebut–untuk siapa yang duluan melakukan apa. Sistem ini dimulai ketika mereka kerap kali rebutan tidak mau melakukan sesuatu, seperti saat sudah waktunya mandi dorong-dorongan: si Mbak kecil bilang “Abang duluan Bunda” atau Abang bilang “Mbak Kenny saja yang duluan Bunda”. Demikian juga ketika waktunya belajar Iqra (mengaji) kadang suka saling tunjuk siapa duluan, tetapi yang paling membuat  saya pusing adalah menjawab dengan pertanyaan “Bunda, kemarin yang tidur di tempat tidur atas siapa? Gantian dong!”  Ada kalanya saya ingat (kebanyakan lupanya sih) siapa yang kemarin tidur di atas, hasilnya akhirnya jam tidur melar hanya karena berdebat atau mengingat siapa kemarin yang sudah kebagian tidur di atas.

Saya pikir, kalau terus begini, wah bisa bisa habis energi dan juga waktu hanya untuk menjadi wasit rutinitas; maka kami harus mencari cara bagaimana meminimalisasi anak-anak saling tunjukdalam melakukan rutinitas. Setelah berdiskusi, akhirnya kami sepakat bahwa ketika tanggal ganjil maka si mbak kecil (karena ia lahir duluan, pertama–bilangan ganjil) akan mendapat giliran pertama untuk mandi, mengaji, sikat gigi sebelum tidur, boleh menetapkan tokoh dongeng sebelum tidur, duluan diberikan peluk dan cium sebelum tidur, boleh duluan main scooter 1 putaran sebelum Abang, dan juga boleh tidur di tempat tidur atas (tempat tidur mereka susun). Demikian juga sebaliknya jika tanggal genap, maka Abang sebagai anak kedua mendapatkan giliran duluan untuk rutinitas rutinitas yang sudah kita tetapkan bersama.

Sistem ini, untuk saya pribadi banyak membawa nilai positif.

Pertama, rutinitas remeh temeh saya rasakan lebih smooth. Walau kadang memakai acara tepuk jidat atau manyun, atau keluar kata-kata “Yahhh aku duluan mandi ya hari ini”, tetapi tidak ada acara saling tunjuk berkepanjangan.

Kedua, anak-anak belajar untuk konsekuen dengan kesepakatan yang mereka pilih. Walaupun tidak suka harus mandi duluan ya tetap harus dilaksanakan karena sudah   disepakati bersama.

Ketiga, dalam hal mainan yang harus bergantian, si Mbak kecil tidak harus selalu mengalah dengan Abang hanya karena si Mbak lebih besar; sebaliknya Abang juga tidak selalu mendapat giliran di awal hanya karena ia lebih kecil.

Keempat,  anak-anak belajar bernegosiasi dan saya belajar menjadi wasit pengingat. Hal ini terjadi jika di antara mereka ada yang mau menukar giliran, maka hal tersebut saya serahkan kepada mereka berdua, saya hanya menjadi wasit. Terkadang lucu sekali jika melihat salah satu berusaha melobi untuk “melakukan” atau “tidak melakukan duluan” suatu rutinitas tertentu.

Kelima, semoga bisa menjadi salah satu sweet childhood memory. Saya terkadang suka membayangkan bahwa hal ini akan jadi salah satu ingatan lucu yang bisa saya ceritakan ketika mereka dewasa.

Saya tidak bisa mengatakan bahwa sistem ini akan berhasil di setiap keluarga, atau  bahkan mungkin ada yang tampa sistem pun anak-anak sudah tidak pakai saling tunjuk lagi dalam melakukan sesuatu, well good for them. Tetapi, jika ada urban mama yang kebetulan mengalami kondisi yang saya alami, mungkin sistem ini bisa dicoba. Jika urban mama memiliki tiga buah hati atau lebih, sistem ganjil dan genap agak sulit diberlakukan. Tetapi, mungkin bisa diakali dari alfabet nama mereka, sistem warna lampu lalu lintas (hari ini warna siapa yang dapat giliran pertama, kedua, dan ketiga, dst) atau dari apa saja asal disepakati bersama. Saya yakin urban mama bisa menemukan sistem yang paling tepat untuk kondisi masing-masing, sehingga rutinitas kecil berjalan dengan lebih lancar. Selamat mencoba.

30 Comments

  1. ZataLigouw
    Zata Ligouw November 3, 2014 at 5:54 am

    Boleh juga idenya Nov :)

    anak2 saya juga kadang sering berseteru kecil ttg sesuatu, mungkin bisa dikasih sistem spt ini ya..

    makasih ya buat tipsnya..

  2. eka
    Eka Wulandari Gobel November 3, 2014 at 6:14 am

    Seruuu yaa! Ok banget teh, tipsnya! Mau cobain ah :) tfs ya, teteh

  3. hananafajar
    hanana fajar November 3, 2014 at 10:09 am

    wahh idenya mba Nov kreatif hihi..
    manfaatnya berasa ya mba..
    tfs :)

  4. die2
    Lidya November 3, 2014 at 1:18 pm

    Makasih masukannya, mba. Bermanfaat bgt buat saya yg jg pelupa ;D Walo anak kedua msh baby, tapi saya rasa bbrapa tahun bakal kepake ;)

  5. bunda_rizma
    bunda_rizma November 3, 2014 at 1:28 pm

    baca artikel ini jadi inget keponakan, yg ada aja alesan kl saatnya mau mandi.
    ternyata bnyk jg ya yg kyk gitu.
    baru tau ada tips kayak gini. Jitu jg ternyata ya.
    nice idea. makasih mama novi :)

  6. Kira Kara
    Bunda Wiwit November 3, 2014 at 3:10 pm

    waahh.. ok banget tipsnya untuk bunda pelupa seperti saya.. hahaha… thanks a lot for the great idea :D

  7. gabriella
    Gabriella Felicia November 3, 2014 at 3:20 pm

    Wah tips yang oke. Walaupun anak saya cuma satu, tapi memberi jadwal yang jelas itu sangat bermanfaat, dia jadi gak rewel dan menerima kalau gak bisa melakukan hal2 tertentu di luar jadwal.

  8. siska.knoch
    Siska Knoch November 3, 2014 at 9:35 pm

    Waktu baca judulnya kirain mau bahas sekolah bihihihi..
    tipsnya oke banget nih! tfs mama :))

  9. wikit
    wikit November 4, 2014 at 6:47 am

    wow… nice tips… bisa saya coba terapkan saat anak2 mulai besar

    TFS

  10. teta
    teta November 4, 2014 at 10:12 am

    Asli mau banget nyoba ini buat Yama dan Mosa hehe

  11. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:22 pm

    @ mbak Zata.. sami sami mbak, ia kayaknya krucils ni kalau ga rebutan atau ga tunjuk tunjukan ga rame kali ya hehehe

  12. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:22 pm

    @ eka… sami sami neng, mangga dicobain siapa tau berhasil ya :)

  13. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:27 pm

    @ mbak Hanana.. buat aku ia berasa mbak, seenggaknya begitu keluar jurus.. skarang tanggal segini berarti … mandi duluan , udah ga pada protes hihihi hemat tenaga

  14. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:28 pm

    @mbak Lidya.. hehehe sama banged soal pelupa itu mbak.. ia kantongin aja dulu jurusnya ntar kalau udah mulai pada tunjuk tunjukan dikeluarin ya :)

  15. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:28 pm

    @ bunda Rizma.. hehehe ia ga sendirian kok, aku mengalami.. sami sami senang bisa berbagi :)

  16. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:29 pm

    @bunda wiwit.. sami sami mbak, ia ey aku juga pelupa kelas wahid kayaknya ni, makanya dibuat yg begini supaya hemat tenaga n fikiran hehehehe

  17. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:31 pm

    @mbak gabriella.. ia betul mbak, terkadang sebetulnya rutinitas itu jika dilakukan dengan cara yg baik n menyenangkan malah membawa rasa nyaman buat anak ya

  18. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:31 pm

    @ mbak Sisca.. hahahaha.. sami sami mbak, senang bisa berbagi :)

  19. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:32 pm

    @mbak Wikit… sami sami mbak, semoga bermanfaat ya :)

  20. novayantie herdina
    novayantie herdina November 4, 2014 at 5:33 pm

    @ mbak Teta.. hahahaha selamat mencoba ya mbak, good luck :)

  21. rainiw
    Aini Hanafiah November 5, 2014 at 5:51 pm

    wah bagus mba tipsnya utk menengahi anak2 dlm jalanin rutinitas. tfs ya :)

  22. enjimagetsari
    Enji Magetsari November 6, 2014 at 9:35 am

    Whoa! tfs Mom Nova, jitu dan keren sekali tips-nya :p
    salam buat mbak dan abang yaa :)

  23. novayantie herdina
    novayantie herdina November 6, 2014 at 5:00 pm

    @ Mbak Aini… alhamdulillah, mkasi ya mbak.. semoga bermanfaat :)

  24. novayantie herdina
    novayantie herdina November 6, 2014 at 5:01 pm

    @enji… sami sami.. tengkiyu yaaaaa!!

  25. dhita_ayu
    dhita_ayu November 7, 2014 at 10:39 am

    Waah ide bagus itu!
    Bisa diterapkan ke anak2 nanti kl udah pada besar. Mau share ah ke sepupu yg anaknya suka ribut gini nih..
    Tfs Mba Nova..

  26. novayantie herdina
    novayantie herdina November 7, 2014 at 4:34 pm

    @ mbak Dhita.. sami sami mbak, semoga bermanfaat ya :)

  27. cindy
    cindy vania November 7, 2014 at 11:28 pm

    great tips!
    nanti mau dipikir dulu deh yang cocok buat 3 krucils dirumah gimana. soalnya sekarang masih heboh “aku mau mandi pertama,aku makan pertama yaa” tapi ngga ada yang mau beresin mainan pertama *tepok jidat*. hihi..
    thanks ya mbak novayantie untuk artikelnya :)

  28. novayantie herdina
    novayantie herdina November 8, 2014 at 1:17 am

    mbak @cindy vania.. hahaha samaaa di sini juga gitu sebelum dimulai yg si ganjil genap itu, akhirnya ya setelah ketok palu sepakat dah hehehe selamat mencoba dan semoga menemukan yg paling pas ya mbak cindy..

  29. tetehasti
    tetehasti November 10, 2014 at 9:15 pm

    ah, keren banget tipsnya..
    gak pernah kepikiran sebelumnya untuk bikin ide begini..
    sempet kepikiran untuk putiya 1 anak aja krn liat ponakan yg tiap hari berantem sama siblingsnya

  30. novayantie herdina
    novayantie herdina November 12, 2014 at 2:43 am

    @ tetehasti.. mkasi, semoga bermanfaat ya hehe anak anak kayaknya kalau ga ribut sama siblingnya ga afdol ya tapi mgkn bisa diminimalisasi hehehe selamat mencoba yaaaa :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.