Three Magic Words

blu3bee

image credit: gettyimages.com

Saya ingin anak saya tumbuh menjadi anak yang mempunyai karakter/manner yang baik. Menurut saya pencapaian akademis atau prestasi-prestasi adalah nomor dua. Jika anak saya mempunyai karakter dan manner yang baik, saya percaya hal-hal yang lain akan mengikuti.

Banyak sekali buku parenting yang beredar yang bisa membantu kita untuk mendidik anak. Tiap buku mempunyai teori yang berbeda-beda. Sampai saya pusing sendiri membacanya, karena terkadang teori-teori tersebut bertolak belakang antara satu buku dengan yang lain. Namun kemarin saat berbincang dengan teman saya, saya kembali diingatkan bahwa sebelum pusing akan banyak teori parenting, ada hal yang mendasar yang harus kita ajarkan kepada anak kita yaitu pentingnya “three magic words”.

Three magic words yang saya maksud di sini adalah:

1. Thank You/Terima kasih

Dalam kehidupan sehari-hari pasti setiap orang mau tidak mau menerima bantuan dari orang lain, baik hal-hal yang kecil atau besar.

Untuk setiap bantuan yang anak saya terima, saya dan suami mengajarinya untuk berterima kasih, dimulai dari hal kecil seperti diberi balon oleh pelayan restoran, atau saat pengasuhnya pamit untuk istirahat di malam hari atau diberi hadiah oleh oma opanya.

Saya dan suami mendorongnya untuk be generous in saying thank you. Kami mengajarkan bahwa tidak ada ruginya mengucapkan terima kasih, tetapi yang pasti akan membuat orang yang memberikan bantuan kepada kita merasa dihargai.

2. Please/Tolong

Pernah tidak para mama memperhatikan bahwa ada dua orang yang meminta hal yang sama tetapi yang satu diberi dan yang satu ditolak? Saya rasa salah satu alasan mengapa yang satu diberi adalah karena ia memintanya dengan sopan, tentunya dengan menyelipkan kata “please”. Penilaian orang terhadap kita pasti tidak luput dari subjektivitas, yang tentunya akan memilih orang yang mempunyai manner yang baik, tutur kata yang sopan dibanding orang yang kurang ajar atau kasar.

3. Sorry/Maaf

Semua manusia pasti tidak akan luput dari kesalahan. Saat anak saya membuat kesalahan, saya dan suami mencoba mengajarinya untuk mengakui bahwa mereka telah bersalah dengan cara meminta maaf. Tentunya kami sendiri juga tidak gengsi untuk meminta maaf kepadanya jika kami sendiri bersalah.

Saya dan suami sadar bahwa anak-anak adalah peniru ulung. Mengajarkan hal ini harus dimulai dari kami. Kalau kami sebagai orangtua tidak mengatakan three magic words, tentunya akan sangat sulit untuk anak saya mengerti akan pentingnya three magic words tersebut.

Para mama tentunya juga sedikit banyak pasti mengajarkan three magic words ini dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini mungkin terasa sepele, tapi besar pengaruhnya.

4 Comments

  1. Mama Kinarian
    Mama Kinarian December 9, 2013 at 12:15 am

    Setuju sekali, 3 kata yang sederhana tetapi sangat penting dan dalam maknanya. Saya kenal beberapa orang yg jarang sekali mengucapkan kata-kata tersebut. Kadang kesal juga menghadapinya. Mudah-mudahan anak saya nanti bisa jadi anak yang tdk pelit mengucapkan 3 kata tersebut. Nice article :)

  2. hananafajar
    hanana fajar December 10, 2013 at 10:56 am

    setuju mom:)
    Semiga nanti bisa menanamkan 3 hal ini kepada anak saya:)

  3. ditaONNI
    Anindita Maharani December 10, 2013 at 4:11 pm

    Well said mom :)
    Aisha (3th) saat ini sudah otomatis bilang tolong saat meminta bantuan, terimakasih saat diberi apapun, tapi masih suka agak gengsi untuk meminta maaf.
    Hihihii.. Jangankan anak kecil ya, yg dewasa aja suka sulit minta maaf. Semoga proses belajar magic word yg (tinggal) satu ini lancar bagi kami :)

  4. iqa Umi-nya bintang
    iqa Umi-nya bintang December 11, 2013 at 12:09 pm

    Setujuuu…
    Walaupun sederhana, tapi sangat berarti.
    Bintang (16 bln), sebelumnya cuma bisa teriak saat dia susah melakukan sesuatu (misal ambil mainan diatas meja), trus saya coba ajarin dia untuk memakai kata TOLONG kalo dia merasa kesusahan. Alhamdulillah, sekarang dia selalu memakai kata2 itu. “Umi…oloong…” kata dia. Hehe…

    Dia juga sudah bisa mengucapkan “aciih” (terimakasih) kalo diberi sesuatu. Sekarang tinggal kata maaf yang dia belum bisa diajarkan, karena terkadang dia belum tau kalo dia berbuat salah.

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.