#TUMNgopiCantik: How to Raise Independent Kid

Acara #TUMNgopiCantik selalu membahas topik-topik seru mengenai tumbuh-kembang anak. Bekerja sama dengan Nestle Breakfast Cereal, kali ini The Urban Mama mengadakan acara tentang How to Raise Independent Kid dan ini  adalah topik diskusi yang paling dinanti oleh saya dan suami. Bersama narasumber seorang Penulis Novel Bestseller dan Urban Papa, Adhitya Mulya, kami diberikan banyak sekali inspirasi bagaimana cara mendidik anak untuk menjadi mandiri. Selain itu kami juga mendapatkan berbagai tips sarapan sehat dari Ibu Sari Sunda Bulan, seorang nutrisionis dari Nestle.

Berikut adalah cara mendidik anak jadi mandiri menurut Adhitya Mulya, ada tiga hal penting untuk menumbuhkan kemandirian pada anak, yaitu:

1. Contoh (Role Model)

Anak pandai meniru apa yang dilakukan orang-orang yang rutin berada di lingkungannya. Sebelum mengharapkan anak menjadi mandiri, harus ada contoh nyata dari orangtuanya. Menjalani peran orangtua secara sadar bahwa ada anak yang memperhatikan sikap dan perilaku kita dalam keseharian.

Harus diingat, orangtua jangan menjadi agen solusi bagi anak. Beri waktu agar anak bisa belajar melalui proses demi proses sehingga akhirnya menjadi mandiri. Biasanya, orangtua yang tidak sabar dan ingin serbacepat menjadi satu hal yang menghambat kemandirian anak. Sebuah riset menyatakan bahwa otak membutuhkan tujuh kali repetisi untuk menjadi ingatan dan kebiasaan. Yuk biasakan anak untuk melihat contoh kemandirian dari kita sehari-hari.

2. Disiplin

Disiplin dimulai dari rutinitas sejak anak usia dini. Mulai dari tidur, makan, mandi, belajar, dan waktu bermain bersama orangtua. Sebelum menerapkan kedisiplinan, orangtua perlu meminta anak bicara untuk menentukan kesepakatan bersama. Aturan-aturan di rumah harus disepakati bersama antara anggota keluarga. Ada kalanya, seperti saat orangtua sedang sibuk, disiplin menjadi tantangan berat dan terjadi pelanggaran. Apa harus diberi hukuman? Sebaiknya tidak, ceritakan sebab dan akibat dari setiap pelanggaran yang dilakukan. Dengan melakukan disiplin dalam rutinitas sehari-hari, sangat dipastikan anak mampu mandiri. Ingatlah selalu bahwa anak mandiri adalah anak yang disiplin.

3. Fasilitas

Perlu disediakan lingkungan yang mendukung anak untuk melakukan eksplorasi dan eksperimen. Orangtua yang menyediakan fasilitas untuk menumbuhkan kemandirian bagi anak-anak di rumah biasanya akan membantu anak melakukan praktik dasar keterampilan hidup (practical of basic life skill). Sediakan semua keperluan anak untuk menjadi mandiri.

Jadikan rumah kita adalah tempat yang ramah dan mendukung anak tumbuh mandiri. Anak yang senang bermain air biasanya sangat mudah untuk diminta membantu mencuci peralatan makan seukuran anak, mengepel lantai dengan alat pembersih lantai yang seukuran tinggi badan anak, wastafel yang disediakan pijakan kaki seukuran tinggi anak untuk memudahkan anak mencuci tangannya sendiri. Bagi anak yang senang meniru kegiatan rutin orangtua sehari-hari bisa dimulai dengan mengambil alat makan yang posisinya mudah dijangkau anak, menata meja makan sesuai selera anak, mematikan sakelar lampu kamar tidurnya yang juga tersedia pijakan kaki (step stool) yang aman dan dapat dipindah-pindah oleh anak sesuai keperluannya untuk memudahkan anak mematikan dan menyalakan lampu.

Setelah sesi bersama Kang Adhit, kami mendapatkan tambahan pengetahuan berkaitan dengan pentingnya sarapan dari Nestle yang dibawakan oleh Ibu Sari Sunda Bulan, seorang nutrisionis. Menurut Ibu Sari, rutinitas sarapan bisa menjadi salah satu contoh penerapan disiplin pada anak-anak. Jadi, sebelum keluar rumah suami dan anak-anak harus sarapan terlebih dahulu. Lagi pula, sarapan sehat dengan menu yang tepat bisa meningkatkan konsentrasi dalam belajar dan bekerja. Yang dimaksud dengan sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan setelah bangun tidur sampai sekitar pukul sembilan pagi. Ibu Sari juga memberikan berbagai tips agar kita bisa lebih mudah dan rutin menyiapkan sarapan. Selain itu juga ada ide-ide menu sarapan yang sehat. 

Nah, urban mama, ingin anak kita mandiri, ingatlah singkatan kata CFD (Contoh, Fasilitas, Disiplin) untuk meningkatkan keterampilan anak yang kelak dapat menumbuhkan kemandirian. Tentu semua orangtua mendambakan anak yang mandiri bukan? Yuk Urban Mama dan Papa, mulai praktikkan CFD.

3 Comments

  1. avatar
    Aini Hanafiah January 4, 2018 4:24 pm

    terima kasih utk sharing poin2nya ya, mama Lita :D jadi punya ilmu singkatan baru nih, Contoh-Fasilitas-Disiplin... noted!

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Honey Josep December 28, 2017 6:14 pm

    Seneng deh ikutan #TUMNgopiCantik ini, diingetin lagi kalau anak itu meniru orangtuanya makanya ortu harus jadi contoh dan disiplin penting banget sambil difasilitasi.

    Tfs mama Lita :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    dieta hadi December 15, 2017 10:18 am

    setuju, orangtua memang contoh yang paling nyata yang dilihat oleh anak. Bagaimanapun kita harus bisa jadi contoh yg baik jika ingin anak juga baik. TFS sharingnya mama lita

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.