What to Do with Your Premature Baby

mommyaira

Setiap pasangan yang menikah umumnya punya keinginan untuk punya anak dan yang jelas mereka pasti ingin anaknya lahir dengan sehat, cukup bulan, dan tidak kurang suatu apa pun. Tapi terkadang Tuhan berkehendak lain. Beberapa pasangan, termasuk saya dan suami (Agung), dititipkan si buah hati lebih cepat dari perkiraan lahirnya, alias prematur.

Mempunyai anak prematur itu rasanya seperti naik roller coaster. Setiap detik segala sesuatu, baik atau buruk bisa terjadi, berapa pun usia kelahiran prematurnya.

Kata beberapa orang, “Kalau lahirnya 7 bulan sih kuat, kalau 8 bulan baru sering bermasalah soalnya katanya secara fisik kandungan kita jadi lebih muda lagi…” Sementara Aira lahir sebelum kandungan saya genap 7 bulan. So? kalau gini gimana dong?).

Ada lagi yang bilang, “Kalau bayi perempuan itu lebih kuat daripada laki-laki.” But don’t care what people say. Perasaan kami tetap campur aduk mengingat kalahiran prematur itu pasti berisiko, terutama untuk baby.

Ada beberapa tips dari saya yang mungkin berguna untuk urban Mama yang memiliki bayi prematur atau bagi yang menantikan kelahiran bayi-nya jika prematur sudah tahu apa yang dilakukan. Setiap bumil kondisinya berbeda-beda. Ada yang yang tidak bermasalah dan ada yang cepat capek seperti saya yang malah harus bed rest. Begitu juga dengan kondisi kandungan. Ada yang udah jumpalitan ke sana kemari baik-baik saja dan ada yang sensitif sehingga jika melakukan sesuatu yang ringan saja mungkin sudah bisa membuat kontraksi atau malah flek. Tapi satu hal yang pasti, tubuh kita sedang bekerja lebih berat selama kurang lebih 9 bulan.

Tip #1
Selama hamil, pantau kondisi diri. Tidak memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan rumah kalau merasa tidak sanggup. Ini berlaku terutama di trimester 1 dan 3 karena di trimester 2 biasanya kondisi kita lebih fit. Delegasikan pada orang lain.

Tip #2
Jangan sepelekan kontraksi yang tidak kunjung hilang setelah 30 menit sampai 1 jam. Telepon RS, jelaskan usia kandungan dan apa yang dialami, segerake RS kalau kontraksi tidak  juga reda. Masalah nanti disuruh pulang lagi atau bed rest itu masalah nanti, tapi yang jelas kita harus waspada.

Tip #3
Kalo ternyata ada pembukaan padahal bayi belum cukup bulan, biasanya pihak RS akan memberi kita infus dan beberapa suntikan untuk menahan kelahiran. Nah, pas momen ini… jangan lengah, minta suster untuk tetap memantau pembukaan kita. Jika dalam waktu 30 menit kontraksi tidak berkurang, minta suster, bidan, atau dokter untuk memantau terus (periksa dalam atau tindakan apa pun untuk memastikan apa yang terjadi). Pengalaman saya ternyata penahan ini tidak mempan dan tiba-tiba saya sudah pembukaan 6 aja, pembukaan 9, pembukaan lengkap, lahir deh Aira. Total waktu dari kontraksi awal sampai melahirkan hanya butuh waktu 6 jam.

Tip #4
Kalau akhirnya baby memang harus lahir prematur, biasanya dia akan dibawa ke NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Nah, jauh-jauh hari mungkin bisa dipikirkan untuk milih RS yang mempunyai fasilitas ini… just in case. Dulu karena RS tempat saya melahirkan tidak punya NICU, terpaksa selama 3 hari pertama saya dan Aira pisah rawat. Dan setelah saya boleh pulang, saya menyusul untuk menginap di hotel deket RS tempat Aira dirawat agar bisa dijenguk tiap hari dan saya bisa memberikan ASIP.

Tip #5
Touch and love your baby. Meskipun dia ada di inkubator, tetap minta izin pada suster yang jaga untuk bisa nyentuh baby meski sebentar. Believe it or not… sentuhan kita adalah penguat tersendiri buat dia. Ajak dia ngobrol dan baca doa. Kadang ada RS yang strict, gak boleh memegang baby dengan alasan nanti takut terkontaminasi kuman dan lain-lain. Pastikan sebelum menyentuh baby untuk mencuci tangan sebersih-bersihnya dengan alkohol dan memakai baju khusus. Kecuali jika baby memang terlalu lemah, kita justru diwajibkan untuk menyentuhnya dan memberi semangat hidup.

Tip #6
Persiapkan segala sesuatu di rumah ketika dokter sudah mengizinkan si kecil untuk pulang. Kalau dia masih perlu penghangat, kita bisa siapkan inkubator mini buat dia. Alat ini memang berbentuk dan berfungsi sebagai inkubator tapi dengan prinsip yang sederhana, kotak kaca yang dibawahnya ada 6 buah bohlam yang bisa kita atur suhunya sesuai kebutuhan baby. Selain itu kita juga bisa memakai metoda kanguru atau memakai botol-botol kaca yang diisi air panas dan diletakkan di sekeliling bayi.

Tip #7
Berikan bayi prematur kita ASIX. Bayi prematur itu kekurangan glukosa untuk membentuk lemak tubuh, nah pada ASI bayi prematur, ASInya rasanya manis. Dengan kandungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan baby prematur. Kalau ASI nya kering atau mungkin tidak banyak, berikan sufor khusus bayi prematur. Jangan sembarangan beli sufor karena kebutuhan gizi bayi prematur berbeda dengan bayi fullterm.

Tip #8
Sesegera mungkin, periksakan kondisi fisiknya, terutama mata dan telinganya. Bayi prematur berisiko tinggi terkena ROP (Retinopathy of Prematurity). Ada beberapa RS yang bekerja sama dengan JEC atau AINI dalam hal pemeriksaan mata ini. Mereka bersedia membawa alat mereka yang namanya RetCam untuk memeriksa baby tanpa harus dikeluarkan dari inkubator. Pemeriksaan mata ini bisa dilakukan setelah baby berusia 4 minggu ke atas. Kalau RS nya gk ada kerja sama sama JEC atau AINI, kita bisa periksakan dia setelah dinilai BB nya cukup dan kondisinya aman untuk dibawa keluar rumah. Kalau ROP nya masih stadium 1-3 biasanya bisa hilang sendiri atau dilakukan tindakan laser, tapi kalau udah stadium 4-5 biasanya sudah susah. ROP ini bisa mengakibatkan mata juling dan yang paling parah, kebutaan. Biayanya memang cukup mahal, sekitar 1,2 juta sekali periksa

Untuk telinga juga sesegera mungkin diperiksakan. Organ-organ pendengaran yang belum sempurna pada bayi prematur bisa mengakibatkan ketulian permanen kalau tidak segera ditangani. Biasanya akan ada tes OAE (Oto Acoustic Emission), BERA, atau Audiogram untuk mendeteksi kemampuan mendengarnya. Kalau memang dia pada akhirnya harus pakai alat bantu dengar, itu lebih baik karena akan banyak membantu kemampuan komunikasinya di kemudian hari. Untuk tes pendengaran ini biayanya tidak terlalu mahal, sekitar 60-100 ribu. Sayangnya, tidak semua DSA mempunyai inisiatif menyarankan serangkaian pemeriksaan ini. Jadi kalau bisa kita yang aktif minta atau cari informasi sendiri.

Tip #9
Give him/her lots of love. Kasih sayang kita akan membuat dia lebih kuat. Biasanya BB nya pun akan cepat naik. Secara psikologis dia jadi merasa nyaman dan bahagia. Sentuh, peluk, dan cium dia sesering dan sebisa mungkin. Dia tahu dia akan aman dan baik-baik saja karena ada orang-orang yang begitu sayang padanya.

Tip #10
Jangan samakan kondisinya dengan baby fullterm dan ingat kalau dia prematur. Hitung kemampuannya berdasarkan kapan dia seharusnya lahir. Misalnya, Aira lahir kurang 2 bulan dari yang seharusnya. Secara hitungan usianya udah 10 bulan tapi secara fisik, kemampuannya setara dengan baby usia 8 bulan. Terus kasih dia rangsangan sebanyak mungkin, asal jangan bertubi-tubi. Tetap ajak bicara, latih refleknya, lama-lama perkembangannya akan mendekati bayi normal.

Tips ini saya tulis untuk berbagi pengalaman. Ketika nanti kita melihat baby prematur kita sudah banyak kemajuan, rasanya luar biasa bahagia.

36 Comments

  1. Liz
    Liz July 5, 2010 at 4:17 am

    Sama… Celia jg pr√©matur 33 week+2 hari. Alhamdulillah tumbuh sehat, aktif dan cerewet :-)

  2. Liz
    Liz July 5, 2010 at 4:20 am

    Mau tambah, dulu tiap hari kita tiap skin to skin (bener ga tuh istilahnya), baby celia tidur di dada kita tiap kunjungan ke nicu. Malah dianjurkan sama RS

  3. gabriella
    Gabriella Felicia July 5, 2010 at 5:00 am

    Happy 1st birthday for Aira! Pas hari ini… Artikel ini pasti membantu banget para orangtua yang punya bayi prematur. Nice article, Kiki!

  4. ninit
    ninit yunita July 5, 2010 at 6:04 am

    Tipsnya bermanfaat banget. Karena 2 kali melahirkan, baby-nya full term, baca artikel ini jd menambah pengetahuan treatment utk baby yg prematur. Kiss kiss buat aira :).

  5. Medy
    medy July 5, 2010 at 6:25 am

    trims tipsnya ya..jd tau treatment buat bayi prematur. Tdnya blank bgt,ga tau sama sekali. Kiss for Aira..

  6. IntanDian
    Dian Sarwono July 5, 2010 at 7:11 am

    Selamat ulang tahun Aira! Trimakasih artikelnya Jarvi, sangat informatif!

  7. amnah atisah
    amnah atisah July 5, 2010 at 7:34 am

    TFS mom..titip pertanyaan dari temenku.anaknya juga lahir prematur, di usia 7 bulan. dia bingung kapan seharusnya anaknya mulai MPASI, pas usia 6 bulan atau 8 bulan,karena seperti yang mbak jarvi bilang bahwa kemampuan bayi prematur beda dengan hitungan usianya secara fisik..

    btw selamat ulang tahun aira sayang..sehat terus yah nak..
    mmuah..mmuah…

  8. SunShine
    Fitria Adriadi July 5, 2010 at 8:07 am

    TFS, Jarvi…artikelnya sangat berguna, jadi membuka wawasan ttg persiapan2 utk bayi prematur. dulu gw sama sekali gak aware ttg persiapan bayi prematur, alhamdulillah anak gw lahir full term. sekarang lagi menunggu kelahiran adiknya, at least i have the basic knowledge.. :)

    happy birthday untuk Aira yaa..! best wishes..

  9. Mirza Resita
    July 5, 2010 at 9:45 am

    Memang pengalaman adalah guru yang terbaik. TFS. Teriring doa untuk Aira di hari ultahnya. Tetap semangat, Nak.

  10. July 5, 2010 at 9:47 am

    Thanks for the tips, sangat bermanfaat utk yg membutuhkan info ttg bayi premature.
    happy bday jg utk Aira sayang, hugs n kisses :)

  11. dieta hadi
    agwina dieta July 5, 2010 at 10:16 am

    Sama kayak Mika, Mika lahir di 31W 4D, huhu, ini terjadi karena diriku darah tinggi sampai aku tak bisa ngelihat. Tapi Alhamdulillah Mika lahir sehat dan tanpa harus di inkubator, bisa pulang bareng sama aku.

    tapi memang luar biasa pengalaman punya anak prematur, suka dukanya banyak banget dan melihat Mika sekarang, saya puas karena mika tumbuh kembang seperti anak yang lahir normal. Tuhan memang baik sama kita.

  12. July 5, 2010 at 10:38 am

    wah, aira ulang tahun hari ini ya? kebetulan banget! happy 1st birthday, little girl!

    mama jarvi, thanks banget! tipsnya bagus banget dan informatif. lagian, kan mana tau bakal dapet premie baby apa engga. bener bgt ttg NICU itu. duh, kangennya kalo ampe ga ketemu 3 hari gitu…

  13. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 5, 2010 at 10:43 am

    Hwaaaa dimuat juga akhirnya…senang bisa share…

    @Liz, iya itu namanya metoda kanguru…jd kalo yg mungkin gk mau pake inkubator ato sejenisnya bisa pake cara ini. Aku sendiri gk menerapkan metoda ini untuk Aira, krn dia keluar inkubator untuk minum susu aja harus kejar2an dengan waktu…cepet bgt jadi biru dan ngos2an..jd jujur, lebih ke ketakutan aku daripada gk percaya sama metoda ini hehehe…kapan ya Aira ma Celia bisa ketemu :P, kiss2 juag buat Celia…

    @gabriella, tengkyu mbk ellaaaa….iya nih, giliran Aira bday, papanya malah sakit hikssss…tp gpp, gk mengurangi kebahagiaan kami sekeluarga… :)

    @ninit,medy, dian, tengkyu bgt ya moms…kiss2 juga buat temen2nya Aira ni…:)

    @Amnah, kalo aku waktu itu pas usia lahir 6 bulan…dimulai dengan kasih air tajin encer untuk liat kesiapan dia dulu, sampe seminggu masih kasih air tajin yang kemudian makin kental, baru lanjut lagi dengan bubur tepung Gasol encer, alhamdulilah Aira gk ada kendala dan malah termasuk anak yang doyan makan hehe. Kembali lagi, liat kesiapan si anak…kalo memang ketika usia lahir 6 bulan belum siap, mundurin aja jadi di 7 ato 8 bulan, tergantung usia kandungan ketika dia lahir. Untuk lebih amannya tetap konsultasikan ke DSA nya..semoga bisa membantu ya sist :)

    @Sunshine, thx bgt ya sist…waahhh, selamat juga dwooonk buat calon babynya…semoga lancar n sehat semua mom n babynya yaaaa…

    @iinsyahrir,putri, thx bgt sist….wish all the best 4 u n ur fam too

    @agwina, senangnya diriku pas dirimu bikin thread ttg pre-eklamp&premature sist….kita2 jadi bisa sharing, n ternyata banyak yg senasib hehehe…

  14. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 5, 2010 at 10:47 am

    @thalia, iya ….ma’acih tante thaliaaaa…ini jadi hadiah ultah juga buat Aira…dapet banyak kiss dari tante2 di TUM hehehe…kiss2 juga buat Aina

  15. sLesTa
    shinta lestari July 5, 2010 at 11:32 am

    wah aira juga pas ultah hari ini? selamat yaa.. happy birthday! semoga aira tumbuh jadi anak yang sehat, cantik dan selalu jadi kebanggan mama & papanya.

    tips yang sangat berguna, jarvi! mudah2an akan membantu para orang tua yang baru saja melahirkan bayi prematur. good article, and thanks for sharing!!

  16. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 5, 2010 at 12:00 pm

    @Shinta, tengkyu bgt mbk…amiinnn buat doa indahnya…senang bisa share, semoga berguna buat yang lain…

  17. July 5, 2010 at 12:49 pm

    Nice tips, jarvi :)
    Happy birthday ya buat aira :)

  18. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 5, 2010 at 2:20 pm

    @Chrisye, tengkyu tante Chrisye… :)

  19. Mirza Resita
    July 5, 2010 at 2:23 pm

    Waaaah,hebat Mama Jarvi..salut..Thanks for sharing ya Mama..Happy 1st Birthday Kaka Aira..big hugs..

  20. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 5, 2010 at 2:59 pm

    @Nur, thank youuuuu….GBU n ur fa sist!

  21. Mirza Resita
    July 5, 2010 at 5:50 pm

    Halo mbak, salam kenal
    Sama, anak pertamaku juga premature 34 mgg. Emang bener, asi cepet banget naikin BB.
    Jadi inget dulu bolakbalik ke rs nganterin asip.. :D

  22. Mirza Resita
    July 6, 2010 at 11:06 am

    tfs y

    jd inget taon 2008,almarhum keponakanku lahir prematur 7bln dikandungan lahir 900gr cm bs bertahan 3hr krena kakaku kena preeklamansi mungkin tuhan punya rencana yg lebihbaik. dan hal diatas sepertinya tidak dilakukan. infonya bagus bgt…thx y…

    n hepi besdey bt aira y

  23. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 6, 2010 at 11:22 am

    @Ceicalia, halo Cei…seru ya acara perah2 n mondar-mandir itu hehehe…kalo aku tugas mondar-mandirnya bagian suami :P

    @Ayu, feel sorry sist…yup, percaya aja Tuhan punya rencana yg lebih indah buat Kakakmu…titip salam semangat yaaa! Thank you buat ucapannya….:)

  24. Mirza Resita
    July 6, 2010 at 1:56 pm

    happy 1st b-day, Aira! memang sedih ya kalo anak lahir prematur. aya jg lahir prematur wkt kandungan jln 8 bln krn sy kena pre eklampsia dan plasentanya pengapuran dini. hati rasanya deg2an trs. kadang kalau aya sdg sakit, rasanya dunia sdh hancur, krn jujur sy gak expect apapun wkt itu, hanya ingin menyayangi aya sampai kapanpun. jd kalo dia sakit, sy cuma bs nangis sambil trs nenenin. pas di RSIA pun, hrsnya sdh boleh plg (sy SC) tetep maksa tinggal di RSIA biar bs mompa sambil ngeliatin aya dr kejauhan krn aya di inkubator. huhuhu. ahh jd inget masa2 sedih. kalo liat aya skr, rasanya gak percaya sdh berhasil dilewatin. HUGGSSS buat Aira~~ u’re not alone

  25. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 6, 2010 at 2:29 pm

    @Nuning, betuulllll…begitulah rasanya…jangankan sakit sist, Aira susunya gk abis aja bisa bikin aku berderai air mata….waaah, ternyata di sini banyaknya yg kasus pre-eklamp yaaaa….kalo aku, ya udah…pengen lahir aja gitu kayanya dia…hehehe…hugss juga buat babymu ya sist…

  26. Mirza Resita
    July 6, 2010 at 7:01 pm

    Hi Jarvi,
    saya dulu juga bayi prematur, saya lahir 7 bulan. Dari cerita ibu dulu, merawat saya tuh harus hati2 banget..sudah hati2 saja masih sering sakit hehehe. Tapi kata ibu sejak masuk usia 7 tahun saya sudah jarang sakit. Dari pengalaman ‘sulitnya’ ibu merawat saya waktu kecil, jadilah ibu saya salah satu the best theacher Saya.Dari beliaulah saya banyak belajar. Segala sesuatu pasti ada hikmahnya. Semangat yah Jarvi :)

  27. eka
    Eka Wulandari Gobel July 6, 2010 at 11:24 pm

    happy bday aira! semoga selalu sehat dan sayang sama mama kiki dan papa agung yaa..
    kiss & hugs buat aira!

    saya melahirkan anak pertama dan anak kedua secara normal, itu aja udah bikin deg2an dan bikin terharu kalo inget2 kejadiannya.

    makasih tipsnya ya kiki, berguna & informatif banget.

  28. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 7, 2010 at 9:16 am

    @Indriani, waaah senangnya ada mantan bayi prematur mampir di artikelkuuuu hehehehe….kapan2 semoga bisa kenalan juga sama Aira yaaa :)

    @Sri, thank youuuu…..emang ya, yang namanya melahirkan tuh bener2 segalanya jadi taruhan….masing2 punya “kejadian” nya sendiri2 hehehe…hug2 for ur babies!

  29. Mirza Resita
    July 9, 2010 at 6:10 pm

    Aira,barokalloh ya,selamat hari lahir,smoga sehat terus ya..
    Mb,aku salut sm mbjarvi. Memang perjuangan ibu tu luar biasa ya.. G kebyang mbak bolak balik ke RS, ngasi ASI, pasti dh ga dirasa bekas lahiran nya ya.. :) Anakku lahir 8bln 3mggu.SC. Skrg dh 8bln.Alhmdlh.. Kalau boleh tau Aira BB lahr brapa mb?

  30. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 12, 2010 at 8:21 am

    @Bunda, Alhamdulillah, amiinnn…terima kasih buat doanya…bekas lahiran ma tetep berasa…cuma udah kalah deh sama semua rasa kalo udah ngeliat dia tiap waktu besuk dan inget untuk terus merah ASI. Dulu BBL nya Aira 1,6kg…pas pulang jadi 1,2kg (siklus alami turun BB bayi kalo udah lahir kan, cuma kalo lahirnya 1,6 turun 100gr aja sebenernya udah bikin mau nangis…lha ini mpe 400gr), jgn tertipu sama foto itu, aslinya bener2 segede botol Aqua yg 600ml-an itu xixixi

  31. Mirza Resita
    July 16, 2010 at 7:12 pm

    Hi Jarvi…
    Jadi kepengen share juga.Saya baru melahirkan 11 Mei kemarin. Bayi saya juga premature, lahir di minggu ke 37 dengan bbl rendah hanya 1550 gr karna saya kena pre-eklampsia.
    Dulu sempat takut bawa pulang kerumah padahal dsa nya udah ijinin dibawa plg waktu beratnya 1650 gr. Awalnya gak berani tapi ternyata keputusan untuk berani membawa pulang justru membuat Adisti kecil cepat naik BB nya. Aku percaya karna kehangatan seorang ibu yang membuat bayi kecil kita cepat besar. Sekarang di usia 2 bln berat Adisti kecil sudah 4 kg :)
    Dan setuju banget ketika kita melihat bayi kecil kita sehat..rasanya luar biasa ^^

  32. Mirza Resita
    July 18, 2010 at 1:34 pm

    Hi…. berbagi jg nih…
    SAya and mom adisti sama melahirkan desember kmrn 34week krn preeklamsi jg and bb bayi 1600gr. Skr 6’5 bulan bbnya 6kg (timbangan 6 bulan), And betul bgt kl perawatan lsg seorang ibu membuat perkembangan anak premature lebih cepat. Duh jd ingat lg nih masa2 kunjungan ke NICu :(

  33. Mirza Resita
    July 19, 2010 at 9:13 am

    Wah, ibu2 luar biasa.. Anakku jg lahir 2,4kg, skrg 8bln juga msh 7kg :)
    Tetapi alhmdlh sehat terus. Walow gak gemuk tp gak papalah, alhmdlh msh ASIX dn sehat. Smga sehat terus ya. Amin.
    Mb jarvi, aira skarang dah brapa kg? Tapi sehat kan? :)
    Aku seneng baca kisah perjuangan ibu2, pas lg melahrkan dan ngurus anak. Kbtulan aku dinas d RS, jd sejak pnya anak, aku slalu gak tega kalo ada pasien bayi atau anak, jd ingat anak d rumah :(
    yah, saling doakan ya bu, dn saling menguatkan, smg anak2 qt sehat, ceria, dan bahagia. Amin.. :)

  34. mommyaira
    jarvi kurnia lestari July 19, 2010 at 10:03 am

    @lovelylina, lovely-eve….first of all, knp nickname kalian bisa samaan beginiii??? :P

    iya to? kalo liat ada perkembangan mereka sedikiittt aja…kayanya hati udah berbunga2…emang gk boleh patah semangat deh….

    @bunda adya, hwaaa bun kalo aira BB nya masih 7,2kg…padahal sekarang udah setahun…hmmmm nambahin info aja deh di sini….

    kmrn kebetulan aku bawa Aira ke DSA nya…mau konsultasi aja..knp sampe umur setahun dia blm bisa duduk sendiri, masih suka ngences, BB nya susah naik, kalo diberdiriin refleknya jinjit, dan kalo tengkurep telapak tangannya cenderung mengsol ke arah dalam atau luar…bukannya lurus ke arah depan…di cek darah normal semua, akhirnya dia sarankan untuk ke klinik tumbuh kembang…ke sanalah kami. Setelah konsultasi sama fisioterpis nya…beliau mendeteksi ada kelaianan tulang dan mungkin sedikit kelainan otak…dari situ beliau meminta kami untuk berkunjung ke 3 dokter…syaraf anak, gastro, dan gizi. Memang baru hari Senin mulai minggu depan kami akan mengunjungi 3 dokter tersebut, kenapa? Karena papanya aira harus dinas selama seminggu ini, dan ketika pemeriksaan berjalan kedua ortunya harus ikut untuk mendengarkan dan mencari info sebanyak mungkin ttg apa yg dibutuhkan si anak…apa yang terjadi, dan bagaimana penanganannya…barulah nanti kalau semua hasil pemeriksaan sudah keluar, si fisioterapis bisa menentukan penanganan yang tepat buat Aira. Saran saya adalah…periksakan si anak selengkap mungkin,dari mata, telinga, tulang, pencernaan, otak…semuanya… jujur…untuk yang kasus ini kami sedikit terlambat menyadari…tapi ternyata semua bentuk kelainan tersebut–kata si fisioterapis–bila segera ditangani bisa diobati…. Banyak anak prematur yang bisa tumbuh dengan normal tanpa ada kelainan apa pun selama masa perkembangannya…tapi banyak juga yang masih banyak kekurangan sehingga agar perkembangannya bisa tetap berjalan “normal” dia harus dibantu semaksimal mungkin….nanti kalau Aira sudah selesai periksa2nya…aku update lagi deh….sapa tau berguna :)

  35. Mirza Resita
    July 30, 2010 at 6:27 pm

    Mbakyu,piye Aira, ada kbr apa? Aku corry mbak. Smga Aira baik ya..

  36. mommyaira
    jarvi kurnia lestari August 2, 2010 at 11:50 am

    @Bunda Adhya, Halo Corry and all moms…hmmm, aku share lagi ya…

    Beberapa hari lalu selama 3 hari berturut2 aku akhirnya bawa Aira ke RS Harapan Kita untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

    Sama Dokter Syaraf Anak, Aira diminta untuk melakukan CT Scan dan EEG (Electroencephalography). Huhu…sedih banget deh liat dia menjalani prosedur untuk CT Scan. Dia harus dipasangin alat infus untuk suntik obat kontrasnya…terus harus dikasih obat tidur juga biar gak berontak. Alhamdulillah hasil CT Scan nya normal. Nah, yang belum berhasil adalah EEG nya. Kenapa? Karena pertama, EEG harus dilakukan dalam keadaan tidur alami (gk boleh dikasih obat tidur ato dihipnotis)..sayangnya si Aira ini termasuk anak yang mudah bangun kalo lagi tidur, jadi begitu ditaro di tempat tidur RS dia langsung bangun. Kedua, gk boleh dilakukan di stroler, harus pake bantal, dan gk boleh digendong. Gk boleh di stroler karena material stroler ini yang sedikit banyak mengandung baja bisa memengaruhi hasil EEG nya. Gk boleh digendong juga karena ketika si pasien di EEG dia gk boleh disentuh. Ketiga, harus dilakukan dalam keadaan sehat, gk boleh pilek, batuk , ato demam…nah si Aira sekarang lagi batuk pilek…so harus ditunda sampe dia sehat.

    Sama Dokter Gastro, dia didiagnosis punya jonjot2 usus yang pendek sehingga penyerapan makanannya tidak sempurna. Terus dia juga di tes mantoux, ternyata hasilnya positif bahwa paru2 Aira ada fleknya. Terjawablah sudah kenapa BB nya dia gk naik2. Kami tidak tahu bagaimana paru2 Aira bisa flek, tapi kami mengambil kesimpulan bahwa mungkin saja prematuritasnya membuat paru2nya menjadi lebih rentan terhadap infeksi seringan apa pun. Dulu kalau dia pilek ringan saya terkadang gk langsung bawa dia ke dokter dan biasanya sembuh sendiri. Sekarang, sepertinya untuk Aira tidak bisa begitu. Pelajaran besar untuk kami adalah ketika dia pilek misalnya, sebaiknya segera bawa dia ke dokter dan tuntaskan pengobatannya sampai sembuh benar. Dokternya pun bilang bahwa flek yang dialami Aira masih termasuk fase yang sangat awal sehingga masih jauh lebih mudah untuk ditangani dan diobati.

    Sama Dokter Gizi, beliau menyarankan untuk sedikit menambah porsi makannya dan mengganti sufor Aira ke jenis sufor yang kandungannya sudah dalam bentuk yang jauh lebih mudah diserap agar pencernaannya yang sudah bermasalah ini tidak bekerja lebih berat. Beliau juga menyarankan Aira untuk tidak diberi makanan yang tinggi serat,seperti havermut, dengan pertimbangan yang sama. Kami sudah coba saran tersebut beberapa hari ini, dan sepertinya Aira masih kaget dengan segala perubahan menu tsb karena pastinya dari segi rasa dan isi jadi lebih padat. Dalam 1 porsi makan Aira sekarang harus ada karbohidrat, sayur (yang tidak terlalu tinggi seratnya), protein nabati, dan protein hewani. Biasanya saya hanya beri dia karbohidrat, sayur, dan salah satu protein…untuk masalah makan ini saya tidak bisa menjalani dengan saklek (misalnya Aira harus habis makannya) karena dia pasti butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua perubahan dan obat2an yang dia terima untuk mendukung proses pencernaan dan mengobati paru2nya. Jadi kalau dia tidak habis makanan utamanya, biasanya saya selingi dengan camilan buah, biskuit bayi, ato camilan2 homemade yang mengandung susu.

    Kamudian, mulai minggu depan (atau kalau Aira sudah sembuh batuk pileknya) Aira akan menjalani fisioterapi untuk merangsang perkembangan motoriknya.

    Demikian kondisi terakhir Aira (udah kaya laporan di TV hehehe)…kalau ada moms yang mungkin membutuhkan nama2 dokter tersebut, dengan senang hati akan saya beritahu (saya gk tahu boleh ato gk nyebut nama dokter langsung di sini :))

    Mohon doanya buat Aira ya moms….

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.