Berhubung Fara sudah di PG, aku mau share sedikit.
Waktu kemarin cari pre-school buat Fara karena Fara anak tunggal jadi butuh sosialisasi dan gak main ke mall melulu.
Yang pasti sih pertimbangannya itu:
1. Sesuai budget.
Ini permintaan suami. Maklum pada saat itu single-earning family. Hehehe...
2. Lokasi dan jarak
Sebisa mungkin yang lokasinya dekat dengan rumah (aku gak punya mobil) dan dengan jarak tempuh kurang dari 30 menit perjalanan, baik macet maupun tidak macet.
3. Fasilitas
Gedung sih tidak harus baru asal terawat. Demikin juga dengan mainan dan area bermain baik indoor maupun outdoor. Pokoknya kita bisa lihat apakah pihak sekolah ngerawat fasilitas atau dibiarkan sampai hancur.
Kalau ada halaman berapa besar dan apakah aman, apakah orang dari luar sekolah bebas keluar masuk, apakah ada security/pengawas.
Kalo aku juga tekankan mereka harus punya perpus atau koleksi buku yang sesuai dengan usia anak. Maklum aku dan keluargaku kutu buku dan aku ingin Fara juga belajar membaca.
Kebersihan ruang kelas dan toilet juga aku pertimbangankan, misalnya. seberapa sering dibersihkan, apakah mendapat cukup cahaya matahari, apakah pakai AC 24/7 atau ada access untuk udara bersih?
4. Guru dan staff
Berapa jumah guru dan bagaimana interaksi guru/staff dengan anak-anak. Bagaimana mereka handle anak-anak yang lagi moody, tantrum, berantam, nangis dan sebagainya. Terus apakah gurunya main hp (ini pernah dialami oleh temanku yang sidak ke sebuah sekolah ternama dan dia melihat gurunya main hp saat kelas berlangsung).
5. Jumlah murid dan guru
Ada jumlah murid dan jumah guru per kelas yang ideal, yaitu 5 anak dibimbing oleh 1 guru. Ini supaya gurunya juga lebih bisa memperhatikan murid-muridnya dan tidak sampai keteteran.
6. Kelas dan aktivitas
Kegiatan anak-anaknya apa saja. Apakah ada pelajaran musik/bernyanyi, olah raga, crafts dan sebagainya. Kalau ada pentas, untuk apa dan bagaimana prosesnya. Kelasnya apakah hanya indoor atau ada kegiatan outdoor. Lalu apakah ada kegiatan outing dan seberapa sering.
7. Makanan dan minuman
Apakah sekolah menyediakan makanan/kantin atau kewajiban orang tua untuk membekali anak. Apa policy mereka tentang makanan dan minuman bergula dan MSG.
8. Hubungan orangtua dan pihak sekolah
Apakah orang tua punya suara di sekolah? Misalnya kalau kita ada pertanyaan atau usul mereka mau dengarkan dan pertimbangkan atau yang model orang tua gak boleh ikut campur sama sekali.
Dan yang paling penting, Fara merasa cocok dan senang sekolah di sana.
Hebatnya setelah ikutan school fairs dan scouting sekolah-sekolah, Fara malah milih sendiri sekolah yang lokasinya cuma 15 menit jalan kaki dari rumah, dekat jalur angkot yang biasa lewat di depan rumah. Dia suka sama guru-gurunya, teman-temannya dan sekolahnya. Hebatnya waktu baru masuk dia langsung dapat 1 best friend (yang sayangnya pindah sekolah tidak lama setelah Fara mendaftar) dan 1 musuh (yang sekarang jadi agak berteman).
FB: Savitri Siddharta Twitter: savitri posterous & WP: savitris tumblr: savitri