6 Hal yang Biasa Dialami Bayi Baru Lahir

Lahirnya buah hati menjadi awal baru kehidupan saya dan diperlukan kemauan untuk terus belajar sesuatu yang baru. Salah satunya bagaimana menghadapi gangguan yang dialami bayi baru lahir. Pengalaman pertama saat menjadi seorang mama cukup diliputi berbagai kecemasan tentang kesehatan anak. Tetapi ada beberapa hal yang ternyata wajar terjadi dan bukan merupakan sebuah penyakit serius. Saya akan membagikan pengalaman perihal apa saja yang dialami bayi tak lama setelah dilahirkan, setidaknya ada 6 hal yang harus dicermati:

1. Kuning (Jaundice)

Kuning pada bayi yang baru saja dilahirkan (jaundice) adalah timbulnya warna kuning pada kulit bayi. Tak hanya kulit, bagian mata yang seharusnya berwarna putih pun bisa tampak kekuningan. Hal ini disebabkan karena bayi yang baru lahir melepaskan pigmen empedu (bilirubin). Menurut alodokter.com, kadar bilirubin normal pada bayi yang baru lahir seharusnya di bawah 5 mg/dL. Hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi kuning tersebut adalah menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit setiap harinya. Namun, jika bayi mama memiliki kadar bilirubin di atas 10 mg/dL maka akan membutuhkan penanganan intensif di Rumah Sakit.

2. Belekan (kotoran mata)

Mama pasti agak khawatir saat melihat belekan (kotoran mata) pada si kecil. Kotoran mata ini biasanya berwarna kuning dan sedikit lengket sehingga terkadang menyebabkan bayi agak sulit membuka mata dan jika tidak segera dibersihkan maka akan mengering dan tampak mengganggu. Keluarnya kotoran mata tersebut disebabkan oleh saluran airmata bayi yang belum terbuka sepenuhnya. Belekan ini akan menghilang dalam beberapa minggu. Hal yang bisa mama lakukan untuk membersihkan mata si kecil adalah dengan mengusap kotoran mata tersebut dengan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat. Usap dari bagian sudut dalam mata ke bagian luar dan gunakan kapas yang berbeda jika ingin mengusap kembali area tersebut.

3. Penurunan Berat Badan

Saat lahir bayi membawa banyak cairan. Cairan ini akan keluar melalui urine sehingga berat badan bayi pun akan turun pada minggu pertama kelahirannya. Penurunan berat badan yang normal adalah sekitar 7% dan maksimal sebesar 10%. Berat badan bayi akan kembali ke semula pada minggu kedua hingga ketiga setelah dilahirkan. Akan tetapi, perlu menjadi perhatian orangtua apabila penurunan berat badan bayi lebih dari 10% pada minggu pertama kelahirannya, karena kemungkinan bayi mama mengalami dehidrasi.

4. Napas grok grok grok

Saat saya berkonsultasi dengan dokter Rudy Satrya, SpA di RS Ummi Bogor tentang napas bayi yang berbunyi grok grok grok, ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena sistem pernapasan bayi baru lahir belum sempurna. Saluran pernapasan bayi masih berukuran kecil dan akan membesar seiring bertambahnya usia. Jadi mama tidak perlu khawatir.

5. Cegukan

Cegukan pada bayi yang baru lahir merupakan hal yang normal. Hal ini terjadi karena adanya reaksi otot-otot diafragma yang menyebabkan diafragma mengencang secara tiba-tiba dan menutup pita suara sehingga menyebabkan cegukan. Cegukan ini akan menghilang dengan sendirinya, namun apabila durasi cegukan agak lama maka Mama dapat mengubah posisi menyusui. Terkadang posisi menyusui yang salah akan menyebabkan udara ikut masuk ke rongga mulut bayi dan menyebabkan cegukan. Mama juga bisa membantu meredakan cegukan dengan cara menggendong bayi dengan posisi seperti berdiri, dimana dagu bayi bertumpu bada pundak mama. Lalu tepuk lembut punggung bayi agar ia mudah bersendawa.

6. Bersin dan Hidung Tersumbat

Bayi yang baru lahir akan sering mengalami bersin dan hidung tersumbat. Hal ini wajar terjadi dan bukan merupakan penyakit serius. Jangan panik dengan terburu-buru memberinya obat, apalagi jika belum berkonsultasi dengan dokter anak. Seperti dikutip dari New Kids Center, bersin-bersin pada bayi baru lahir hingga beberapa kali dalam sehari masih dianggap wajar. Ini karena bersin menjadi mekanisme refleks yang digunakan untuk membersihkan partikel udara dan hambatan di saluran pernapasan. Dengan bersin, partikel debu atau kotoran yang ada di saluran pernapasan bisa keluar. Beberapa hal yang bisa mama lakukan untuk mengurangi bersin dan hidung tersumbat adalah dengan menggunakan humidifier di kamar anak, menyemprot hidung bayi dengan larutan NaCl dan menggunakan alat sedot lendir hidung yang berbentuk tube dan selang maupun jenis pipet.

Apakah Urban Mama juga pernah merasa cemas dengan hal-hal diatas seperti yang saya rasakan?

Related Tags : ,

5 Comments

  1. avatar
    Mimi Ananta August 9, 2018 9:17 am

    hallo bunda :) ada masalah dengan bayi yang baru belajar buang air besar. masih pakai popok biasa ayo ganti dengan popok clodi tidak tau popok clodi silahkan klik minikinizz.com

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    dieta hadi August 6, 2018 2:43 pm

    mengurus bayi baru lahir memang tidak gampang apalagi bayi prematur, penanganannya pun ekstra banget

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka August 9, 2018 9:13 am

      Iya klo bayi prematur lebih riskan kuning n sistem pernafasannya blom sempurna jadi mesti ekstra sabar

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania August 3, 2018 4:41 pm

    Aku paling khawatir waktu bayi kuning dan napas yang grok grok. Kayak kasian gitu dengerin bayi napasnya nggak lega.

    1. avatar
      Atika dian Pitaloka August 9, 2018 9:13 am

      Iya akupun gitu langsung dibawa ke dokter karena ga tega. Tapi ternyata kya gtu normal. Heu.

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.