Ayo Bermain dengan Alam!

Urban Mama pernah mendengar ada dokter yang memberikan resep hanya berisi kata “alam”? Aneh memang, tetapi resep ini ternyata benar-benar berkhasiat.

Sekarang banyak sekali anak-anak yang mengalami obesitas, asma, ADHD, dan depresi. Dalam buku Last Child in the Woods karya Richard Louv dijelaskan bahwa alam sangat memengaruhi perkembangan psikologi, kesehatan, dan kognitif anak.

Coba Urban Mama perhatikan, sehari-hari kita pasti lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan daripada di luar, kan? Bahkan ada anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi atau gadget. Padahal sudah banyak artikel atau pakar yang menjelaskan dampak negatif screen time tanpa batasan waktu pada anak-anak.

Kesadaran dan kepekaan anak akan pentingnya menjaga alam juga menjadi sangat minim. Jangankan anak-anak, kita saja sebagai orangtua juga pasti masih harus banyak belajar untuk lebih sayang alam, kan? Lalu bagaimana peran kita dalam memaksimalkan perkembangan anak sekaligus turut melindungi alam demi anak cucu kita ini? Sudah beberapa dekade ini, Dr. Mary Brown menyarankan agar anak-anak banyak bermain di luar dengan alam.

Ini menjadi tantangan bagi kami yang tinggal di apartemen, karena tidak bisa seenaknya menanam atau bermain di halaman rumah. Hal ini membuat saya lebih memperhatikan hubungan si kecil dengan alam.

Setiap hari, jika cuaca cerah dan sehat, kami turun untuk bermain di taman bawah. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari berlarian dan melompati daun-daun yang berguguran, memanjat pohon, bermain sepeda di taman, mengejar serangga, berburu dedaunan dan ranting, hingga membuat karya-karya unik atau meneliti hasil “buruan”-nya. Tidak jarang si kecil berlari telanjang kaki di rerumputan. Salah satu hal yang paling ia senangi sangatlah simpel: bermain tumpuk-tumpuk batu bersama temannya.

Berikut ini ada beberapa aktivitas yang biasa kami lakukan agar si kecil lebih mencintai alam sekitar:

Kolase

Dedaunan, ranting, dan bunga yang telah jatuh kami rangkai menghasilkan sebuah karya yang unik. Kita bisa juga memajang hasil karya tersebut di bingkai buatan sendiri dari kardus bekas dan plastik cling wrap.

Dekonstruksi

Melepas helaian daun atau bunga membuat si kecil lebih mengenal bentuknya. Bagaimana sih lekukannya, seperti apa bentuk daunnya, tangkainya, dan lain sebagainya. Kami lalu melaminasi helaian tersebut untuk dikumpulkan dan diamati di hari-hari berikutnya.

Redesigning

Kami memutuskan untuk membuat pohon mini menggunalan helaian daun kecil dan ranting pohon dengan sedikit homemade play dough yang kami buat beberapa lama lalu. Seru juga, ternyata!

Meneliti

Taruh daun menghadap sinar matahari atau gunakan senter untuk melihat detail  daun. Bisa juga menggunakan kaca pembesar untuk melihat lebih jeli lagi.

Eksperimen

Banyak sekali eksperimen yang bisa dilakukan. Karena anak saya masih kecil, jadi saya membuat eksperimen “mewarnai” bunga. Tinggal taruh bunganya di air berwarna lalu bunga akan berubah warna. Si kecil pun tertegun melihatnya. Jangankan si kecil, kami sekeluarga juga ikut asyik mengamati detail yang jadi terlihat jelas oleh mata.

Menanam

Tidak ada kata terlalu dini untuk mengenalkan anak terhadap istilah bertambah besar, kan? Kami melakukan percobaan biji kacang hijau dan kapas yang hampir selalu dilakukan murid sekolah. Intinya sih hanya mau memperlihatkan pertumbuhan tanaman.

Melukis

Melukis, stamping, mewarnai dengan tanaman juga dapat menjadi agenda yang menarik bagi anak lho. Menguas dengan batang pohon atau bunga, memberi warna pada daun besar, stamping menggunakan daun, dan masih banyak lagi aktivitas yang bisa dilakukan. Tidak ada batasnya!

Tekstur Sketching

Arsiran yang membentuk tekstur permukaan juga dapat dilakukan. Pada batang pohon, daun, dan hampir semua permukaan.

 

Kami juga tidak lupa membawa kaca pembesar untuk melihat semut-semut yang sedang berbaris atau lainnya.

Ada ide lain yang mau Urban Mama tambahkan? Semoga bisa berguna ya dan selamat mencoba!

Related Tags : ,,

8 Comments

  1. avatar
    kantie wilujeng October 2, 2017 12:41 pm

    Setelah baca cerita mba laura, langsung panen inspirasi nih buat nyusun kegiatan "back to nature" bersama Rumi. Terimakasih banyak, mbak

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    dieta hadi September 20, 2017 11:40 am

    Aktivitas di alam itu emang seru banget, banyak hal yang bisa di dapat. Kebetulan anak-anakku suka banget dengan alam apalagi main di alam, ga ada bosennya. Itu DIY nya juga kece banget deh.

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Alfika Dinar September 19, 2017 4:10 pm

    Seru banget mba laura! Jadi semangat nih buat mulai memperkenalkan alam ke anak dengan cara yang lebih kreatif. Selama ini paling cuma diajak jalan2 ke taman tanpa aktivitas yang detil hehehe. Terima kasih sudah menginspirasi ya mba :)

    1. avatar
      Laura Emerentia September 19, 2017 4:37 pm

      Sama2. Seneng bisa menginspirasi biar lebih banyak anak bisa lebih sayang dengan alam

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  4. avatar
    Cindy Vania September 19, 2017 9:10 am

    Waaaa seru banget mama Laura! Jadi malu nih, rumahku masih dikelilingi sawah, tapi sekarang sudah jarang ajak anak-anak sepedaan ke sana buat "berpetualang".

    Jadi semangat ngajakin anak-anak lagi nih :))
    Thanks artikelnya yaa..

    1. avatar
      Laura Emerentia September 19, 2017 9:27 am

      Wah asik banget tinggal dekat sawahh! Dulu aku waktu kecil jalan beberapa km juga ada sawah kecil. Ngeliat belantara hijau sekarang ini sesuatu banget buat aku. Ayok2 semangat lagi buat main2 di luar. Hihihi

      1. avatar

        As .



    2. avatar

      As .



  5. avatar
    Laura Emerentia September 19, 2017 7:51 am

    Iya nih. Harus diniatin banget. Makin kecil deket sama alam makin mudah ya harusnya nantinya. Sayang banget klo gak mengenal alam apalagi di Indonesia yang kaya alam begini. Hehehe.

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.