Bermain Sambil Melatih Atensi untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Devi Sani , Psikolog . Psikolog Anak di Klinik Psikologi Rainbow Castle, Jakarta Selatan. Praktisi Parent-Child Interaction Therapy dan Praktisi Therapeutic Play. Lulusan S1 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung dan S2 Magister dan Profesi Psikolog Klinis Anak Universitas Indonesia.
Website: http://www.rainbowcastle-id.com/

Dalam diri manusia terdapat dua jenis atensi. Pertama disebut dengan open attention, yaitu ketika kita memerhatikan banyak aspek yang berbeda yang ada di sekitar kita dalam kurun waktu yang relatif sebentar. Open attention ini berguna bagi kita untuk bisa melihat secara keseluruhan atau menangkap kesan umum dari lingkungan yang sedang kita hadapi. Salah satu contoh open attention adalah saat kita menyetir. Ketika menyetir, kita fokus pada pergantian gigi, penginjakan rem dan gas, serta kendaraan lain di sekeliling kita, agar tidak sampai menabrak sambil menikmati perasaan semangat dari lagu yang diputar di radio. Pada momen tersebut, kita menaruh atensi kita pada banyak hal agar bisa mengemudi tidak terlalu dekat dengan kendaraan lain.


Atensi jenis kedua disebut dengan focused attention, yaitu saat kita fokus pada satu hal dalam kurun waktu yang relatif lama. Focused attention membutuhkan kita untuk menyaring informasi yang tidak diperlukan dan hanya fokus pada detail saja, bukan keseluruhan. Jenis atensi ini berguna untuk mengikuti instruksi, menulis artikel, atau main teka-teki silang.

Setiap orang butuh kedua jenis atensi di atas, karena membuat kita bisa menilai secara keseluruhan dan mendetail suatu kejadian di sekitar kita. Ada banyak permainan untuk anak usia 1-3 tahun yang bisa melatih mereka untuk lebih memerhatikan detail dalam kehidupan mereka. Makin sering anak menyadari banyaknya perbedaan detail dari suatu hal, maka makin lama ia akan memerhatikan hal tersebut. Sebagai contoh, jika anak pernah diajarkan ada berbagai macam bunga mawar, ketika melihat bunga mawar di pinggir jalan, ia akan cenderung lebih menyadari keberadaannya dan lebih lama memerhatikannya.

Kali ini saya akan berbagi tiga permainan yang bisa melatih kemampuan anak kita pada kedua jenis atensi yang sudah kita bahas di atas. Permain-permainan ini saya ambil dari buku karya Barbara Sher berjudul Attention Games.

1. Gelang Daun

Bahan yang dibutukan: Selotip atau lakban dan dedaunan

Cara bermain: Bungkus pergelangan tangan anak dengan selotip atau lakban dengan bagian menempel menghadap keluar. Lalu pergilah eksplorasi ke luar dan temukan berbagai bentuk daun yang berbeda-beda. Sebelum tidur, buka gelangnya dan tempelkan di sebelah tempat tidur anak agar ia bisa memerhatikan lebih lekat daun-daun tersebut. Bisa juga ditempel bunga.

Manfaat yang diambil: Anak memerhatikan serta menyortir lingkungan untuk menemukan daun dan dengan bantuan kita, anak memahami perbedaan detail berbagai daun. Mulai dari bentk, warna, bau, dan sebagainya.

2. Air Ajaib

Bahan yang dibutuhkan: Baskom besar dan spons kering dan bersih

Cara bermain: guntinglah spons kecil hingga menjadi ukuran di mana anak  bisa memerasnya. Pilih tempat yang bisa main basah-basahan. Minta anak duduk di hadapan baskom besar. Taruh air yang dangkal saja ke dalam baskom dan masukkan spons ke dalamnya. Pastikan anak melihat spons mengambang saat masih kering dan apa yang terjadi ketika basah. Tunjukkan pada anak cara memeras spons dan meresapinya. Bisa ditambahkan es batu atau bola, agar tangan anak mencoba mengejar benda tersebut. Air bisa juga diberi pewarna makanan.

Manfaat yang diambil: Anak belajar memperhatikan perubahan pada suatu benda serta mengamati sifat air yang bisa memenuhi segala ruang.

3. Permainan Tok tok

Bahan yang dibutuhkan: Benda-benda di rumah dan sendok

Cara bermain: Minta anak untuk menutup mata dan membelakangi Anda. Mintalah ia menebak objek yang anda ketuk dengan gengaman tangan anda. Mulailah dari objek sederhana seperti meja, kaca, hingga yang sulit seperti buku atau karpet. Bisa juga divariasikan dengan mengetuk memakai sendok.

Manfaat yang diambil: Anak belajar untuk mendengarkan dengan seksama dan memerhatikan berbagai suara yang berbeda. Kosa katanya juga bertambah ketika kita mengenalkan suara seperti suaranya bergemuruh, pelan, merdu,kecil, berisik, dan lain-lain.

Baiklah urban mama dan papa, itu dia tiga permainan yang bisa langsung dipraktikkan dengan anak kita di rumah. Pada artikel selanjutnya, kita lihat yuk permainan apa saja yang bisa melatih konsentrasi anak usia 3-5 tahun.

Selamat bermain urban Mama dan Papa!

6 Comments

  1. avatar
    Intan Rastini March 19, 2018 9:42 am

    Aduh kurang banyak share ide permainan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan atensi anak, nih mbak.
    Ditunggu share ide permainan untuk usia 3 tahun ke atasnya, ya...

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Devi Sani July 14, 2016 6:25 pm

    Trima kash ya mba echamutenan hananafajar dan mba diansavitri senang juga lihat orangtua yg rajin main dengan anandanya :)

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    ibu Jenar July 12, 2016 3:25 am

    Ide bermain yang keren banget. Makasih Mba Devi :) :)

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    hanana fajar June 22, 2016 3:21 pm

    wah seru ide bermainnyaa..simpel dan bahannya juga yang udah ada dirumah... boleh dicoba nih...
    makasi mba Devi sharingnya...

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    suria riza June 22, 2016 7:27 am

    Bermain itu penting
    seperti ini sederhana (kalau orang lihat kadang dibilang iseng amat gitu :v ) tapi sebenarnya kita lagi ngajari anak xD
    alhamdulillah 3 permainan diatas aku dah semua pernah main sama Raffi. ditunggu artikel selanjutnya ^^

    1. avatar

      As .