Berwisata ke Jembatan Ampera

Waktu libur lebaran kemarin saya dan keluarga berkunjung ke kota Palembang. Suami memang sudah berencana mengajak saya dan buah hati pergi jalan-jalan ke luar pulau saat cuti Idul Fitri. Tetapi kami juga tetap harus membagi waktu dengan acara halal bi halal keluarga. Maka kami pun berwisata satu hari saja. Perjalanan yang singkat tetapi berkesan di hati karena kami tak melewatan untuk mencicipi salah satu kuliner yang tersohor di negeri ini yaitu pempek serta mendatangi Jembatan Ampera.


Kami tiba di Palembang pada pagi hari, berisitirahat dan menaruh barang sebentar di hotel, kemudian berputar melihat-lihat keadaan kota dan singgah di salah satu outlet pempek. Sambil makan pempek kami juga memesannya untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Sore hari kami bersiap untuk pergi ke jembatan yang menjadi lambang kota Palembang.

Jarak dari tempat kami menginap ke Jembatan Ampera sebenarnya tidak terlalu jauh sehingga kami bisa saja naik taksi sebentar dan sampai di sana apabila lalu lintas lancar. Tetapi saat ini sering sekali terjadi kemacetan di tengah kota karena adanya proyek pembangunan jalur kereta api ringan atau LRT (Light Rail Transit). Lalu kami pun memilih naik becak menuju Jembatan Ampera agar perjalanan tidak terhambat.


Becak mengantar kami hingga ke pelataran di bawah Jembatan Ampera yang persis bersinggungan dengan Sungai Musi. Lalu kami naik tangga untuk sampai ke atas jembatan. Dari atas terbentang pemandangan Sungai Musi dan kapal-kapal yang sedang bersandar maupun berjalan. Sungai Musi adalah sungai yang membelah kota Palembang menjadi dua bagian dan Jembatan Ampera melintas di atasnya menghubungkan kedua daerah tersebut, yaitu daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Sungai Musi ternyata besar sekali, saya takjub.


Suasana kota sore itu sangat ramai, kendaraan roda dua dan empat hilir-mudik melalui jembatan. Kami ekstra hati-hati membawa Gavin. Saya ingin membagi pengalaman kami ketika mengajak Gavin kesana. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membawa buah hati menikmati keunikan Jembatan Ampera dan pemandangan Sungai Musi.



1. Datang pada sore hari


Kami memilih datang sore hari agar Gavin tidak kepanasan. Sekitar pukul 17.00 WIB kami berada di sekitaran Jembatan Ampera.  Keuntungannya datang sore hari selain agar si kecil terlindung dari teriknya sinar matahari adalah dapat melihat Jembatan Ampera pada dua suasana berbeda yaitu saat terang serta gelap. Karena hari berganti malam tak lama dari kami sampai di atas jembatan. Malam hari adalah momen istimewa di mana pengunjung dapat menikmati indahnya lampu-lampu cantik yang menyala menghiasi Jembatan Ampera.

2. Jangan jauh dari anak

Kendaraan yang melintas di Jembatan Ampera sangat padat baik motor maupun mobil. Saya selalu mengusahakan untuk menggandeng Gavin. Di sini orangtua harus waspada menjaga anak-anak agar tidak mendekat ke kendaraan yang lewat atau berlari ke tengah jalan. Dari atas jembatan wisatawan dapat melihat pemandangan ke Sungai Musi. Karena sisi jembatan dibatasi dengan pagar besi yang tidak terlalu tinggi, urban mama papa agar waspada mengawasi anak ketika bersandar di pagar.


3. Memakai jaket


Angin berembus kencang ketika kami berada di sana. Selain itu kami juga berniat untuk sekalian makan malam di seputar lokasi wisata Jembatan Ampera. Khawatir angin kencang dan udara dingin, tentu saya tidak lupa membawa jaket untuk Gavin.


4. Lebih aman memakai sepatu
Melihat situasi di seputar jembatan yang dilalui oleh kendaraan bermotor serta jalur wisata yang mengharuskan kami  naik dan turun tangga, maka lebih baik memakaikan sepatu pada anak demi keamanan dan kenyamanan kaki. Saya dan suami juga memilih untuk memakai sepatu ke sini.

5. Waspada barang bawaan
Sebetulnya para pengunjung dapat tenang menikmati pemandangan ke Sungai Musi dari atas Jembatan Ampera karena trotoar yang ada cukup lebar. Tetapi kenyataannya masih ada saja beberapa pengendara motor yang mengambil hak para pejalan kaki. Mereka mengambil lajur trotoar agar bisa lebih cepat melintasi jembatan yang penuh kendaraan.

Hal ini selain dapat membahayakan kami yang sedang asyik berwisata juga membuat kami jadi was-was terhadap barang bawaan. Oleh karenanya sambil sibuk mengawasi anak-anak, urban mama papa juga sebaiknya memperhatikan juga barang milik pribadinya seperti tas, dompet, jam tangan dan lain sebagainya. Hindari posisi barang bawaan berhadapan dengan pengendara motor yang naik ke trotoar.

*   *   *
Dari posisi setelah naik tangga ke atas jembatan, kami melangkah pelan-pelan menyusuri jembatan sampai ke tengah. Melihat-lihat suasana kota Palembang dan merasakan tiupan angin yang menerpa wajah. Gavin sangat antusias menunjuk-nunjuk kapal yang berjalan melalui Sungai Musi. Matahari sudah sangat condong ke barat hendak kembali ke peraduannya. Sebelum hari gelap, kami bergegas mencapai tangga dan kembali turun ke bawah.



Kami bertiga melanjutkan berjalan kaki. Tak lama kemudian kami melihat ada pusat jajanan di bawah Jembatan Ampera. Terdapat beberapa tempat makan di sana. Saya, Gavin, dan papinya masuk ke salah satu tempat dan memesan makanan. Malam pun menyambut, lampu-lampu Jembatan Ampera berpijar memperlihatkan keanggunannya mengisi malam.


Sebelum kembali ke hotel, kami mengambil pesanan pempek tadi siang yang akan kami bawa pulang sebagai oleh-oleh. Pelesiran kami berakhir malam ini, karena esok subuh kami sudah dinanti taksi yang akan mengantar kami kembali ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dan pulang ke Jakarta. Semoga tipsnya bermanfaat bagi urban mama yang akan mengunjungi Jembatan Ampera di Palembang. Mohon maaf lahir dan batin.

5 Comments

  1. avatar
    Marsha Maria July 29, 2016 11:13 am

    Jembatan Ampera emang keren apalagi waktu malam, lampu nya warna warni jadi bagus.. trus waktu ke palembang waktu itu kita juga sempet makan di resto riverside, makanannya enak dan view nya langsung ke jembatan ampera.. di luar resto juga ada semacam pasar malam gitu, banyak jajanan dan mainan, sayang waktu itu K masih kecil jadi belum bisa main..hehe

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Dewi Ratih Purnama July 27, 2016 1:46 pm

    @zataligouw: iya mama Zata, anaknya berasa pengen jalan-jalan sendiri, seneng banyak pemandangan,jembatannya cool :D
    @cindy: seru mama Cindy,iya banyak yang bisa diexplor,apalagi harus naik turun tangga juga

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania July 27, 2016 8:37 am

    Seru banget yaa bisa ajak anak untuk eksplor jembatan,jadi tau bisa liat apa aja disana dan bisa belajar banyak dari konstruksi disana.

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    zata ligouw July 26, 2016 11:25 pm

    Aku belum pernah ke sana, tapi kebayang serunya jalan2 ke sana bawa anak2 ya. Apalagi si bungsu, dia seneng banget liat konstruksi yang megah2 gitu..

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.