Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menjalani Social Distancing

Menghadapi situasi terkait pandemi coronavirus (Covid-19), sejak akhir pekan lalu beberapa pemerintah daerah mengambil kebijakan karantina wilayah (lockdown) dan imbauan untuk melakukan social distancing. Social distancing atau pembatasan sosial adalah serangkaian tindakan non-medis untuk mengendalikan, menghentikan atau memperlambat laju penularan penyakit menular. Social distancing salah satunya dilakukan dalam bentuk pembatasan interaksi sosial dan menjaga jarak untuk mengurangi interaksi sosial yang melibatkan kontak fisik dan tatap-muka langsung.

Dengan kondisi pandemi Covid-19, social distancing penting dilakukan agar tidak semakin banyak orang yang tertular. Mengapa sampai harus melakukan 'social distancing'? Karena coronavirus mudah sekali menular lewat kontak fisik seperti terkena percikan saliva dari batuk dan bersin saat bertatap muka atau menyentuh permukaan benda yang terpapar virus. Agar laju penularannya dapat dikurangi, penting sekali untuk menekan laju penyebaran coronavirus dari kontak fisik. Jika memungkinkan, social distancing adalah salah satu upaya yang sebaiknya kita lakukan.

Beberapa bentuk social distancing adalah mengurangi mobilitas orang-orang, mengurangi kerumunan, pembatasan acara yang melibatkan keramaian, penutupan area keramaian, serta pembatasan hingga pembatalan acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Ketika Urban Mama-Papa dan keluarga menjalani social distancing, pahami bahwa jangan lakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengunjungi tempat umum yang ramai, baik itu di dalam gedung maupun di area terbuka
  • Travelling, berlibur, jalan-jalan, apalagi mudik ke kampung halaman
  • Acara kumpul-kumpul, playdates, dan nongkrong bersama
  • Menginap di rumah orang lain
  • Konser, teater, berolahraga di gym, dan event kejuaraan
  • Berkunjung/bertamu dan menerima tamu
  • Menggunakan transportasi publik yang penuh sesak
  • Mengikuti kegiatan apapun dalam kelompok besar 

Urban Mama-Papa dan keluarga tetap harus berhati-hati saat melakukan kegiatan berikut:

  • Mengunjungi restoran
  • Berbelanja di toko atau minimarket
  • Mengambil makanan pesan-antar dan menerima paket kiriman
  • Menebus resep di apotek
  • Berjalan kaki dan berolahraga di ruang terbuka seperti taman

 

(Imbauan untuk menjaga jarak saat mengantri di sebuah supermarket di Norwegia/ @iniainih)

Saat menjalani social distancing, lakukan semua kegiatan dari rumah masing-masing. Itulah sebabnya mengapa keluar imbauan agar sekolah dan kantor-kantor diliburkan. Selama periode social distancing, semua kegiatan individual dan kegiatan bersama keluarga inti aman dilakukan, dengan catatan dilakukan di rumah masing-masing. Jadi mau bermain di halaman rumah, melakukan tele-conference atau group videocall, ya aman-aman saja... selama dilakukan di rumah masing-masing. Begitupula dengan mengendarai mobil pribadi atau bersepeda, asal dilakukan sendiri dan berhati-hati, bukan beramai-ramai. Justru Urban Mama-Papa dan keluarga di rumah harus menyibukkan diri selama menjalani social distancing. Buatlah jadwal kegiatan harian dan pembagian tugasnya seperti memasak, membersihkan rumah & pekarangan, menyortir barang-barang untuk didonasikan, membersihkan pekarangan rumah, dan sebagainya. Di penghujung hari, nikmati waktu berkumpul bersama keluarga sambil crafting, bermain board games, membaca buku sambil mendengarkan musik, dan sebagainya.  

Lantas dengan menjalani social distancing, apakah artinya kita cukup memikirkan diri sendiri dan keluarga saja? Tentu tidak. Manusia kan, makhluk sosial. Ada banyak hal yang Urban Mama-Papa dan keluarga dapat lakukan untuk membantu orang-orang di lingkungan sekitar saat menjalani social distancing:

  • Cek & tanyakan kabar tetangga, teman & sahabat, sanak saudara, serta orang-orang terdekat lainnya lewat telepon atau berkirim pesan
  • Tetap ikuti berita dari sumber-sumber yang valid & terpercaya
  • Gunakan media sosial untuk saling menyemangati dan berbagi pesan baik
  • Tidak menimbun barang kebutuhan pokok. Namanya juga kebutuhan pokok, maka selalu ada orang lain yang sama-sama membutuhkan barang-barang tersebut. Prioritaskan pula untuk membeli produk lokal dan produk usaha kecil. 
  • Berdonasi lewat badan-badan amal online yang terpercaya.
  • Mematuhi peraturan dan imbauan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk kebaikan Bersama.

Meski beberapa perusahaan dan kantor sudah mengeluarkan imbauan untuk melakukan work from home sebagai salah satu bentuk social distancing, kenyataanya tidak semua orang mampu melakukannya. Hal ini bisa karena tuntutan ekonomi, tuntutan jenis pekerjaan, serta tidak semua pekerjaan bisa dilakukan jarak jauh dari rumah. Bagi Urban Mama Papa yang akan menjalani social distancing dengan work from home, pahami bahwa ini adalah sebuah privilege. With a privilege, comes responsibility. Jadi manfaatkan periode social distancing sebaik-baiknya, jangan malah jalan-jalan, bepergian liburan, apalagi mudik ke kampung halaman. Jangan sampai menyalahi tujuan 'social distancing' itu sendiri. Remember, social distancing = social responsibility.

Stay safe, Urban Mama!

0 Comments

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.