Long Distance Family Relationship with Kids

Beberapa kali saya mendapat komentar mengenai anak-anak yang sedang berjauhan dengan orangtuanya karena tuntutan pekerjaan orangtua (sebut saja sebagai long distance family), katanya bisa mempunyai efek negatif karena orang tuanya jauh. Menurut saya pribadi, yang paling penting adalah niat kita sebagai orang tua untuk selau hadir untuk anak. Hadir di sini bukan saja fisiknya hadir, namun juga hati dan pikiran kita hadir untuk si anak.

 

Awal tahun lalu, sudah hampir 7 bulan keluarga kami menjadi 'long distance family' karena suami saya bekerja di Singapura sedangkan saya dan Nayu berada di Jakarta.
Sebelum memutuskan hal ini, kekhawatiran terbesar kami adalah bagaimana nanti efeknya terhadap Nayu. Saat ini usia Nayu hampir 3 tahun dan dia sudah mulai kritis menanyakan banyak hal. Kami pun memikirkan strategi bagaimana agar Nayu tetap bisa punya hubungan yang dekat dengan ayahnya walau ayahnya tidak sering berada di dekatnya.

Ada beberapa strategi yang kami lakukan, beberapa diantaranya sebagai berikut:


  • Suami saya mengusahakan untuk pulang ke Jakarta seminggu sekali. Jadi setiap Jumat malam, suami saya pulang ke Jakarta dan senin pagi kembali lagi ke Singapura.

  • Sebelum tidur Nayu selalu bedtime stories dengan ayahnya melalui video call. Saat mereka sedang video call tampak seru sekali sampai sampai saya biasanya tidak boleh ikutan.

  • Selain bedtime stories, tentunya komunikasi lewat telepon juga dilakukan. Biasanya ayahnya suka menelepon 2-3 kali sehari.

  • Kami juga memasang CCTV dengan speaker di rumah, sehingga ayahnya bisa melihat kegiatan Nayu dan bisa berbicara lewat speaker CCTV.

  • Ketika ayahnya di rumah, ayah lebih aktif bersama Nayu. Selain main bersama, ayah pun biasanya suka memandikan Nayu, menemani Nayu makan dan 'mengeloni' Nayu sebelum tidur.


Sampai saat ini, kami melihat Nayu masih selalu dekat dengan ayahnya. Setiap hari, selalu saja ada cerita yang dibagi dengan ayah. Ketika ayahnya di rumah, Nayu juga menempel terus dengan Ayahnya. Jika ditanya "Who is your favorite person?", Nayu akan mantap menjawab: "Ayah!"

Setiap keluarga mempunyai kisah masing-masing. Kalau saat ini episode kami adalah sedang menjadi long-distance family, kami berusaha jalani dengan ikhlas dan bahagia. Nantinya episode ini akan menjadi cerita dan pengalaman indah yang akan kami kenang, dan cinta itu memang tidak berbatas jarak dan waktu.

10 Comments

  1. avatar
    Eka Gobel August 24, 2016 9:51 pm

    Sabar dan semangat yaa mama thalita! Dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur, dan pasti deh, semua akan indah pada waktunya. Hugs!
    Semoga keluarganya lekas berkumpul kembali!

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania August 19, 2016 9:02 am

    Strategi yang dilakukan mama Talitha dan suami oke banget deh. Ada speaker di cctv itu juga membantu ya, jadi Nayu berasa deket terus sama ayahnya :)

    Semangat mama!

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Febi August 16, 2016 1:00 pm

    Mba Talitha, cerita keluarganya menginspirasi banget dan salut dengan perjuangan mba dan suami agar anak tetap dekat :)

    Oya, mba, aku kirim personal message. Mohon dicek. Terima kasih~

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Pryta Aditama August 16, 2016 12:30 pm

    lithaaa..semangat terus yaaa..
    you guys would be fine..
    meski jauh tapi ayah nayu selalu kontak dan selalu nempel pas pulang.. jadi nayu pun gak bakal ngerasa ada yang kurang.. happy happy terus yah ayah bunda n nayuuuu..

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    talitharesi August 16, 2016 8:41 am

    hugs teh @ninit yunita... iya teh, insyallah dijalanin ikhlas dan dibawah happy... eh teh ninit, waktu jaman saya tinggal disingapur saya pernah loh ketemu sm suami teh ninit, janjian dimrt beli bukunya teh ninit sm suami..jadi aku punya buku kalian yg ditanda tangan.. makasi yaaahh...

    hai.. mba rian rositaa,, wah masuk grup LDRnyaa, sennagnya sebentar lagi kumpul,, doakan kami yah segera kumpul jugaa..

    makasi zitaaaa. kiss kiss...

    halo mba el, semangat mba.. dibawah happy aja,, insyallah ga sesuah yg dibayangin..

    iya mba aini,, kuncinya iklas dan dibawah happy,,, makasi yah mbaak..

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.