Memilah Mainan dan Buku si Kecil

Tumpukan mainan dan buku-buku makin hari makin memenuhi rumah. Berarti sudah saatnya untuk beres-beres. Jujur saja, saat memilah mainan dan buku-buku si kecil, sayalah yang merasa lebih berat untuk menyingkirkannya ketimbang Al. Rasanya baru kemarin menimbang-nimbang untuk membeli mainan itu, atau belum lama kita membacakan buku itu berulang kali sampai haus dan bosan karena cerita itu terus yang diminta. Kenangan semacam ini membuat rumah jadi makin penuh dan sulit dibersihkan. Kira-kira, bagaimana cara untuk memilah mainan dan buku si kecil?

  • Ajak si kecil untuk memilih mana yang masih mau dimainkan dan mana yang sudah tidak mau dimainkan. Batasi jumlah mainan yang boleh disimpan, misalnya cukup 10 buah mobil-mobilan, 5 buah boneka, atau batasi jumlah buku sesuai dengan ukuran rak buku yang ada. Langsung pisahkan dan singkirkan, jika ditunda, ada kemungkinan anak berubah pikiran.
  • Pilih dan simpan beberapa mainan yang punya unsur kenangan manis, misalnya set lego pertama si kecil, buku pertama si kecil, mobil-mobilan kesayangan, atau boneka teman tidur. Batasi sampai jumlah tertentu, misalnya cukup lima buah.
  • Cuci bersih dan simpan mainan kenangan dalam kemasan yang bisa menghindarkannya dari debu.
  • Pilah mainan yang akan disingkirkan ke dalam beberapa kategori: dijual, diwariskan, atau dibuang. Mainan dalam kondisi bagus bisa dijual kembali. Jika punya saudara, mainan bisa diwariskan. Sementara itu, mainan yang sudah rusak, tidak bisa diperbaiki, atau mainan berkualitas buruk yang sudah tercerai-berai bisa dibuang saja.
  • Saya berusaha mengingat daripada mainan dan buku-buku hanya teronggok di rumah serta hampir tidak pernah dimainkan lagi, lebih baik dipilah dan tentunya akan membawa kebahagiaan bagi anak-anak lain.
  • Batasi jenis dan jumlah mainan yang akan disimpan untuk kemudian diwariskan kepada anak cucu mereka. Pilih satu atau dua jenis saja. Misalnya, kami memutuskan untuk menyimpan lego-lego Al jika kelak sudah tidak dimainkan.
  • Buatlah foto saat si kecil bermain. Kelak kita bisa mengenang kembali mainan dan buku-buku yang pernah dibacanya melalui foto.

Nah, urban mama, apakah ada tips lain?

 

Related Tags : ,,

2 Comments

  1. avatar
    Leila Niwanda August 3, 2018 8:20 am

    Aduh, aku termasuk yang beraat berpisah sama mainan apalagi buku. Sampai suami juga udah menegur, tapi tetap berasa sayang. Tapi betul juga ya, daripada nganggur gitu, dan tempatnya juga sebetulnya agak terbatas.

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Cindy Vania July 13, 2018 10:50 pm

    Aku termasuk yang paling sering ajak anak untuk memilah mainan, karena jumlahnya yang nggak kira-kira.
    Padahal jatah beli mainan hanya 2-3 kali dalam setahun, tapi masih banyaaak saudara yang kasih mainan, jadi harus rajin disortir supaya rumahnya nggak sumpek.


    Biasanya mainan-mainan ini akan dihibahkan ke saudara dan tetangga, mereka bebas mau pilih mainan apa yang ada di box sortir itu :)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.