Mendampingi Anak beraktivitas di Masa Pandemi

School from home atau pembelajaran jarak jauh yang sudah dilaksanakan sejak pertengahan Maret lalu, akhirnya diperpanjang. Saya sempat deg-degan menunggu pengumuman dari pemerintah juga pihak sekolah. Di satu sisi anak-anak tentu mengalami kebosanan karena harus melanjutkan kegiatannya dari rumah, tetapi di sisi lain sebagai orangtua, saya merasa khawatir jika harus melepas anak-anak bersekolah atau beraktivitas di luar rumah dalam waktu dekat. Terlebih bulan Juni-Juli ini adalah libur panjang akhir tahun ajaran. Biasanya saya dan keluarga sudah pergi berlibur. Namun, pandemi ini membuat semua rencana yang sudah disusun rapi harus menunggu sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini akan menambah perasaan sedih dan kecewa akan ketidakpastian selama pandemi tidak hanya bagi orantua tetapi juga untuk anak-anak.

Namun, bagaimana agar kita tidak berlarut-larut dalam ketidaknyamanan ini ya Urban Mama. Nah, selama pandemi ini, selain memperhatikan asupan gizi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga kesehatan mental anak-anak adalah menjadi hal penting karena saya meyakini jika mereka mempunyai mental yang sehat dan hati yang bahagia, Insya Allah imunitasnya akan menjadi lebih baik. Selama dua bulan proses pembelajaran jarak jauh yang sudah dilalui, saya membuat ‘kurikulum’ yang disesuaikan dengan usia ketiga anak saya agar mereka tetap semangat dan melalui pandemi ini dengan hati yang gembira.

Kurikulum dan pendampingan yang saya susun selama masa pandemi ini diantaranya :

  • Anak-anak tetap melakukan kegiatan yang sudah disusun oleh sekolah, capaiannya disesuaikan dengan level setiap anak. Dalam hal ini saya tidak membuat standar yang terlalu tinggi, selama anak-anak fun mengerjakannya, bagi saya tujuan belajarnya sudah tercapai.
  • Kegiatan beribadah menjadi prioritas utama terlebih selama bulan Ramadhan. Saya meyakini semakin khusyuk mereka berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta, semakin baik perkembangan mentalnya.
  • Melanjutkan kegiatan tambahan yang selama ini dilakukan di luar sekolah menjadi kelas online seperti belajar mengaji, bermain musik, belajar bahasa asing dan berolahraga. Tidak hanya beroleh ilmu dan skill baru saja, selain itu bertatap muka secara virtual dengan guru dan teman-temannya dapat menghadirkan keceriaan yang akan mengisi hatinya.
  • Mengikuti kelas-kelas online bahkan IGlive dari para maestro dalam hal menulis dan menggambar, baik yang gratis maupun berbayar menjadi pilihan tambahan untuk Si Sulung mendapatkan inspirasi untuk tetap produktif dalam berkarya dimanapun dan dalam kondisi yang tidak ideal seperti sekarang ini. Bahkan selama dirumahsaja, jumlah tulisan yang sudah dikirimkan ke penerbit, jumlahnya lebih banyak dibandingkan ketika sebelum masa pandemi. Demikian halnya untuk artikel-artikel yang harus dikirimkan ke sebuah majalah menjadi lebih tepat waktu dari biasanya.
  • Hal terakhir yang dilakukan ketika PSBB mulai dilonggarkan adalah melakukan Green Therapy, yaitu melakukan aktivitas fisik di alam terbuka hijau dengan penuh perhitungan yang cermat dan melakukan protokol kesehatan yang ketat. Dirumahsaja bukan berarti kita tidak bergerak dan menghirup udara segar. Sesekali kami membawa anak-anak ke kebun atau lapangan hijau lainnya di sekitar tempat tinggal yang dipastikan tidak dikunjungi banyak orang dan jauh dari perlintasan kerumunan. Anak-anak bisa berlari, melihat aliran sungai dan merasakan energi positif dari hamparan alam semesta. Dengan demikian mereka akan menjadi senang dan tentu menyehatkan.

 

Nah Urban Mama, membuat ‘kurikulum’ yang seimbang untuk anak-anak tercinta dengan tetap menjaga asupan jiwa dan raganya adalah bagian dari cara kita agar mereka tetap bisa meraih masa depannya dengan gembira meski #dirumahaja. Tetap semangat ya Urban Mama!

  

Related Tags : ,,

0 Comments

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.