Nutrisi Untuk Mama Menyusui

Fatimah Berliana Monika Konselor Laktasi & La Leche League (LLL) Leader of Rochester South NY, US. Lulusan S1 Fakultas Teknik Sipil&Perencanaan ITB & S2 Magister Manajemen Universitas Indonesia.

Saya menerima banyak pertanyaan mengenai nutrisi untuk Mama menyusui. Juga sayangnya masih banyak mitos-mitos yang salah seputar nutrisi, apa yang Mama makan, dan minum selama menyusui.

Pertanyaan yang sering muncul misalnya:


  • Apa yang perlu dimakan supaya ASI keluarnya lancar?

  • Apakah Mama menyusui harus makan daun katuk setiap hari?

  • Apakah Mama yang menyusui harus lebih sering dan lebih banyak makan?

  • Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?

  • Perlukah Mama menyusui minum yang banyak supaya ASI jadi banyak?

Mama juga harus kritis menyikapi berbagai iklan produk-produk yang menyatakan mampu membuat ASI Mama lebih lancar, ASI Mama lebih berkualitas, ASI Mama lebih kental, dan padat gizi. Di tulisan saya kali ini saya akan coba membahas mengenai nutrisi bagi Mama menyusui dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya sudah sebutkan sebelumnya.

Tubuh Mama sudah dirancang Allah SWT agar siap untuk menyusui sejak di masa kehamilan. Jadi pasca Mama melahirkan, tubuh Mama punya cadangan nutrisi yang mencukupi untuk memulai proses menyusui. Mama menyusui dapat menyusui/menghasilkan ASI walaupun asupan nutrisinya tidak maksimal. Kenapa? Karena tubuh akan secara efektif menggunakan nutrisi yang ada di tubuh Mama. Bahkan pada kasus Mama yang malnutrisi, nutrisi untuk mensintesis ASI diambil dari cadangan nutrisi yang ada pada tubuh Mama sejak kehamilan.

Jadi secara umum, nutrisi yang dikonsumsi Mama menyusui sangat sedikit pengaruhnya terhadap produksi dan komposisi ASI.

Berapa kalori yang dibutuhkan oleh Mama menyusui setiap hari? Secara umum, rasakan kebutuhan tubuh Mama untuk makan. Ketika Mama menyusui bayi, sangat wajar bahwa Mama akan lebih sering merasa lapar, apalagi saat bayi berada dalam tahap growth spurt/percepatan pertumbuhan. Menghitung kebutuhan kalori per hari jarang diperlukan kecuali Mama menyusui punya masalah dengan kesehatan dan berat badan.

Dari berbagai sumber, wanita berusia 19-50 tahun, tidak dalam kondisi hamil dan menyusui serta melakukan aktivitas sedang/normal memerlukan 1.800 - 2.200 kcal setiap harinya. Ketika Mama menyusui saat ASI sudah matang, yaitu sekitar 28 hari pasca Mama melahirkan, menyusui secara eksklusif setiap harinya menggunakan sekitar 500 kcal. Jadi secara umum, Mama yang menyusui secara eksklusif memerlukan tambahan 300 - 500 kcal setiap harinya (hanya menambahkan 1 atau 2 porsi camilan sehat dalam sehari). Ketika bayi sudah mulai memasuki masa MPASU (Makanan Pendamping Susu) / selesai menjalani masa ASI Eksklusif selama 6 bulan maka kebutuhan kalori Mama secara bertahap akan berkurang. Rekomendasi dari beberapa sumber adalah Mama yang sedang menyusui mempertahankan 2.200 kcal setiap harinya, yang ideal 2.700 kcal dan 1.800 kcal adalah jumlah minimum. Apabila Mama menyusui hanya mengkonsumsi 1.500 kcal per hari maka produksi ASI tidak terganggu dan komposisi ASI tidak berubah. Produksi ASI akan mengalami masalah bila secara terus menerus Mama menyusui mengkonsumsi kurang dari 1.500 kcal per harinya. Keuntungan Mama menyusui makan secara sehat adalah untuk kesehatan Mama sendiri di masa kini dan juga di masa mendatang.

Berapa banyak cairan yang harus diminum Mama menyusui? Secara umum jawabannya adalah ikuti kebutuhan Mama. Secara umum Mama menyusui akan merasa lebih sering haus terutama setelah menyusui. Penelitian menyatakan bahwa kekurangan cairan tidak menurunkan volume ASI. Panduannya, Mama menyusui membutuhkan 3,1 - 3,8 liter (atau 13 - 16,5 cup) cairan setiap harinya , dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Cara yang mudah untuk mengukur apakah Mama menyusui sudah mendapatkan cairan secara cukup adalah memperhatikan warna urin Mama. Bila warna urin kuning terang/cerah maka asupan cairan Mama baik/cukup. Tanda-tanda Mama kekurangan cairan selain bisa dilihat dari warna urin yang kuning pekat bahkan cenderung coklat, juga Mama bisa mengalami sembelit/konstipasi, bibir kering, kulit kering. Bila tanda-tanda ini dialami Mama segera tingkatkan asupan cairan Mama.

Pertanyaan yang sering muncul juga: Perlukah Mama menyusui minum susu?

Saya masih ingat dengan baik presentasi dr Utami Roesli di Pelatihan Konseling Menyusui yang saya ikuti ini: Mamalia tidak perlu susu untuk menghasilkan susu!

Jadi tidak ada hubungannya minum susu, baik itu susu cair atau susu khusus ibu menyusui dengan produksi ASI. Bila Mama senang minum susu juga tidak masalah, asal tidak berlebihan (secara umum dibatasi 500 ml / 2 gelas per hari). Bila Mama tidak suka minum susu, maka nutrisi yang terdapat dalam susu bisa didapatkan di bahan makanan lain. Misalnya kalsium bisa didapatkan dari sayuran berwarna hijau, ikan teri, tahu, dll.

Perlukah Mama menyusui mengonsumsi suplemenvitamin? Jawabannya secara umum adalah, bila Mama makan makanan bergizi bervariasi, dan Mama serta bayi mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup (sumber Vitamin D) maka Mama tidak perlu mengonsumsi suplemen Vitamin. Bila sejak kehamilan, Mama mengalami anemia dan pasca kelahiran juga masih mengalami anemia maka bisa diskusikan dengan dokter untuk mengkonsumsi tambahan/suplemen zat besi selain meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi zat besi dikombinasikan dengan konsumsi sayur/buah yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal.

Perlukah Mama menyusui makan daun katuk setiap hari supaya ASInya banyak dan lancar? Logika sederhana saya begini, daun katuk tidak tumbuh di semua belahan dunia. Nah, para Mama menyusui yang tinggal di daerah di mana daun katuk tidak tumbuh/tidak tersedia tetap dapat menyusui dengan baik, produksi ASI nya tidak ada masalah, karena kuncinya adalah memahami Manajemen Laktasi seperti pengosongan payudara (PD) dengan baik setiap menyusui/memerah sehingga hormon Prolaktin dapat maksimal digabungkan dengan perasaan Mama yang bahagia, rileks, yakin bahwa ASInya lancar dan cukup bagi bayinya sehingga hormon Oksitosin bekerja maksimal. Hal ini sudah saya paparkan di tulisan saya dengan judul Apakah ASI saya cukup dan Hormon Prolaktin & Oksitosin ini.

Sudah ada beberapa penelitian mengenai khasiat daun katuk ini. Daun katuk memiliki nama latin Sauropus androgynus leaf. Ada peneliti Indonesia yang meneliti khasiat daun katuk ini pada tikus. Hasil penelitian tersebut diterbitkan pada International Conference on Food Engineering & Biotechnology tahun 2011 di Singapura. Hasilnya bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada tikus yang sedang menyusui meningkatkan kadar hormon prolaktin & oksitosin. Semoga di masa mendatang makin banyak penelitian mengenai hal ini dalam skala yang lebih besar. Walaupun secara penelitian ada kecenderungan bahwa daun katuk memang bermanfaat bagi para Mama menyusui tapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa Mama menyusui hanya mengutamakan konsumsi daun katuk ini. Berikutnya akan saya paparkan mengenai panduan gizi secara umum.

Panduan gizi saat ini bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna seperti yang diajarkan ketika Mama (dan saya) waktu kecil dulu (Nasi, lauk pauk , sayur mayur, buah-buahan dan susu). Dengan panduan gizi terbaru, susu bukanlah sebagai pelengkap dalam penyempurna makanan. Sebenarnya, susu adalah sumber protein hewani yang juga terdapat pada telur, ikan, dan daging.

Oleh karena itu di dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), susu ditempatkan dalam satu kelompok dengan sumber protein hewani lain. Dari segi kualitas protein, telur dalam ilmu gizi dikenal lebih baik dari susu karena daya cerna protein telur lebih tinggi daripada susu.

Berdasarkan hasil kongres gizi internasional yang diselenggarakan di Roma tahun 1992, semua negara peserta (termasuk Indonesia) dianjurkan membuat pedoman umum gizi seimbang. Oleh karena itu pemerintah melalui Direktorat Gizi – Departemen Kesehatan memasyarakatkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) pada tahun 1995. Namun baru pada tahun 2009 secara resmi PUGS diterima masyarakat, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 36 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit "Gizi Seimbang" dalam program perbaikan gizi.

Pedoman ini kemudian dituangkan dalam 13 Pesan Dasar Pedoman Umum Gizi Seimbang (13 Pesan Dasar PUGS). Sila dilihat di gambar berikut:

Satu konsep lagi yang digunakan di US yg dikeluarkan oleh USDA (Departmen Agrikultura Amerika Serikat) adalah “MyPlate”:

Konsep ini diberi nama "My Plate", karena pengaturan komposisi makanannya diilustrasikan di atas sebuah piring makan. Piring "My Plate" terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan grains (padi-padian). Penarikan konsep Piramida Makanan didasari atas pertimbangan bahwa konsep ini terlalu kompleks. Bila dibandingkan dengan Piramida Makanan, konsep "My Plate" ini memberi porsi yang hampir sama besar pada setiap elemen makanan, tidak seperti bentuk piramida yang memiliki distribusi elemen yang cenderung terlalu berat di bagian karbohidrat dan gula (diwakili oleh roti, nasi, dan mi). Sebagai pelengkap konsep baru ini, USDA juga memberikan beberapa panduan yang lebih mendetail, yaitu: Hindari porsi yang berlebihan ,Setengah dari piring terdiri atas buah-buahan dan sayuran, pilihlah jenis makanan dengan kadar sodium yang lebih rendah, Minumlah air putih daripada minuman yang manis atau mengandung gula.

Bila kembali pada pertanyaan: Perlukah Mama selalu mempertahankan asupan yang sempurna selama menyusui untuk menghasilkan ASI yang berkualitas?

Jawaban singkatnya adalah: Tidak Perlu :).

Berbagai penelitian menyatakan bahwa kualitas makanan Mama hanya sedikit pengaruhnya pada ASI. Kualitas makanan Mamayang tidak baik pengaruhnya adalah pada kesehatan Mama sendiri. Jadi, apakah konsep makan yang sehat direkomendasikan untuk Mama? Tentu Saja! Konsep makan yang sehat tidak hanya dipertahankan saat Mama sedang hamil dan menyusui tapi pertahankan sepanjang waktu dan biasakan juga konsep makan yang sehat ini kepada seluruh anggota keluarga sehingga anak-anak Mama juga terbiasa dengan pola makan yang sehat sedini mungkin.

Di akhir tulisan ini saya akan menjawab pertanyaan: Apa yang Mama menyusui makan supaya menghasilkan ASI yang tidak bening dan lebih padat gizi juga bisa membuat bayi gampang kenyang?

Pertama yang harus dipahami bahwa ASI adalah cairan ‘hidup’ yang kandungan/komposisinya berubah setiap waktunya sesuai kebutuhan bayi. Di menit-menit awal menyusui, ASI awal disebut Foremilk, kaya akan protein, rendah lemak, dan cenderung lebih encer dan bening. Foremilk berfungsi sebagai makanan pembuka/penghilang haus. Foremilk tinggi kandungan lactose yang berfungsi juga untuk perkembangan otak bayi & memberikan energi. Selanjutnya disebut Hindmilk yang kaya akan lemak yang berperan untuk pertambahan berat badan bayi & cenderung kental. Hindmilk mengenyangkan bayi seperti makanan utama. Saat menyusui Mama tidak dapat membedakan secara pasti antara foremilk dan hindmilk. Perubahan foremilk-hindmilk berlangsung secara amat perlahan, penelitian menyatakan menyusui selama 2-3 menit saja, hindmilk sudah keluar. Penelitian juga menyatakan bahwa makin kosong payudara, makin tinggi kandungan lemak dalam ASI. Saya sudah memaparkan bahwa apa yang Mama menyusui makan tidak berpengaruh pada komposisi/kandungan ASI alias ASI akan selalu padat gizi menyesuaikan kebutuhan bayi. Mengenai ASI yang membuat bayi gampang kenyang harus pahami dulu mengenai Manajemen Laktasi.

Observasi: betulkah bayi yang meminta menyusui terus menerus itu karena tidak kenyang? Sudah betulkah posisi & pelekatan? Apakah bayi sedang masuk di tahap Growth Spurt/ percepatan pertumbuhan?
Jadi solusi untuk bayi yang tidak mudah kenyang adalah pahami dulu sebabnya dan kalaupun ternyata bayi dalam tahap Growth spurt maka ASI Mama akan selalu cukup selama Manajemen Laktasinya baik.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat dan dapat meluruskan mitos-mitos yang mungkin sudah turun temurun kita dengar.

Happy breastfeeding :)

24 Comments

  1. avatar
    anokalicious February 3, 2015 10:30 am

    mba monika, ASIP sy tertinggal dikulkas kantor. apakah keesokan harinya (sore) boleh sy minumkan ke anka sy?ASIP ada dikulkas bawah.Apakah masih bagus ASIP nya
    ?

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    Fatimah Berliana Monika October 17, 2013 3:30 am

    Dear para Mama,

    Susu wanita/Ibu hamil, susu Ibu menyusui, hanya banyak terdapat di Indonesia. Yuk kritis n cerdas:). Berikut ini bahan bacaan tambahan :

    Breaking the Rules, Stretching the Rules:"Formula" for Mothers"

    Exerpted with Permission, from IBFAN*’s Publication “Breaking the Rules, Stretching the Rules 1998
    (from "Keeping Abreast" Apr-Jun 1999 issue)
    First came infant formula, then follow-up formula, and now, a formula for pregnant and lactating women. Milk for mothers is a very clever invention because it allows companies to ride on the breastfeeding wave and link the goodness of breastfeeding to a new product. At the same time, it gives companies that make infant and follow-up formulae another opportunity to remind mothers, doctors and hospitals of their company names. At least 10 major companies are currently aggressively promoting formulae for pregnant women and lactating mothers. Colourful brochures, advertising on TV, in magazines and newspapers, sponsored ante-natal classes, samples and seminars all contribute to the creation of a brand new market.
    UNNECESSARY

    Do breastfeeding mothers need such formulae? No! A balanced diet of local foods will usually supply all the 14 vitamins and 12 minerals Formance promises the mother. During pregnancy, the body naturally prepares for the baby and for lactation by storing up additional nutrients and energy. Mothers need to know that they are perfectly capable of selecting a healthy diet for themselves and for their infants. Those who are very malnourished cannot afford to buy Anmum, MOM or any other formula. What they need is more nutritious local foods at a fraction of the cost of these glamourous formulas for mothers. Inexpensive supplements of folate, iron and vitamin A in tablet form are also available.

    HARMFUL?

    Yes. The prominent promotional message for this product is that mothers need it in order to breastfeed successfully. For example, an advertisement for Abbott Ross’s Formance proclaims in large print “Promotes the production of breastmilk”. Formance brochures state it will improve both the quality and the quantity of breastmilk. The slogan on the cover of an Anmum 2 brochure from the New Zealand Dairy Board (NZDB) states “Breastfeeding mothers have special nutritional needs different from pregnant women”. The inside of the brochure tells mothers that Anmum 2 improves the quality of breastmilk. Such messages undermine years of breastfeeding promotion designed to show women that breastfeeding comes naturally and every woman can do it. By making breastfeeding more complicated, a busy mother might easily say, “instead of drinking that formula myself, I might as well buy formula for the baby.”

    Moreover, in trying to convince women to buy the products, companies exploit the known advantages of breastfeeding and play on the mothers’ fears, especially her very natural fear that there could be something wrong with the baby or with her milk.

    Formulas for mothers do not violate the letter of the International Code** because they did not exist when the Code was drafted. They do however stretch the spirit of the Code by seriously undermining breastfeeding.




    * IBFAN, the International Baby Food Action Network is a partnership of over 150 groups in over 90 countries. It’s aim is in improving infant health through the protection of breastfeeding. Implementation of the International Code** of Marketing of Breastmilk Substitutes and subsequent World Health Assembly Resolutions relating to infant nutrition is a key part of IBFAN's work.
    ** The WHO/UNICEF International Code of Marketing of Breastmilk Substitutes was adopted by a Resolution (WHA34.22) of the World Health Assembly in 1981. The International Code bans all promotion of bottlefeeding and sets out requirements for labelling and information on infant feeding. Any activity which undermines breastfeeding also violates the aim and spirit of the Code. The Code and its subsequent World Health Assembly Resolutions are intended as a minimum requirement in all countries.

    For more information, see the IBFAN webpages at [ http://www.gn.apc.org/ibfan/ ]

    http://bmsg.tripod.com/momformula.htm

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Theresa August 28, 2013 4:51 pm

    Terimakasih bunda Monik... ^^

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Fatimah Berliana Monika August 26, 2013 6:43 pm

    Dear Mba Theresa,

    Ketika ASIp (ASI perah) disimpan baik di kulkas maupun freezer yang akan berkurang beberapa kandungan nutrisi dan antibodinya. Jadi urut-urutan ASI perah yang terbaik ya ASI perah fresh, ASI perah di kulkas bawah, ASI perah di freezer. Anyway, ASI perah di freezer pun masih lebih baik daripada sufor ya. Jadi dipikirkan strategi Manajemen ASI perahnya apa perlu masuk freezer atau bisa dimanage cukup kulkas bawah saja atau bila hanya meninggalkan bayi sebentar saja maka ASI perah fresh yang diberikan.

    HTH
    -Monik

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    Theresa August 26, 2013 12:41 pm

    Dear Mbak Monik...
    mau tanya..mmg waktu pumping saya bisa lihat foremilk keluar pertama trus lama2 jd pekat (hindmilk). yg mau saya tanyakan..di asip kan foremilk+hindmilk lgs tercampur gitu..trus masuk freezzer lagi..apa kegunaannya nt jadi berubah/berkurang? kalo di kulkas bawah saja gmn?

    terimakasih ^^

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.