Apakah Saya Ibu Yang Egois?

dieta hadi

Apakah saya ibu yang egois? Saya pun tidak tau jawabannya, apakah ini termasuk sebuah keegoisan atau sebuah pembelaan diri atau bahkan sebuah kesalahan? Tetapi jika boleh saya menjawab, saya akan menjawab bahwa ini adalah suatu pembelajaran yang sangat berguna dan berarti bagi diri saya.

Sebenarnya sudah lama saya ingin berbagi cerita dan pengalaman tentang breastfeeding ini tetapi saya sangat ragu, begitu banyak pertanyaan dalam pikiran saya seperti apakah saya nantinya tidak akan di hujat? Tidak akan disalahkan? Apakah semua orang dapat menerima cerita saya? Karena pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya tidak yakin dan mengurungkan niat untuk bercerita bahkan di blog saya sendiri pun saya sangat ragu. Tetapi sekarang saya mencoba untuk membagi cerita dan perasaan ini dan berharap ke depan saya bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi bagi anak-anak saya.

Menurut anda apakah saya termasuk seorang ibu yang egois karena tidak dapat memberikan ASIX kepada anak saya, Mika?

Mungkin jawabannya iya ataupun tidak, silakan urban Mama dan Papa menilai sendiri. Terus terang, saya hanya dapat memberikan ASI kepada Mika selama 3 bulan, selebihnya? Ya Mika minum SUFOR! Kenapa? Karena ketika masuk 3 bulan umur Mika, ASI saya habis. Dari awal melahirkan ASI saya memang tidak melimpah, ketika dipompa hanya mengeluarkan ASI sekitar 40ml tidak pernah lebih. Tetapi saya tidak  putus asa saya mencoba segala usaha untuk meningkatkan kualitas ASI saya. Saya mencoba untuk makan sayuran yang bagus untuk meperbanyak ASI, berfikir positif, rajin memerah, minum vitamin, dan sebagainya. Tetapi hasilnya tetap hanya 40ml saja tidak lebih tapi malah berkurang. Oh ya, hal yang perlu diketahui bahwa Mika lahir premature, yang notabene sangat perlu ASI yang banyak untuk pertumbuhannya. Saya tetap terus berusaha memberikan mika ASI baik lewat payudara saya ataupun  saya perah yang akhirnya kualitas ASI saya semakin sedikit, hanya 5ml saja!

Sedih rasanya hati saya ditambah Mika yang tidak merasa kenyang dengan ASI yang saya berikan. Setiap dia menyusu di payudara saya sekitar 15-30 menit, dia mulai menangis kejer karena ASI saya yang sedikit dan mika masih lapar, padahal Mika sangat kuat menyusunya jika langsung di payudara saya. Sampai pada akhirnya, ASI saya tidak keluar sama sekali, baik di perah dengan menggunakan tangan maupun pakai alat, dan sejak saat itu Mika semakin rewel karena tidak bisa mendapatkan ASI yang memadai untuknya. Kalo sudah seperti ini apa yg harus saya lakukan? Saya masih amat awam mengerti tentang ASI, donor ASI, dan kaitan lain tentang ASI, walaupun suami sangat mendukung sekali saya memberikan ASI kepada Mika. Saat itu yg ada di kepala saya adalah Mika dapat minum yang kenyang dan BBnya tidak turun. Maklum punya anak premature tidaklah gampang, menaikkan BB merupakan tantangan dan PR yang besar buat seorang ibu yang mempunyai anak premature, saya pun pada waktu itu sangat takut dengan pilihan saya, yaitu jika saya memaksakan diri untuk tidak memberikan Mika alternatif lain selain ASI, apakah mika akan sakit?, apakah BB Mika akan naik? dan ketakutan-ketakutan lain. Bayangkan saja, umur 3 bulan berat badannya saja baru 3kg, sedangkan kalo bayi normal 3kg itu waktu pertama mereka lahir. Yang terus ada di kepala saya adalah jangan sampai Mika kembali ke rumah sakit karena keteledoran ataupun ke egoisan saya, karena dari itu saya akhirnya memilih sufor sebagai penggantinya.

Ini foto mika berumur seminggu

Apakah setelah saya memberikan Mika sufor saya senang? Jawabannya sudah pasti tidak! Saya benar-benar terpuruk, sedih, menangis terus, dan terus meminta maaf kepada Mika setiap malam dan  juga meminta maaf kepada suami bahwa saya tidak bisa menyusui Mika dan kami harus mengeluarkan budget ekstra untuk sufor. Setiap hari saya diluputi rasa bersalah dan selalu menangis, dan merasa menjadi seorang ibu yg egois dan tidak baik bagi Mika. Perasaan saya semakin sedih dan perih  jika saya mendapatkan respon-respon yang tidak menyenangkan untuk didengar ataupun diterima karena saya akhirnya memutuskan untuk memberikan Mika Sufor. Respon-respon itu membuat saya semakin terpuruk dan ingin meledak.  Kalo boleh jujur, saya terkadang iri melihat teman-teman yang bisa memberukan ASIX kepada buah hatinya. Apalagi sekarang zaman social networking, begitu banyak yang menceritakan keberhasilan mereka memberikan ASIX. Sayapun sangat senang mendengarnya walaupun terkadang rasa iri itu ada. Beginilah kira-kira tanggapan orang-orang ketika mereka tau saya sudah tidak memberikan ASI kepada Mika:

  • Ohh udah ga ASI lagi? Kenapa? Males nyusuin anak ya? –> Rasanya kok pengen marah ya? Masa saya dibilang males nyusuin anak?
  • ASI kan bagus, bikin daya tahan tubuh anak kuat, jadi jarang sakit, kalo pake sufor sakit mulu, tuh liat anak si A dikasih sufor jadi sakit mulu. —> Ya sekali lagi saya hanya bisa nelen ludah dan senyum kecut. Alhamdulillah Mika jarang sakit.
  • Pengen gampang ya ga ribet nyusuin kalo lagi jalan? —> Ini bikin emosi jiwa! Siapa juga yang ingin kayak gitu?
  • Kalo ga nyusuin langsung nanti anaknya ga deket sama ibu nya lhoo. —> huaaa koq malah ditakut-takutin gini? Alhamduliilah Mika dekat sama saya.
  • Ihhh koq ga ASI sih? –> kalau sudah gini bingung jawabnya gimana, dan belom tentu mereka nerima omongan saya.
  • Ihh sufor kan mahal, ga takut bangkrut? —> saya cuman bisa nyengir aja.
  • Kayak anak sapi aja dikasihnya susu sapi —> saat itu rasanya pengen marah tapi saya cuman nyengir kuda.
  • Tatapan-tatapan yang ga menyenangkan ke saya pas tau saya ngasih sufor.

Jujur, saya sangat sedih dengan semua tanggapan tersebut dan membuat saya semakin terpuruk dan bersalah yang amat sangat, walaupun saya menyadari apa yang mereka katakan sebagian ada benarnya. Saya adalah orang yang sangat mendukung ASiX kepada semua orang, termasuk saudara dan sahabat-sahabat saya, saya tidak pernah menyarankan mereka untuk memberikan sufor kepada anak mereka selama mereka mampu dan bisa memberika ASI. Perlu diingat, saya disini tidak membela sufor, malah terkadang geram melihat iklan di televisi tentang sufor yang menurut saya terlalu dibuat-buat dan begitu aktraktif dan gigihnya mereka (produsen sufor) memberikan sajian yang menarik di televisi agar para ibu tergoda, jujur saya geram karena terlalu dibuat-buat. Bersyukur saya bukan termasuk kalangan ibu-ibu yang tergoda dengan iklan sufor di televisi. Pemberian sufor untuk Mika pun saya tidak melihat dari merek, nutrisi dan kandungannya. Bagi saya semua sufor ya isinya sama, mau ada plus ini atau plus itu buat saya ya tetep aja susu sapi. Saya pun memilih sufor yang tidak terlalu mahal, bahkan bisa dibilang murah karena ya balik lagi tetep aja susu sapi. Menurut saya, tumbuh kembang anak kan tidak berdasarkan susu apa yg dia minum, jadi buat apa beli yang mahal dan plus plus.

Rasa bersalah terus menghantui saya, sampai pada akhirnya, suami memberikan kekuatan kepada saya, dia mengatakan kepada saya, jika saya terus menyalahkan diri saya,  tidak ada manfaatnya untuk saya dan Mika. Suami saya pun bilang, lebih baik sekarang kamu fikirkan hal lain yang lebih bermanfaat untuk kebutuhan dan perkembangan Mika kedepan. Dari situ saya mencoba untuk bangkit, mencoba menyingkirkan rasa bersalah saya dan mulai mengasah ilmu lebih dalam lagi tentang tumbuh kembang anak, kesehatan, kebersihan, dan hal-hal lain tentang anak. Saya mencoba untuk memulai dengan menjaga segala nutrisi yang masuk ke tubuh Mika setelah dia MPASI, saya membuat sendiri makan untuk Mika, cari tau apa yg boleh dan tidak boleh diberikan, menjaga kebersihan sebersih mungkin agar Mika tidak gampang sakit, memberikan perhatian full ketika saya dirumah, tidak pernah telat melakukan imunisasi dan hal-hal lain yg saya lakukan untuk Mika. Alhamdulillah mika bisa mengejar ketinggalannya sebagai anak premature seperti layaknya anak yang terlahir normal, semua tumbuh kembangnya normal dan pesat. Hal ini yang membuat saya untuk terus berusaha memberikan hal lain yang bisa saya berikan.

Menjadi seorang ibu memang tidak mudah, tetapi saya yakin setiap ibu termasuk saya sendiri pasti ingin melakukan yang terbaik bagi anaknya, walaupun harus mengorbankan nyawanya sekalipun. Apa yang menurut kita terbaik buat anak tetapi bisa saja menjadi hal yang tidak baik bagi anak ketika anak kita sudah besar nanti. Yang saya takutkan saat ini adalah apakah saya bisa menjadi orangtua yang bisa mendidik anaknya dengan baik? Ini suatu tantangan dan juga PR yang berat buat saya, saya yakin setiap orangtua akan memberikan yang terbaik.

Dari sinilah saya belajar banyak, dan ini merupakan pelajaran berharga bagi saya. Semoga ketika Mika punya adik, saya bisa memberikan adiknya mika ASIX, Amin ya Allah. Jika suatu saat nanti ketika mika sudah besar dan dia tau saya tidak bisa memberikan dia haknya yaitu ASI, saya siap menerima kemarahannya, saya ikhlas jika itu bisa membayar rasa bersalah saya, tapi saya yakin, dengan kasih sayang saya kepada Mika yang full, Mika akan mengerti nantinya, Amin.

Jadi, apakah saya ibu yang egois?

169 Comments

  1. herlina achmad
    herlina achmad January 20, 2011 at 11:55 am

    yaaa tuhan…kupkir tadinya aq aj yg merasa demikian, nadya (11 bulan) cuma menikmati ASI 2 bln saja, itu aja sdh dari lahir campur2 sama sufor. Kesalahan ada pada saya, puting saya flat, dan sdh sy coba pakai nipple puller tetap ga mau keluar juga, sampai pada hari H lahirnya nadya, hari pertama s/d hari ketiga tetap ASI tdk mengalir walaupun sy pompa. JAdi bgmn mungkin sy mebiarkan bayi saya tidak makan karena ingin menunggu ASI sy mengalir….seminggu mengalir tapi anak saya pasti menyusu sambil ngamuk karena susah nyari puting mamanya, pakai nipple shield dia juga ga mau….belum lagi mertua yg cerewet ini-itu, ngatur ini itu, sempurnalah sudah. Sakiiiiit rasanya. Sata sempat terserang BABY BLUES loh….ga brani gendong bayi saya takut dia minta mimik dan dia ngamuk krn ga bisa puas mimik susu. Lama2 sy putusin…sudahlah Lin…mau bagaimnaa lagi, yg penting sdh berusaha sekuat mungkin. YG penting tetaplah asuh dia dengan cinta, berikan yg terbaik, tpada usia MPASI, nadya tdk sy beri makanan cereal- instan, semua saya buat sendiri, semuanya home-made….itung2 menebus “dosa” saya. ALhamdulillah nadya jarang sakit kok kalau dibandingkan dgn bayi tetangga yg minum ASI. Terimakasih ya mbak dah curhat disini…lega hati ini ternyata banyak banget yg comment dgn hal serupa.

  2. January 21, 2011 at 11:42 am

    Hi Dieta…nice sharing…

    Aku pernah ada diposisi dieta…tapi dengan kondisi anak yang tidak lahir prematur…
    Aku merasakan rasanya diberi pandangan seperti “dilecehkan” dengan kata-kata “ooh…ga ASI” dan yang emang sangat sedih apabila ibu kandung sendiri yang memberikan tanggapan seperti itu plus kadang diomongin ke orang-orang…mulai dari tetangga dan ke sodara-sodara…T_T

    Punya sodara ipar juga ada yang selalu memberi kesan nge-judge “sayang ga ASI..” berkali-kali….

    Tiap malam nangis…sedih rasanya…aku sudah amat sangat berusaha…makan banyak sayuran sampe eneg n keluar lagi…sampe minum obat…sampe puting luka lecet mo copot T_T…mereka hanya bisa bilang “biasanya ASI ga keluar yaaa karena ibunya ga niat…”

    Temen kantor malah ada yang bilang, “itu anaknya ga mau nyedot karena ibunya males…”
    hhmmmhh….cape ingetnya…banyak sekali hujatan (baik yang disengaja maupun tidak)…karena memang dimasa sekarang memang kita selalu diposisi yang dipersalahkan…

    Aku siyh cuma bisa bilang, teuteup semangat ya diet melewati semuanya…aku melewati saat-saat itu cuma dengan doa kepada Sang Maha Pencipta…karena hanya Sang Maha Pencipta-lah yang tau niat kita didalam hati…Hanya DIA Sang Mengetahui….

    Alhamdulillah hanya itu yang bisa menenangkan pikiran dan terus sabar menghadapi semua itu….

    Semoga dieta terus tegar yaaa….aku bantu doa…^_^

  3. Gie
    Anggi January 22, 2011 at 12:36 am

    Hi dieta….i feel u…been there done that…:)
    Kedua anak gw ga asix,mrk campur sufor. Penyebab salah satunya spt di kehamilan anak kedua rasa bersalah yg berkepanjangan krn kehamilan yg bermasalah dan indikasi medis yg mengharuskan gw utk minum obat.

    Memang sulit utk bisa menerima pandangan orang begitu mrk tau my babies ga dikasih asix, kalaupun gw nerangin penyebabnya pasti mereka pukul rata klo yg ga kasih asix lgsg dikasih label yg negatif. Kalau rasa sedih,merasa gagal sudah pasti tp alhamdulillah keluarga dekat spt orang tua,mertua dan suami mendukung keputusan gw dan itu yg membuat gw bisa bangkit lg.Makin lama gw makin kebal terhadap pandangan orang, klo mrk tanya alasannya skrg gw lbh bisa ngontrol diri misalnya dgn dibecandain gw bilang waa gw seperti artis yg ditanya wartawan infotainment nih :P
    Di masa-masa awal mmg berat gw merasa mjd ibu yg gagal, dengan berbagi bersama ibu-ibu yg menghadapi hal yg sama jadi bisa share n merasa gw ga sendiri.

    Gw sedih klo denger kata “gagal asi” klo buat gw itu seperti stigma dan label yg ditempel di dada gw n anak2 gw, n gw ga mau itu menjadi beban seumur hidup yg bakal mempengaruhi perkembangan anak2. Hidup hrs terus berjalan,menjadi orang tua tidak hanya ttg asi msh banyak hal2 penting lainnya.
    Lebih sedih lg klo denger ada yg bilang anak yg dikasih sufor adalah anak sapi…oohh please percuma klo kasih asix tp suka merendahkan orang lain,miris nya slogan ini seperti doktrinasi…

    Alhamdulillah so far perkembangan anak2 gw fine2 aja n gw jg ga tertarik utk membandingkan anak2 gw dgn anak2 mrk yg dapet asix…untuk apa ga ada urgensi nya bahkan bakal menambah perdebatan panjang (debat kusir tepatnya) coz setiap anak perkembangannya beda-beda,berada di lingkungan yg berbeda n pola pengasuhan yg berbeda pastinya.

    Semua ibu pasti akan mengusahakan yg terbaik yg bisa ia lakukan untuk anaknya, mba dieta pun begitu, stay strong ya mba Insya Allah Mika akan tumbuh menjadi anak yg diharapkan..just do ur best yaaa

  4. ummuasiyah
    ummuasiyah January 28, 2011 at 12:46 am

    buat bunda, baik yg bisa kasih asix atau nggak, qt g bs ngukur kecintaan ibu buat anaknya hanya dg ngasih ASIX atau sufor. mb dieta g egois koq (sabar y say ),seringkali qt mudah menghakimi orang lain padahal kl qt diposisi tsb qt bs jd melakukan hal yg serupa. aq g setuju banget kl masalah seperti ini qt besar2, kec ada ibu2 yg emang g mw ngasih asi ejak anaknya lahir nah….itu baru g bener.

    anak pertamaq ASI jg g eksklusiv, sempet sufor waktu bayi krn aq hrs opname di RS. sekedar cerita aja,saat melahirkan anak pertama ada robekan besar di jalan lahir shg terjadi perdarahan hebat, entah berapa liter yg keluar yg jelas sampai rasanya aq sdh mw meninggal waktu itu.sehari setelah melahirkan sdh mendingan tp koq sering sakit banget perutq saat menyusui trus sering keluar gumpalan2 darah besar, bahkan daging , aq mulai curiga ada sisa plasenta. aq berusaha tenang,mkn akan keluar sendiri kl msh ada sisa sedikit.menyinjak anakq usia seminggu badanq mulai meriang2, mulai bingung dan kuatir. akhirnya aq hunting sp.OG cewek, krn pas liburan natal jd susah banget, tp alhamdulillah dapet.
    setelah explorasi, ternyata luka jalan lahirnya ada pembusukan….. trus ada sisa plasenta, makanya msh perdarahan terus. trus akhirnya hrs opname krn hb rendah.
    opname 3hari, waktu di rs sih baik2 saja nah waktu pulang jd kempes sprt ibu2 yg g nyusui…bingung.

    stlh itu aq harus berjuang buat kasih asi buat anakq, semakin tambah bingungq krn anakq g mw sufor lg. malem rewel krn g kenyang, dikasih sufor sdh g seberapa mw, sampai akhirnya g mw sufor terpaksa ngasih asi seadanya. yg membuatq sedih, ankq susah naik bb nya, sebulan bs cm 2 ons.kmdn cb dikasih mpasi saat 4 bulan krn BBnya susah naik,itupun cm sekali sehari n encer banget.yg bikin tambah sedih anakq gampang pilek udah gt dia kena dacriosistitis. kadang kl posyandu minder jg, anakq paling jelek grafiknya, hampir dibawah garis merah ( kurang gizi,red), alhamdulillah suami terus suport n ngasih semangat. aq jg udah usaha macem2 agar asi banyak tp gmn lagi memang dikasih segitu sama ALLAh.

    umur 7bln terpaksa tambah sufor krn dah hamil lagi,tp semua itu sdh berlalu, dan alhamdulillah bs melewti semua.anakq sekarang sdh 3thn, jd anak yg cerdas bahkan mknlbh drpd anakq yg grafik KMS nya lbh bagus dr anakq. meskipun badannya slim tp sangat lincah (love her so much),sehat (beda jauh dg waktu masih bayi, gampang sakit). sekarang aja kdng ada yg komen koq kecil ya badannya, susah ya mb makannya?? seandainya orang itu tahu berapa kilo susu yg dihabis kan anakq sebulan n lihat makannya anakq orang itu mesti heran. ank kedua 21bln, alhamdulillah bs asix.

    semangat ya mb dieta, klpun ank pertama diberi ujian berat untuk asix, semoga anak berikutnya lbh mudah.
    tetep semangat, memberikan komentar itu mudah, menjalani itu susah. jd biarkan sj komen2 itu, yg penting qt memberikan yb terbaik buat anak2 qt.

  5. framaun
    febby ramaun January 28, 2011 at 6:07 pm

    dear mommy dieta, tentunya kamu bukan ibu yang egois.

    ASI memang baik sekali for our babies, tapi anyway tidak ada yang mengalahkan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya utk perkembangan anaknya.

    ASI adalah SALAH SATU ungkapan kasih sayang dan perjungan kita utk memberikan yg terbaik ke bayi kita, but anyway masih banyak hal lain yang bisa kita, pendidikan , gizi, perlindungan, bimbingan hidup, mengajarkan hidup yang beriman, dan masih banyaaakakk lagi..

    selama kita dengan tulus dan skuat tenaga, pikiran, jiwa, dll, memberikan yang terbaik buat anak kita ,tentunya akan memberikan hasil yang terbaik juga.

  6. bunda_raffa
    Tia Bettina February 1, 2011 at 1:49 pm

    haii bunda dieta,,

    aku jg mengalami hal yang sama,, waktu Raffa berumur 4hari dia sudah dibantu sufor,, alesannya y karena ASIku blm keluar,, andaipun keluar hanya sedikit dan itu buat dia ga kenyang,,

    Aku selalu sedih ketika Raffa diberikan sufor tp aku lebih sedih lagi denger dia nangis karena lapar,,

    Pilihan untuk memberikan sufor bukan berarti kita egois atau kita ga sayang dengan bayi kita,,

    Tetep semangat y bunda dieta,, ga usah dengerin apa yang orang bicarakan,, yang penting kita tau cara yang terbaik buat membesarkan buah hati kita,,

  7. silfia claudiana
    silfia claudiana February 14, 2011 at 10:05 pm

    hai dieta…
    don’t worry be happy…mika pasti bangga punya mama seperti dirimu n akan menghargai perjuanganmu…

    big hug for you n mika…:)

  8. redmommy
    redmommy March 30, 2011 at 5:21 pm

    sama ceritanya hampir mirip ky sy anak pertama ga lulus asix yg keduapun cm sebentar krn tekanan psikis buat sy. Hampir tiap malam sy nangis padahal sy sdh btekad agar anakkedua lulus. Mereka gak tau usaha kita buat dapetin asi. Anyway, jgn terlalu sedih ya mom.saya percaya dgn kasih sayang kita pasti sibuah hati mengerti ko. Kan kita yg tahu yg tbaik buat anak. tetap semangat ya. Salam buat dede mika.

  9. adhenurita
    adhenurita April 1, 2011 at 4:33 pm

    Hi Mom…
    makasih ya sharingnya…berasa ga sendiri…aku seperti bercermin dengan perasaanku Mom…
    anakku juga bukan ASIX, asiku juga sedikit, bayiku sempet ketinggalan BB bayangin 2 bulan, hanya 200 gram dr bb lahirnya..waktu pertama kali dikasih sufor..Aku bnr2 nangis Mom.. (pasti Mom Dieta tau rasanya..)

    Tapi aku udah berusaha semaksimal mungkin,rajin mompa,selalu berfikiran positif, bahkan sudah bolak balik klinik Laktasi.., sampe nangis2 di depan konselor..plus aku working mom jg..

    Tapi aku hrs ditahap realistis.. ga Mom kita ga egois…yg penting kita sudah dan selalu berusaha yang terbaik untuk anak kita…

    *peluuuk Mom Dieta

  10. LESTARI YUDIASTUTI
    LESTARI YUDIASTUTI April 4, 2011 at 9:35 am

    dieta aku baca cerita mu berulang-ulang, tidak tau ini sudah yang ke berapa, setiap buka TUM selalu baca lagi ceritamu, perasaanku berkecamuk sedih tapi juga bersemangat, khasusmu sama dengan yang aku alami sejak kenzie lahir (26 nov 2010) dengan berat badan rendah 2,2kg di usia kehamilanku yang ke 37 mingggu dikarenakan plasenta previa total dan disertai miom uteri selama hamil pendarahan terus menerus, asi aku keluar hanya 2 bulan, pulang dari rumah sakit tidak ada yang bantu jadi semua aku kerjakan sendiri bersama suami dengan segala keterbatasanku krn ini adalah anak pertama setelah penantian 3,5 th, aku juga mengalami stress.akhirnya aku putuskan sufor untuk Kenzie, selama 3 bulan setiap hari aku pasti nangis ngeliat anakku yang kecil dan klo minum susu sering muntah..dhita ceritamu membuat aku semangat bahwa sebagai ibu pasti punya insting yang kuat yang harus dilakukan yang terbaik untuk buah hatinya. sekarang bukan waktunya merasa bersalah terus menerus, sekarang yang terpenting bagaimana buah hati kita tumbuh dengan sehat….

  11. bundonya_aira
    yolanda maharani April 8, 2011 at 5:32 pm

    Hai mom dieta,

    Aku terharu baca postnya, karena aku ngalamin hal yang sama. Asiku baru keluar hari ke2 tapi dikiiiit banget. Baru anakku belajar mimik dr PD ku dia dah didiagnosa bilirubinnya tinggi (karena beda golongan darah dgnku+kurang ASI), dan harus di opname 2 hari dan disinar double blue ray. Agar penyinarannya efektif aku dilarang untuk menyusui langsung, jdnya aku hanya bisa mompa asi dan itu pun kadang2 hanya membasahi pantat botolnya aja. Paling byk 40ml. Pas aira pulang dia mengalami bingung puting dan putingku juga agak besar jdnya dia tambah males untuk mimik. Tiap sebentar aku coba lagi untuk menyusuinya walaupun aira selalu mengamuk. Tiap hari kerjaanku hanya nangis karena merasa bersalah tidak bisa menyusuinya langsung. Kl pun dipompa hanya dpt dikit bgt. Kondisiku diperparah dgn tidak ada support dr keluarga (satu2nya yg mensupport hanya suamiku), ibuku dr hari 1 aku melahirkan selalu membanding2kan kondisiku dgn kondisi dia dan kakakku yg asinya sangat berlimpah2.
    Berbagai cara sudah kucoba, makan sayur ampe eneg, minum suplemen yang katanya bisa memperbanyak asi, mencoba cara pemberian susu dengan sendok,selang dan sampai ku bawa ke dokter spesialis laktasi (yg ibuku sampe bilang ngapain kamu pake kedokter segala,asimu g akan nambah juga).
    Pada akhirnya aku sudah pasrah dgn masalah asi ini. Untuk menghibur hatiku aku selalu bilang yang penting anakku sehat. Sekarang kl liat org2 dikantor yg mompa dan hasilnya banyak iriiii banget.
    Aku sudah berniat hamil anak ke2 aku akan berusaha sebaik mungkin agar anakku dapat asi dr diriku. Btw, makasih ya dah sharing ceritanya, aku jd merasa tidak sendiri lagi :)

  12. tikarestiana
    tikarestiana April 18, 2011 at 4:54 pm

    Kita senasib Mba Dieta,

    Pada dasarnya, ga ada ibu yang ga mau kasih yang terbaik buat anak-nya…

    walaupun masih menyusui, tapi aku juga merasakan susahnya memberikan ASI untuk Ali my baby..
    Iri sama ibu-ibu yang gampang asi-nya dan sebel sama ibu-ibu yang menganggap kita males menyusui.
    dalam hati cuma bisa bilang, c’monn ga ada ibu yang ga mau menyusui anaknnya.

    memberikan yg terbaik is already in mom’s blood.

    sampai sekarang Ali masih campur Asi dengan Sufor..
    Alhamdulillah sehat..:)

    anyway, parenting is not only about breastfeeding :)

    Salam Kenal

  13. erina
    Erina Ramdhani May 11, 2011 at 10:41 am

    *tarik nafas panjang*
    *ngelap air mata*
    *tarik nafas lagi*

    Berasa senasib mom… dalam banyak hal.. aku udah coba maafin diri sendiri, dulu setiap bikin susu formula berasa mau nangis..sekarang alhamdulillah.. udah mulei bisa maafin diri sendiri..tapi tetep baca artikel ini air mata keluar hihihi…

    Alhamdulillah juga bonding ama anak walaupun sufor, tetep bagus, buktinya tiap kali aku pulang kantor agak lama dikit anakku nangis, dan seringkali yg bisa nenangin tangisan dia/nidurin dia, cuma aku.. :)

    Makasih banyak sharingnya ya mom…

    Semoga nanti pas kita hamil lagi.. ASI kita bisa melimpah ruah dan anak kita tambah sehat :)

    Amiin.. amiin..

  14. mimarura
    mimarura May 25, 2011 at 3:24 pm

    terharu bgt baca tulisan ini…. mikapun akan mengerti kok mama bahwa itu yang paling baik untuk dia

  15. dewiamel
    dewiamel June 1, 2011 at 3:43 pm

    baru baca ini…. jd sedih… qt senasib mba

    tp gw pikir ini bukan egois. tp memang sudah jalannya begini. kata ibu saya menyusui ASI itu seperti dapet rejeki dari Allah, ada yg dapet banyak ada yg dapet sedikit. disyukuri saja. yg penting anak kita sehat. hafidzar skrg 2th, lg nyoba beralih ke UHT. tp sufornya jg dah gak terlalu banyak, gizi nya cukup dari makan yg banyak dan gak pilih2. alhamdulillah aktif dan lancar bicaranya, artikulasi jelas dan cepat menangkap pelajaran baru. kalau soal sakit, flu batpil mah wajar kan? mudah2an seterusnya sehat. amin.

  16. Graha
    Graha June 27, 2011 at 8:20 pm

    Ikut sedih.. :’(
    Akupun mengalami itu.. Aku cuma berhasil nyusui full ASI selama 1 bulan. Akhir bulan kedua,,aku nyerah n mulai ngasih sufor k anakku karena selama 2 bulan itu, anakku cuma naik 1 ons, rasanya miriiis banget :’( bulan kedua sampe awal2 bulan ketiga anakku keliatan kaya Mika umur seminggu n I know how it feels..

    Dan perasaan bersalah pun terus ada emang,, tp kupikir,, mungkin itu emang yg terbaik buat anakku,.
    Yg penting, kita fokus aja memberikan yang baik buat pertumbuhannya (walau mungkin bukan yg terbaik menurut kita) n selalu yakin anak kita sehat terus walau dikasih sufor.. :)

  17. iana
    Ian Agisti July 10, 2011 at 6:56 pm

    sedih ya kasih sufor ke baby.. daku juga…
    baby Ariya 2m13d udah full sufor sejak 1 bulan yg lalu… kadang2 masih kasih asi kalau dapat donor.

    baca artikel ini jadi ngerasa ada temennya… TFS yah mom…. :)

  18. lycka
    yuliana yuu July 26, 2011 at 12:54 pm

    TFS ur story Diet
    juga mamas yang punya pengalaman mirip dengan Dieta

    seorang ibu pasti akan melakukan yang terbaik untuk anaknya, dan Tuhan selalu punya rencana dan jalanNya pasti memberikan pelajaran untuk kita.
    Lycka saat ini 4m kurang 12d, akupun saat ini ninggalin Lycka karena bekerja. Baby L hingga saat ini masih ASI, tapi tetep ada komen yang ‘harus ngasih sufor karena ditinggal’
    penuh syukur karena bisa tetep kasih ASI ke Baby L, semoga bisa terus merasa bersyukur atas segala apa yang diberikan Tuhan ke kita.

    terharu sampe mewek2 baca tulisan mu Diet dan semua mamas yang punya cerita sama.
    menjadi seorang ibu adalah anugrah terbesar dan keajabain buat aku.

    tetep semangat ya moms
    peluk cium buat Dieta dan Mika

  19. fistyani
    fistyani August 24, 2011 at 9:53 am

    kalau dibilang egois mungkin saya yang paling egois…serasa kesal, marah bercampur aduk ketika tidak bisa memberikan asi, sejak anak saya lahir asi saya sangat sedikit sekali di pompa pun hanya keluar 1 sendok teh saja, berbagai hal sudah saya lakukan, bermacam obat dan jamu bahkan pijat sudah biasa buat saya…tapi tak satupun membuahkan hasil, marah kepada TUHAN, tapi kemudian saya sadar TUHAN hanya DIA yang mengatur rejeki buat keluarga kami dan anak kami, akhirnya pemberian sufor menjadi alternatif untuk keluarga kami, bukan berarti saya tidak ingin, walaupun banyak dihujat sana sini…tapi mereka tidak tahu posisi saya, seandainya mereka yang menghujat juga mengalami, maka tidak akan ada penghinaan buat saya…saya merasa hujatan mereka membuat saya tidak bersyukur menjadi ibu, padahal bayi kami segalanya untuk kami

  20. yolanda sabina
    yolanda sabina September 13, 2011 at 10:39 am

    Sabar ya mama…

    Anakku Aneira (1 mos 2 weeks) juga ASI campur sufor…
    Tadinya dia mau nyusuin di kedua payudara aku..
    Lama2 dia cuma mau yg kiri, so yg kanan jd sdikit kluarnya..
    Tp tetep aku pompa..
    Asi aku dr sblh kiri aja skali pompa bisa 80cc-130cc.
    Tapi karna anakku nyusunya kuat, aku campur sufor dr umurnya <1mos.
    Sabar ya mam..
    Ga ada ibu yg egois sm anaknya.. Kta cm mau yg terbaik buat anak kita..
    Apapun yg kitaa putuskan, pasti yg terbaik untuk anak kita!
    Semangat!

  21. vee_chan
    vera dp dewi September 15, 2011 at 9:29 am

    Mbak Dieta, salam kenal…huhuhu nangis bacanya…nasib anakkku Alana (3bln) juga sama ma Mika mbak… asiku kering..ring…padahal dah gak kurang2 usahaku…:’(
    Semoga anak2 kita terus sehat yah walaupun dah DO ASIX..amiinn…
    Dan awal gak bisa kasih asi ke alana, aku spt orang gila, sibuk cari artikel di internet tentang kisah ibu2 yg gagal asix…aku butuh teman senasib…*menyedihkan*

    sun buat mika mbak…

  22. wikit
    wikit October 7, 2011 at 2:11 pm

    Membaca story ini bener2 membuat hati’ku mengharu biru…. T__T

    I’ve been there…

    Memang kisah qta tidak 100% sama… baby boy’ku tidak lah terlahir prematur… justru terlahir normal tanpa bantuan apapun (tidak vacuum dkk…)

    Sebelum hamil pun aku sudah bertekad kelak akan memberikan ASIX kepada baby’ku nanti… namun TUHAN ternyata berkehendak lain.
    Sekalipun kelahiran baby boy’ku normal dan tanpa hambatan yang berarti (kecuali karena aku mengalami pendarahan seusai persalinan dan menyebabkan proses “menjahit” memakan waktu sekitar 1 1/5 jam), ternyata harapan dan cita2ku untuk memberinya ASIX pupus sudah…

    Entah kenapa, ASI’ku baru muncul 4 hari setelah persalinan… namun ketika proses IMD, aku bersyukur ada beberapa tetes ASI yg bisa dinikmati baby boy’ku…
    Sekalipun berbagai ASI booster telah kukonsumsi dan aku memerah ASI… hasilnya sangat menyedihkan… hanya dapat 10-15ml u/ kedua pabrik ASI’ku… T__T Padahal anehnya bajuku sering rembes ASI, tp begitu dipompa hanya beberapa tetes yg keluar…

    Proses pemberian ASI pun membuatku miris dan sangat sedih… ASI yang hanya 10-15ml itu tidak sampai 1 sendok teh dan kusuapi dengan hati2 pada baby boy’ku… seperti sedang menyuapi obat saja… Hal ini berlangsung terus dan membuatku STESS campur DEPRESI… akhirnya hanya 2 minggu kejadian itu berlangsung.. selebihnya aku harus merelakan SUFOR menggantikan ASI’ku…

    Sedih memang (sama seperti Mom Dieta.. aku mengalami saat2 menangisi ketidakmampuanku memberikan ASI), bahkan aku sampai murung terus bawaannya… apalagi suami juga sudah sangat mendukung pemberian ASIX.. ini membuatku makin terpuruk dan merasa bersalah… Aku khawatir kalau2 pertumbuhan baby boy’ku tidak senormal baby lainnya yang mengkonsumsi ASI… Aku khawatir jika BB’nya tidak ideal dan tubuhnya rentan penyakit…

    Sekarang baby boyku baru 3 bulan 1 minggu dan FULL SUFOR… But I’m glad ‘coz he’s very healthy and super-active ^__^

    Dari sini aku menyadari bahwa menjadi ibu bukan melulu ASIX… sekalipun aku sempat dan masih menyesali tidak dapat memberikannya ASIX, namun aku tetap berusaha memberi yang terbaik untuknya…

    So.. bwat Mom Dieta dan Moms lain yang senasib… qta tidak kalah kok sama Mom lain yg mampu memberikan ASIX… dan jika diberikan kesempatan memiliki buah hati lagi, ayo qta berusaha maks dan jangan mau kalah u/ bisa mengusahakan ASIX pada our future baby …. :)

  23. jeje
    Jeanny Ferrari April 13, 2012 at 12:04 pm

    walaupun thread ini udah lama, aku mau ikut komen ya. babyku juga full SUFOR dari umur 2 minggu. bukannya aku bangga sama sufor. aku juga merasa bersalah banget. terutama part ketika babyku nangis2 udah laper dan aku masih harus bikinin susu dulu, gak bisa langsung jleb kasi nenen ke mulut baby.

    Tapi aku percaya Allah SWT itu adil. logika aku apakah anak yg ASIX pasti 100% sehat&pintar sedangkan yang SUFOR pasti sakit&bodoh? enggak kan? pasti ada faktor lainnya. kebersihan, makanan, imunisasi, pola asuh, genetik dll. Jadi aku gak mau terpuruk sama rasa bersalah aku. Aku ga bisa kasi ASI, berarti aku harus extra concern sama faktor2 lain. sufor harus yang bagus dan yg cocok sm babynya, botol harus steril, air harus dimasak, harus selalu cuci tangan atau pake sanitizer tiap mau gendong baby dan tiap bersihin bab/bak baby, baby gak boleh dicium kecuali sama ortu dan sodara yang udah pasti tidak sedang flu, kamar harus selalu bersih, kalo baby udah mulai ngemut jari, tangannya harus sering dilap pake tissue basah yg anti bacteria, imunisasi hrs lengkap dll. Aku, suamiku dan kakak iparku yang jaga baby juga harus bisa jaga kesehatan. jangan sampai kita sakit, biar gak nular ke baby. jadi vitamin dan makanan harus bener. Dan tiap sholat/berdoa selalu minta kesehatan dan perlindungan buat anakku. Doa ibu paling majur kan moms…

    Alhamdulillah Ranveer sekarang 4 month sehat dan pinter, gak pernah demam or batpil (naudzubillahi min dzalik, jangan sampai sakit Ya Allah). Bukannya aku takabur, aku cuma pengen sharing aja buat moms yang gak bisa kasi asi. aku percaya semua ibu pasti ingin kasi yang terbaik, dan ketika seorang ibu tidak bisa kasi asi pasti dia punya alasan kuat.

    Jadi buat para aktivis ASI, what you did were great but you better not judge other moms who are not breastfeeding their baby. Sakit hati dan sedihhhh banget kalo di judge. kadang jadi suka pengen bales dengan omongan yg bisa nyakitin ego mereka, misalnya emang anak lo sm anak gue lebih sehat mana? lebih pinter mana? hehehe.. tp ya untuk apa? biarin aja mereka dengan kesuperiorannya, aku lebih baik fokus membuat hidup anakku sehat aja deh hehehe..

    Tetap semangat dan saling menguatkan ya moms..

  24. irsary
    irsary November 14, 2012 at 3:46 pm

    Mau ikutan komen juga thread yg ckp lama ini. Senasib dgn mb dieta dan moms lain yg dengan SANGAT TERPAKSA ga bisa asix, aq pun bgitu. Lahir dgn proses induksi dan SC yg cukup melelahkan & pengetahuan yg minim bgt soal bayi,rafi dari lahir ud harus sufor krn gula darahnya yg rendah. Asi br kluar 5 hari kemudian tp tetap ga bs nyusuin dari puting krn flat. Berbagai usaha dicoba (ga jauh beda dgn usaha moms yg ikutan komen postingannya mb dieta, tp tetep tidak berhasil.Tp alhamdulillah di usianya yg ud 3 bln pertumbuhannya pesat. Bahkan ktika aq, suami dan keluarga yg ngasuh flu berat berbarengan di usianya yg masih baru mingguan dia tdk kena sama skali meski kami ga memakai masker ketika dkt dgn dia. Allah SWT memang Maha adil. Dia tau ibu manapun akan memberikan yg terbaik buat anaknya meski cara2 nya beda. Tetap semangat yah MOMS

  25. Erni Yunita
    Erni Yunita November 26, 2012 at 7:15 pm

    halo mba.. gimana kabar Mika sekarang?
    baby ku jg ga asix.. dari umur 4hari udah kenal sufor karena disinar,, sampe sekarang masih suplementasi asi + sufor karena bb nya belum signifikan naiknya..
    sempet keras kepala jg ngotot ngasih asi padahal bayku tetep kuning setelah beberapa minggu umurnya..
    kalau lihat kaleng susu sufor sisa dari RS pas disinar rasanya tempting banget,, kaleng itu mungkin solusi masalah selama ini.. tapi selalu urung karena keukeuh pengen asi.. setelah DSA nya bilang harus suplementasi pake asi donor/ sufor (sy & suami sepakat milih sufor, saya merasa kalah karena terpaksa membiasakan sufor..
    alhamdulillah setelah suplementasi bb nya naik.. semoga bisa lepas sufor..
    tetap semangat moms..

  26. Elskan
    Elskan December 1, 2012 at 5:04 pm

    tak pernah terbayangkan juga aku masuk dalam situasi ini. umur ali baru 5 minggu, dari hari ke 5 sudah mendapat sufor krn berat badan yg turun lebih dari 10%,loyo dan kuning :-(, hancur hati rasanya, aku membuat dia kelaparan, aku membuat dia masuk rumah sakit, tes menyusui di rumah sakit dalam 15 menit menyusuinya hanya 2ml yg didapat, pompa 2 jam hanya dapat 10ml :-(, dokter langsung bilang harus di top up dengan sufor sampai asinya membaik. sampai saat ini asi masih ala kadarnya tapi tetap positive thinking, banyak berdoa, makan makanan yg bergizi, vitamin, supllement2 herbal yg dipercaya bisa menaikan volume dicoba, pumping, massage dan SNS (suplemental nursing system krn dia sudah mulai nolak disusui). aku berharap oneday at least bisa 50 : 50 dengan sufor Aaminn ya Alloh.

    Semoga tak ada lagi moms yg mengalami hal yang sama, Asi tetap yg terbaik, be grateful buat para moms yg di beri rejeki limpahan asi dan buat mbak dieta cinta ibu sepanjang hayat dikandung badan tak hanya 6bulan – 2 tahun.

  27. Yuni Yuli Yanti
    Yuni Yuli Yanti December 3, 2012 at 2:20 pm

    Hai Mba salam kenal ya,
    Artikel ini sangat mengubah pandanganku..
    walaupun aku belum memiliki baby tapi aku merasa tidak sanggup kalo berada diposisi mba Dieta dan yang lainnya yang memiliki pengalaman yang sama. supaya kita bisa berbagi pengalaman dan aku juga bisa belajar banyak sebelum menjadi Ibu, aku boleh minta alamat YMnya mba??? :)

  28. bundaKinjiro
    bundaKinjiro December 30, 2012 at 8:14 am

    Iya memang itu yang sering ditakutkan busui ASI kering
    Belajar dari pengalaman teman, anak pertamanya dan keduanya hanya beberapa bulan ASI, selanjutnya SUFOR karena kering.
    Anak kakak ipar saya sufor semuanya dari awal karena ga keluar sama sekali..

    Dari pengalaman mereka…
    Ketika hamil saya 3 bulan sebelum lahiran sudah mulai merawat payudara agar ASI lancar. Mulai mengkonsumsi sayur katuk atau sayur bayam plus pepaya muda, luar biasa sebulan sebelum HPL sudah sering keluar ASI.
    Waktu menyusui anak kedua saya payudara berdarah2 (sampai menangis klo mau menyusui), karena tipe puting yang flat, saya obati dengan gilingan daun katuk 2 minggu sembuh..
    Yang paling penting kita sudah berusaha sebisanya mbak, semoga bisa lebih baik kedepannya.

  29. irniis
    Irni Fatma Satyawati January 24, 2013 at 1:02 am

    mba… saya gak sanggup bacanya sampai habis, udah netes duluan air matanya. saya paham apa yang mba rasakan, saat ini saya baru menyusui putri pertama saya yang baru 2,5 M. masih perjuangan keras untuk bisa tuntas.
    membaca cerita mba, jadi membuat saya lebih banyak bersyukur.
    minta doa supaya saya tetap bisa lancar memberikan ASI, meneruskan semangat mba.
    terima kasih sharingnya mba

  30. agnes_mamanya afiqah
    agnes_mamanya afiqah February 25, 2013 at 11:08 am

    ya Allah bunda..saya bacanya sampe nangis ga berenti2 ngalir ini,,saya juga blm bs kasi asi eksklusif buat fiqah karena produksi asi ga ga banyak (walopun udah minum susu, vitamin, makan sayur2an) :(..
    sejak hamil udah niat bgt kasi asi eksklusif tapi kenyataannya asinya ga banyak,,2 hari sejak lahir tetep maksain fiqah minum asi walopun tiap menit nangis mulu karna asinya cuma setetes..tp hari ke3 badannya panas dan kata suster mungkin kurang cairan, then finally harus menyerah dan kasi sufor..
    alhamdulillah demamnya hilang dan fiqah bs tidur pulas..
    saya cuma bisa nangis marahin diri sendiri karna ga bisa kasih asi tp alhamdulillah ada keluarga yg mendukung karna apapun yg kita lakukan insyaallah itu yang terbaik buat anak kita..so bunda, tetep semangat ya ^^

  31. renameta
    rena meta April 9, 2013 at 12:57 pm

    saya menitikkan air mata membaca postingan ini, hati saya sesak. itulah mengapa saya tidak pernah bertanya lebih jauh kepada ibu yang memberi anaknya sufor. saya hanya berpikir, ilmu dan info tentang asi dan segala kebaikannya sudah tersedia luas, kalo seorang ibu memilih memberi sufor kepada anaknya, itu merupakan pilihannya sendiri yang tentu dia telah berpikir tentang kelebihan dan kekurangannya.saya gak berhak menghakimi atau mencemooh.
    big hug untuk mb,

  32. mamahAhza
    idaayu saraswati April 11, 2013 at 1:19 pm

    menurut saya mama mika tidak egois,justru mama egois jika kekeuh memberikan asi pdhal asi tdk mencukupi.
    hal ini jg terjadi pada saya,sekitar 3minggu yg lalu.
    hari pertama baby ahza lahir DSA dan mbak bidan bilang sehat,walopun tidak menangis selama beberapa menit ketika baru keluar(kata DSOg baby lelah akibat proses lahir yg terlalu lama)hari ke-2 DSA bilang baby ahza kuning tetapi baru sedikit,DSA bilang dilihat lg besok.ah cemas..
    hari ke-3 DSAnya bilang kuning menyebar dan harus di cek bilirubinnya besok.astagfirullah..saya semakin cemas dan hanya bisa menangis.hari ke 4 di cek darahnya trnyata bilirubin 13 dan bili directnya 3.baby ahza dikasih obat dan disarankan banyak2 minum.ya,harus banyak2 minum –> ASI/sufor..
    kembali ke hari pertama: asi blm keluar (baby minum sufor),hari ke-2: asi menetes,puting payudara yg kecil dan datar ikut mendukung sulitnya baby ahza menyusui(suforl lg). hari ke-3: blm ada kemajuan (mulai usaha dari makan/minum berbagai produk pelancar asi sampai urut payudara),hari ke-4: perah asi selama 1jam hanya dpt 10ml.dan sempat selama 2hari baby ahza nangis,lalu kelelahan dan akhirnya tidur tanpa minum yg cukup,krn dipaksa minum asi pdhal asi hanya menetes sedikit sekali.demi memenuhi hasrat ASI eksklusif.
    ah egois sekali saya,pdhl bayi kuning tidak boleh kurang cairan(saya baru tahu setelah hari ke-4, dan itu memperburuk kondisi baby ahza).di hari ke-4 dan ke-5 saya putuskan utk memberi sebanyak2nya sufor dan asi(asi mulai meningkat seharian pompa maksimal hanya dapat 60ml.alhamdulillah..
    hari ke-5 sampai hari ke-7 masih sama dengan kemarin.dihari ke-7 itu cek bilirubin.hasil: bili =10 direct:0,7.DSA bilang lanjutkan perjuangan.
    hari ke-8 dpt pencerahan dari family yg jg DSA.via telpon beliau bilang JANGAN STRESS!!JANGAN PANIK!!JANGAN SEDIH!!kalo kamu stress ASImu ga keluar.saya disuruh HAPPY!!membelai,menggendong,berkomunikasi dengan baby ahza lebih intens lg,disamping usaha terus membuat baby ahza mau menyusui di mamanya dan tidak bingung puting.
    saran 2jam sekali menyusui bayi saya pesingkat jd 1jam atau 1,5jam sekali.ada 2tahap; tahap pertama minum asi di mama,tahap 2 sufor utk mencukupi kekurangan asi.hari ke-9 semakin bny produksi asinya,hari ke-10 mulai belajar lepas sufor,ke-11 sampai hari ini baby ahza baru 3kali minum sufor,itupun krn mamanya ke dokter utk cek luka caesar.sebenarnya saya ingin sekali stok asi,,tp entah knp jika diperah asinya hanya dapat 10-20ml,jauh berbeda dengan menyusui langsung.
    sampai hari ini baby ahza masih blm pulih benar kuningnya dan saya masih berusaha sekuat tenaga utk memberi ASI sebanyak banyaknya disamping dijemur pagi hari(sebelum jam 9).
    mohon doanya ya mama mama dan bunda bunda semua semoga baby ahza kembali merah merona separti sedia kala:-)

  33. myreshka
    Myreshka May 18, 2013 at 9:16 am

    Numpang komen di thread yg udah lama ini. Dietahadi, menurut saya mbak ga egois… Justru lebih egois kalo ga ngasih tambahan. Jangan salah, saya juga pendukung asi, dan anak saya, puji tuhan, bisa asi full sampe 6 bulan, abis itu ditolak mentah2, mungkin produksi udah berkurang juga saat itu.
    Berbagi cerita aja, 2 tahun stlh saya punya anak, teman dekat saya melahirkan, dan juga berencana memberikan asix untuk anaknya. Sayangnya produksi sedikit, sedangkan anaknya kuat nyusu. Alhasil, ibunya stress, baby blues, dan anaknya jadi cranky. Waktu mau kasih sufor, temen saya itu nangis2, dan setiap ada yg nanya knp ga asix, kayaknya dia ingin meledak menjawabmya.
    Jangan salah, saya pendukung asix… Tapi ya harus rasional menurut saya… Kalau memang kurang, ya tambaaah… Jangan ngotot. Yang terpenting hubungan antara ibu dan anak.. Bukan asinya. Saya dan adik saya juga saya minum asi 3 bulan… Adik saya bahkan hanya 1 mgg menurut cerita mama saya… Tapi apakah kami marah? Boro2 inget mbak… Yang inget ya dari dulu disayang mama… She’s been our greatest supporter since day one.. So… Kalau bisa kasih asix.. That’s great… Kalo ga bisa, compromise and still give the best for our kids. Buat kita yg denger ada yg ga bisa kasih asix dan ga setuju… Just close our mouth and dont make them feel worse… You dont know what they’ve been through…
    Semanagat terus moms… The best thing is to be there for our kids and love them unconditionally…. *just my two cents, maaf kalau ada yg ga berkenan*

  34. Intan_1411
    Intan Ningtyas Widodo May 18, 2013 at 11:00 am

    halo Bun..saya memang tidak dalam posisi yg pernah merasakan apa yg bunda rasakan, saya sampai sekarang putra saya Malik 2 tahun 18 hari masih ASI (krn dia belum bisa menerima kalau 2 thn sudah harus berhenti :) ). Tapi saya tau rasanya kalau menjadi Ibu yg baik itu tidak hanya dilihat dg dia memberikan ASI anaknya atau tidak. dan seharusnya untuk mereka yg bisa memberikan ASI, tidak menganggap para ibu yg tidak bisa adalah sebagai ibu yg gagal. justru harus didukung, disupport, dikuatkan kalau menjadi Ibu itu lebih dari pada tugas nya memberikan ASI tapi juga memberi perhatian, kasih sayang, merawat, membesarkan..wuihh masih panjang dan penuh perjuangan ya bun..
    Ibu saya juga memberikan ASI kepada saya hanya sampai 6bln, selama itu juga masih campur susu formula, tapi sekarang saya tumbuh menjadi pribadi yg jarang sakit, normal dan selalu jadi juara kelas (hihi..) ya semua tergantung bagaimana orangtua memberikan gizi yg seimbang dan mengarahkan anakknya menuju kesuksesan, see bun, ga melulu tentang ASI kan tolak ukur kesuksesan seorang ibu..:)
    semoga bunda menjadi lebih kuat dan tidak lagi menyalahkan diri sendiri ya bun, bunda tetep ibu yg terbaik dan selalu dibutuhkan oleh Mika..:)
    salam sayang ya untuk Mika..tumbuh yg sehat ya, Nak..:)

  35. avieclassy
    avieclassy August 19, 2013 at 11:28 am

    Mba,ada twitternya ga? berasa senasib banget dan lebih lega krna ternyata saya tdk sendiri mempunya permasalahan yang sama.

  36. bundanyahanna
    Sally Zulmadjdi August 30, 2013 at 11:58 pm

    Dear Dieta,

    Thank you for sharing.

    It’s very very true, parenting is NOT JUST about breastfeeding, it’s about trials and errors, trying, struggling, striving to give the very best of us to the little life that depends on us no matter what while hoping and praying that it comes up to scratch.

    And it still amaze me how much we judge, belittle and just plain mean to each other when a hug, a smile or even the tiniest bit of compassion would mean the world.

    So breastfeed moms, bottle-feed moms, SAHM, WM or whatever category you box yourself into, you are all wonderful and the best mother your children can ever have. It’s time we girls stick together, right?

    Dieta, I think you’re awesome, my prayers and best wishes to you and your little one.

    :))

  37. yani elok
    yani elok September 21, 2013 at 1:18 pm

    dear dieta..
    aku seorang bidan… dan merasa beban ketika aku gak bisa ngasih asix full.anakku widi(1m3w) juga asix plus sufor.. karena anakku memiliki atropi atau alergi… sedih rasanya… makin kesini asiku juga makin kurang.. menurutku apapun yang kita berikan ke anak itu adalah hal yang terbaik.. karena gak ada seorang ibu memberikan hal yang buruk ke anaknya… alhamdulillah widi gak pernah sakit.. meskipun ayah terkena flu.. dia gak tertular..
    gak selamanya apa yang dipandang orang buruk itu buruk juga untuk kita… tetap semangat..

  38. tasyawebbo
    tasyawebbo November 4, 2013 at 1:39 pm

    Mom’s Mika,

    Saya pun sudah asi campur sufor semenjak lahir, karena asi nya sedikit, malahan pas Arkhab 3 bulan sekarang ini, asi nya sudah mulai mengering, tapi…segala cara untuk BONDING tetap saya lakukan, karena bagaimanapun dia tetap anak saya…

    Mau orang bilang “anak nya anak sapi ya”, “masa sih asi nya gak keluar”, dll…hanyalah kita yang tau kondisi kita sendiri, masa harus cerita panjang lebar ke tiap orang yang komentar ya ?

    Di mata orang lain, tidak ada wanita yang sempurna menjadi ibu selain mereka sendiri, tapi…kita lah ibu yang sempurna untuk anak kita…

    Tidak asi ekslusif, bukan berarti kita gagal menjadi ibu kan ?

    Biarlah manusia lain berkata apa…I love my son :)

  39. myalya
    myalya December 20, 2013 at 12:32 pm

    mommy dieta,

    terharu banget saya bacanya,,
    saya juga sudah asi campur sufor sejak Alya lahir, karena asi sedikit dan flat nipple,

    memang ketika orang nanya kenapa ga full asi aja, rasanya seperti dihakimi :(

    tapi mereka kan ga tau sebenernya perjuangan kita gimana untuk anak kita,
    tulisan mu bener-bener membuka mata banget mba,,

    sampai saat ini (alya- 4 bulan) masih asi campur sufor, memberikan sufor ke anak bukan berarti kita malas menyusui anak sendiri, walaupun ga full ASIX saya tetep bertekad, saya akan tetap berikan dia ASI sampai dia ga mau lagi :)

  40. irma susan
    irma susan January 20, 2014 at 7:46 pm

    dear mommy dieta…
    mari saling rangkul :)
    kebijakan asi ekslusif dari WHO itu karena dari penelitian yang ada ASI eksklusif lebih mncegah bayi dari kematian akibat diare dan pneumonia dibanding mix sufor. Namanya penelitian pastilah dari sample…artinya tidak berarti bayi tanpa ASI pasti kena akibat2 buruk tanpa ASI
    So ya tujuan ASi ekslusif bukan penilaian kontes jadi ibu terbaik…
    Anak2ku dua, lahir di jepang, minggu2 pertama mix semua karena kebijakan rumahsakitnya, kecewa? pasti…tapi aku lihat ibu2 jepang ga seperti merasa bersalah mix juga, baru setelah baca panduan infant feeding dari WHO buat health professional jadi ngeh mungkin ibu2 itu merasa bayi mereka aman dari diare dan pneumonia karena air bersih dan pengobatan yang bagus disini.
    Kicauan orang yang tidak terlalu peka sama perasaan kita mungkin akan selalu ada ya sepanjang hidup :) semoga bisa lepas dari beban kicauan2 ini, biar bahagia :))

  41. Bunda Keanu Noval
    Bunda Keanu Noval March 12, 2014 at 3:06 pm

    Dear Mommy Dieta..

    Gak bermaksud cari pendukung, saya jg merasakan hal yang sama.. awal2 sedih, kecewa banget sampai baby blues karena ngerasa gagal dalam hal pemberian asi, capek jg dengar komentar orang lain yg ngejudge :’( Keanu umur 4 hari sudah kena sufor karena sehabis nyusu keanu tiba2 panas, setelah konsultasi ke dokter itu karena dia kurang minum katanya.. sudah dilakukan berbagai cara tp takdir berkata lain.. sampai pada akhirnya di usia 3 bulan dia sudah full sufor karena asinya sudah tidak keluar lg..
    tgl 20 nanti keanu mulai makan, walau saya bekerja, saya sudah rencana home made untuk menu makannya.. dan saya juga selalu cari informasi untuk dapat memberikan stimulasi yang terbaik untuk perkembangan dia..
    Bismillah, semoga ke depannya keanu bisa tetap tumbuh sehat, cerdas dan optimal, aamiin..

  42. ovinda suandi
    ovinda suandi March 28, 2014 at 12:24 pm

    thanks God akhirnya saya menemukan topik ini setelah beberapa minggu ini saya baca thread2 di TUM . Mommy dieta..saya juga merasakan hal yang sama..dan bukan bermaksud cari pendukung juga, tetapi saya cukup gembira karena banyak juga mommy2 merasakan hal yang sama seperti saya rasakan. as a newly mom, kecewa, sedih, marah, menangis sampai baby bluses berat saya alami sejak awal Tracy lahir. banyak permasalahan hanya saya simpan dalam hati dan saya tidak tahu kalau itu ternyata berpengaruh pada pproduksi asi saya. mimpi saya selama 9 bln untuk asix gagal sete4lah 1 bln pertama tyt BB tracy hanya naik 2 ons…saya malu..sebagai orang dari kalangan medis, anak saya malah seperti gagal tumbuh. belum lagi orang tua yang selalu menyalahkan saya karena “terlalu pede mau ASIx padahal asi tidak cukup”. saya tahu, ortu sayang saya dan cucu mereka, tetapi jujur, saya seperti kehilangan dukungan. untunglah masih ada sejawat saya yang masih memberikan dukungan walau akhirnya saya harus memberikan sufor.pertama kali saya memberikan sufor, saya menangis karena merasa sangat bersalah kepada Tracy, saya merasa gagal. saya tidak sayang uang untuk membeli sufor, tetapi saya lebih sayang lagi karena saya tidak bisa memberi yang terbaik buat anak saya. tetapi saya coba pahami dengan berjalannya waktu, bahwa memberikan sufor bukan akhir dunia, mungkin memang bukan rejeki saya untuk dapat memberikan ASIx. sampai sekarang tracy (3mos) masih dapat asi, walau dicampur sufor. saat saya bekerja dia dapet sufor, diselingi asip yang saya perah dikantor walau kadang hanya 50-80cc/perah.
    harapan saya semoga saya tetap dapat memberikan asi, walau tidak sebanyak sufor..thanks banget buat mommy dieta yang udah membuka curhat pertama kali tentang memberi sufor pada baby.. saya jadi lebih paham, bahwa banyak juga mommy2 yang merasakan dan mengalami seperti yang saya rasakan dan alami.. I’m not alone..thanks ya buat mommy2 yang sudah berbagi cerita di sini..mari kita tetap semangat dan saling menguatkan ya momss *big hug*

  43. rani kusuma arbi
    rani kusuma arbi May 2, 2014 at 10:59 pm

    mba..mba…
    sy mlh tbalik sama mama mika..sampai skrng sy mberikan anak asi (11 bln)tp bhub anak badannya kcl hanya 8kg(dia lahir 2,45kg)..kdng dpt sentilan dr bbrp orang kel..”ga pk sufor ajah”..”ga dtambah sufor”..”wah kl si kcl skrng 7 bln bb nya 9kg(anaknya pk sufor dr umur 1 bln)”..”asinya rani jelek..jd anak ga gendut2″ rasanya jleb jleb jleb..sedih..pdhl sy slalu upayakan maintenance asi biar lancar keluar..ya meski anak ga semontok anak lain..tp sy slalu bsyukur ..dia tumbuh normal n sehat..kyknya omongan2 dluar sana sama j mba..kdng ga bpihak pd qt..tp yg sy slalu pegang..seorang ibu semaksimal mungkin akan mlakukan yg tbaik u/anaknya..ga memandang anak dkasih asi atw suforkan..tetap semangat y mbaa…

  44. primalaksmitasari
    primalaksmitasari November 18, 2014 at 2:56 pm

    mba rani kusuma arbi, nasibnya sama kayak aku..alhamdulillah sampai sekarang saya masih menyusui rania (5 mos) karena niat saya emang pengen ngASIX dan alhamdulillah sampai sekarang ASI lancar dan stok ASIP di freezer masih cukup (setidaknya saya engga kejar tayang meski saya kerja). yang bikin saya sediiiiiiiiih adalah justru ibu mertua saya selalu menyarankan untuk memberi tambahan sufor bagi rania ketika saya mulai kembali bekerja. alasannya biar anaknya gemuk padahal indikasi anak sehat kan bukan dari gemuk ato enggak ya T_T. saya bukan anti sufor, sebagai ibu saya juga pasti akan melakukan seperti yang mommy2 lakukan jika memang ASI saya tidak keluar. sebagai ibu baru, saya jadi belajar banyak hal, belajar menghargai setiap keputusan yang diambil mommy2 karena pasti didasarkan rasa sayang dan cinta kita untuk si buah hati :) tetap semangat mommy :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.