Mengajak Si Kecil Mendaki Gunung Gede

bunda nouf

Naik gunung, bagi saya, adalah suatu kenikmatan. Penuh gairah, tak hanya ketika menjalaninya, tetapi bahkan ketika ide perjalanan baru saja terlontarkan. Mendekati hari H, makin bersemangat dan bergairahlah saya. Semua elemen persiapan menuju hari H, sangat menyenangkan.

Dalam perjalanan naik gunung kali ini, rasa gairah dan semangat berlipat ganda saya rasakan. Tapi kali ini, ada selipan sedikit keraguan dan kecemasan. Mengapa? Karena ini adalah kali pertama saya akan mengajak buah hati kami ikut naik gunung! Ya, saya dan suami, memutuskan untuk mengajak Azzam, buah hati kami yang berusia 2,5 tahun naik Gunung Gede!

Terinspirasi dari Norman Edwin, senior Mapala UI yang tak sempat saya kenal secara pribadi, saya bertekad jika menikah dan punya anak kelak, saya akan mengajak anak saya berpetualang dan menjelajah alam. Menikmati geliat udara pagi di ketinggian. Semoga, ia menikmatinya juga.

Dari jauh-jauh hari, saya sudah bilang dan “minta izin” kepada teman teman, bahwa dalam pendakian gunung kali ini saya dan suami akan mengajak Azzam. Beberapa teman menyambut bersemangat, ada satu dua teman melarang dan bilang saya nekat. Bukan saja karena Azzam masih relatif terlalu muda diajak naik gunung, tapi juga karena pilihan hari perjalanan kami adalah di penghujung tahun, saat curah hujan cukup tinggi, dan kabarnya, Gunung Gede sedang berselimut kabut tebal dan badai angin lumayan parah.

Tapi, kerinduan untuk minum teh di Surya Kencana dan menghirup bau rumput ilalang sudah tak tertahankan. Ditambah, saat awal tahun, Gunung Gede biasanya ditutup untuk pendakian sampai dengan akhir Maret dengan alasan keamanan karena cuaca yang cukup ekstrem dan untuk memberikan kesempatan bagi alam “beristirahat” dari jamahan manusia. Jadilah, saya dan suami bertekad membawa Azzam ke Gunung Gede. Kami agak percaya diri, karena teman-teman yang mendaftar cukup banyak, nyaris sampai 20 orang jumlahnya. Saya dan beberapa teman pun menyewa porter untuk membuat perjalanan ini jadi lebih nyaman. Insya Allah, dengan dukungan teman-teman yang selalu bisa diandalkan, dan bantuan porter, serta ridho Allah SWT, perjalanan ini akan menjadi pendakian yang menyenangkan buat kami, dan Azzam tentunya.

H-1 sebelum pendakian, sesi berkemas kali ini cukup menyita waktu dibanding pendakian-pendakian kami sebelumnya. Maklum, perlengkapan kali ini pastinya menjadi lebih banyak, karena saya membawa perlengkapan untuk Azzam. Daftar bawaan, tak lupa saya buat, dengan tujuan menghindari adanya barang yang tertinggal.

Hari yang dinanti tiba, kami berangkat dan tiba di vila biru yang kami sewa sebagai base camp sebelum dan sesudah naik gunung dalam beberapa rombongan kecil. Sabtu dini hari, kira kira pukul 02.00, semua telah tiba di vila dan segera beristirahat mengumpulkan tenaga yang pastinya akan terpakai esok hari sampai dengan sore hari.

Alhamdulillah. Sabtu pagi yang cerah. Memang langit tidak terlalu bersih. Namun, cukup untuk membuat saya lega. Paling tidak, kami tidak perlu memulai perjalanan dengan hujan-hujanan.

Suami saya, menggendong Azzam dalam baby carrier dan saya menggendong carrier 45 liter berisi perlengkapan dan makanan yang diperkirakan diperlukan oleh kami selama kami jalan sampai nanti kami mendirikan tenda. Kami menyewa 1 orang porter untuk membantu kami membawakan perlengkapan lainnya.

Perjalanan dari ladang – Tanah Merah – sampai pos informasi berlangsung dengan lancar dan gembira. Azzam bahkan sangat tidak sabar, dan cenderung berkata, “Ayo ayo Bapak, jalan!” jika suami saya berhenti untuk mengambil napas atau menunggu saya yang cenderung berjalan lebih lambat.

Kami berhenti agak lama untuk di pos informasi untuk beristirahat sambil bercanda. Azzam sangat gembira begitu diizinkan turun. Azzam memang suka main batu, tanah, dan air. Jadi saya berasumsi, ia akan sangat senang jika diizinkan mengeksplorasi hutan dan sungai. Pemberhentian panjang berikutnya adalah Buntut Lutung. Di sini kami berhenti cukup lama karena hari telah lewat pukul 12 siang. Waktunya makan siang. Cuaca mendung, tapi masih tidak hujan. Alhamdulillah, jadi kami bisa makan tanpa harus kebasahan dan Azzam bisa jalan-jalan di area kami makan siang dengan gembira.

Selesai makan siang, minum teh dan beristirahat sebentar, kami lantas bergegas melanjutkan pendakian. Hujan mulai turun dan menemani kami sepanjang perjalanan selepas makan siang hingga hampir mencapai Alun-Alun Surya Kencana. Karena repot dan cukup deras, kami tidak sempat berfoto untuk mengabadikan momen dalam perjalanan.

Setelah berjalan hampir 4 jam sejak waktu makan siang, akhirnya kami tiba di Surya Kencana. Alhamdulillah… Namun kami belum sampai di lokasi tempat kami bermalam. Kami masih harus berjalan sekitar 45 menit lagi. Surya Kencana, adalah taman bermain yang indah nan luas. Namun kali ini, kami tidak bisa menikmati keindahannya. Kabut yang begitu tebal, hujan dan angin yang menderu kencang memaksa kami untuk berjalan menunduk dan cepat. Tidak ada waktu untuk foto foto. Kami jalan, jalan, dan jalan.

Terus terang, saya sangat mengkhawatirkan Azzam. Saya saja begitu kedingingan, bagaimana dengannya? Saya hanya bisa berdoa semoga Allah menghangatkan dirinya, dan membuatnya sabar hingga kami bisa tiba di lokasi menginap. Untungnya, kami telah memakaikan pakaian hangat beberapa lapis. Berharap dia tidak menggigil dan masih bisa menikmati perjalanan ini, saya terus melangkah dalam hening. Suami saya memilih untuk jalan cepat menembus kabut, meninggalkan saya. Ia sangat ingin segera tiba di Alun-alun Barat, mendirikan tenda, memasak air untuk membuat teh, dan membungkus Azzam dengan sleeping bag agar hangat.

Akhirnya, kami tiba juga di Alun-alun Barat Surya Kencana… Membuka ransel sambil menggigil, bergegas kemudian kami mendirikan tenda. Saya sendiri memeluk Azzam sambil menunggu, memastikan ia hangat dan tidak kedinginan. Bahaya hiportemia akan selalu mengancam. Sambil menunggu, saya meminta Azzam untuk makan biskuit. Alhamdulillah, Azzam masih bawel dan bersedia untuk mengemil.

Malam itu, kami tidur cukup cepat. Hujan masih saja turun dan malam itu berkabut. Hebatnya, Azzam menolak tidur dengan sleeping bag dan jaket tebal. Jadilah malam itu ia hanya tidur dengan sweater dan celana panjang tebal. Kami berharap semoga esok hari cerah, sehingga kami bisa lari-lari di Surya Kencanamu yang indah, sambil berfoto-foto.

Minggu pagi harinya, hujan telah berhenti, tapi masih berkabut. Selesai sarapan pagi, kami bermain-main di Surya Kencana. Alhamdulillah, sesuai harapan saya, Azzam sangat senang bermain di padang ilalang yang penuh dengan bunga edelweis  di ketinggian 2.750 m dpl ini. Dengan percaya diri ia berlarian dan bahkan main layangan di sana. Kabut tebal tidak dihiraukannya. Inilah mimpi saya yang menjadi kenyataan, membawa dan melihat anak saya bercengkrama di ketinggian gunung terwujud sudah. Dan saya pun bertekad, akan ada perjalanan atau pendakian pendakian berikutnya.

Puas bermain dan berfoto di Alun-alun Surya Kencana, kami pun segera kembali ke tenda untuk masak-masak lagi sebelum pulang dan packing. Saya berkali-kali mengingatkan suami untuk tidak turun terlalu cepat, khawatir tersandung akar dan terjatuh. Sungguh sangat berbahaya dan bisa fatal akibatnya. Apalagi, suami saya menggendong Azzam dalam baby carriernya. Belum setengah perjalanan pulang, hujan kembali turun. Untungnya perlengkapan kami lengkap, sehingga Azzam tetap kering dan hangat sepanjang perjalanan.

Turun pukul 1 siang dari Surya Kencana, pukul 5 kami telah tiba di pos pemeriksaan. Kami segera melapor dan bergegas melanjutkan perjalanan. Sedikit lagi, kami akan tiba di vila biru untuk mandi dan makan malam.

Terima kasih Allah, untuk perjalanan ini. Sungguh suatu nikmat yang luar biasa, bersama yang tercinta, bercumbu pada alam raya. Subhanallah.

 

26 Comments

  1. eka
    Eka Wulandari Gobel February 13, 2013 at 3:07 am

    Terharu deh baca ceritanya, dan ikutan tegang ;)
    Azzam pinter & kuat yaa..tampak menikmati perjalanan naik gunungnya, seneng liatnya.
    Bunda & Ayahnya jg keren, kuat & persiapannya mantap!

  2. Kira Kara
    Bunda Wiwit February 13, 2013 at 4:40 am

    Subhanallah.. keren sekalii.. jd inget pengen bgt ngajak ki-ka hiking.. semoga suatu hari tercapai juga… thanks for share :)

  3. ninit
    ninit yunita February 13, 2013 at 7:29 am

    hebat banget nih mama papa-nya azzam!
    dari kecil azzam sudah diperkenalkan dengan alam.

    persiapannya oke banget dan ngajak azzam mendaki gunung. seneng banget bacanya. sukaaa liat foto2 azzam :) happy banget.

  4. qie
    Rizqi Amalia February 13, 2013 at 7:44 am

    Seneng banget bacanya… Mama – papanya azzam keren dan hebat. Azzam juga hebat…
    Semoga saya juga bisa memperkenalkan alam ke anak-anak sejak dini :)
    Thanks for sharing..

  5. cluelessmom
    Mia Aristanti February 13, 2013 at 9:00 am

    Baby carriernya emang te-o-pe-be-ge-te ya :) kami juga pakai untuk trekking hampir setiap weekend. Papanya Jojo juga lagi menanti hari bisa bawa Jojo naik gunung, bersama sobat-sobat Mahitala Unparnya. Semoga gen pecinta alam nurun ke Jojo…

  6. crey
    Chrisye Wenas February 13, 2013 at 11:38 am

    Waahhh kereeennnn!! Seneng perjalanan lancar dan Azzam enjoy naik gunung… Itu asli cantik baget foto masih kabut di padang edelweiss :)

  7. gabriella
    Gabriella Felicia February 13, 2013 at 1:51 pm

    keren banget! suka lihat foto2nya dan Azzam senang di padang edelweiss….

  8. Rosalia
    Rosalia Surya Budi February 13, 2013 at 2:47 pm

    Ya ampyun, keren bgt! :)
    Kami sekeluarga juga pecinta alam pegunungan & travelling, biasanya cuma bisa menikmati dari lereng gunung yg landai, tp kalo hiking sampe puncak belum PD. Pernah hiking 1 jam, istirahat utk ngatur nafas yg ngos2an abis & recharge energi aja bisa 1 jam lebih, bisa2 waktu habis utk istirahat doang daripada mendaki nya..hahaha..#tutup muka#

  9. bunda nouf
    bunda nouf February 13, 2013 at 4:06 pm

    Haiii semua…. salam kenal, terima kasih atas komentarnyaaa. Kami sekeluarga memang pecinta alam, khususnya naik gunung. Sekarang Azzam sudah 4.5 tahun dan sudah jalan sendiri nyaris sampai puncak jika naik gunung. Kapan-kapan nanti kita bikin even di the urban mama untuk ke alam bareng yuuuuk :)

  10. fanny
    Fanny Hartanti February 13, 2013 at 5:50 pm

    wah kerennn banget! gak kebayang bawa anak kecil naik gunung, tyt bisa ya!!
    hebat it azzam, tante aja udah tua belum pernah naik gunung :))

  11. vieni
    Vini Ratnasari February 13, 2013 at 8:20 pm

    ya Allah Azzam hebat banget yah.. ayah bunda nya lebih hebat lagi. saya juga suka jalan2 alam tapi saya pikir setelah menikah dan punya anak hobi itu bakal terhenti. tapi Azzam benar2 memberi inspirasi. hebat!

  12. Emaknye_Khal
    Emaknye_Khal February 16, 2013 at 4:48 pm

    Wah.. Bang Azzam keren …
    Umur 2,5 udh bs naikgunung… Bakat warisan dr mama-papa nya yaa…
    Babycarriernya keren,tp hrgnya mhal2 banget έ :(
    Mg2 Khal bs nyusul jejak bang Azzam,ato mgkin jd partner, klo udh gede nanti ;)♓έ..;)♓έ..;)♓έ..;)♓έ
    Salam kenal bunda nouf

  13. rintul
    Rina Putri February 18, 2013 at 9:44 am

    Wah kok aku sampai berkaca-kaca bacanya :’) seru bangeeettt, pingin banget bawa anak jalan-jalan alam seperti ini, tapi berhubung gak pernah naik gunung, nunggu dia gede aja deh hihihi. TFS!

  14. nanink
    Fajar Widya Trisna February 20, 2013 at 12:56 pm

    hwaaa… iri sangat liat foto2 dan baca ceritanya…
    salah satu cita2 aku dan suami juga mau bawa Alexa jjs ke hutan alias naik gunung ^^. Cuma baru kesampean ajak kemping aja di kaki gn salak.
    Azzam kerenn yah baru 2.5thn udah mendarat di SurKen ;)..
    Kapan-kapan bole juga kita mendaki bareng, sekalian anak-anak ada temennya kan…

    Jadi inget dulu..baru 5bulan abis operasi melahirkan nekat langsung ke sindoro-sumbing.. alhamd 2-2nya sampe puncak dengan merancel Deuter FOX 30 aja.. Cihuy banget deh ;)

  15. marce febriyanto
    marce febriyanto February 20, 2013 at 4:34 pm

    waaah azzam hebat…. sama ma quin(2y9m)kemaren diajak k puncak dieng liat sunrise jam 4 pagi.dingin 14 derajat.kty “tangan nca sakit ma” jd pengen ngajak quin mendaki beneran.tp mak’y yg ngos2an wlw dah sewa porter :D TFS

  16. Bunda nya SaQeena
    pintia pradipta February 25, 2013 at 11:30 pm

    azzam.. bunda nouf.. kmrn pernah baca artikel ini jg, tp hanya terharu dan iri (pgn kayak dulu tkg naik gunung, skrg ga bs)
    eh trnyata.. ga nyangka ih.. kalian emang berjodoh..
    #tambah berderai-derai, td baca artikel “adopted” :(

  17. uthe_bundaadiva
    uthe_bundaadiva February 26, 2013 at 3:18 pm

    Ayah bundanya hebat…Azzamnya pun ga kalah hebat…bangga sama kalian…seruu banget!..*sambilsekamata*

  18. greissani
    Greissani Silvana Dewi March 14, 2013 at 1:43 pm

    Azzam udah gede ya hehehehe…
    baru baca artikel ini keren banget, suka deh baca cerita ato traveling di alam. bunda nouf keren dan salut sama azzam masih kecil tapi kuat #2 jempol

  19. bunda nouf
    bunda nouf April 7, 2013 at 6:22 pm

    makasiiiiihhh…. yang pingin jalan jalan serupa, bisa ikutin TL nya @familytripID Untuk Ibu2 yang dulunya doyan jalan, stlh merit dan punya baby, gak berarti jalan-jalan ke alamnya harus stop…. ayo kita jalan jalan teruuussss :D

  20. bunda nouf
    bunda nouf July 27, 2013 at 10:31 am

    teman-teman ini cerita naik gunung terbaru Azzam http://bundanouf.blogspot.com/2013/04/pesona-gunung-papandayan.html

  21. ephie_donk
    ephie_donk August 16, 2013 at 12:41 pm

    mbak, itu baby carriernya apa ya?

  22. wisnuwidiarta
    wisnuwidiarta October 23, 2013 at 6:30 pm

    Subhanallah! Sangat inspiring!!

  23. Bunda Falisha
    Bunda Falisha October 24, 2013 at 10:49 am

    Wuih kereen.. Azzam dan mama papanya hebat! Saya yg udah tuir aja dulu cuma kuat sampe kandang badak. Sekarang kalo diajak naik gunung sama suami yg sebenarnya dulu senang mendaki pasti saya jawab: “Ntar aja. Saya mau ikut kalo di puncak gunungnya udah ada helipad” wkwkwwkwk

  24. Bunda Yanti
    Bunda Yanti September 29, 2014 at 10:28 am

    Mantap Azzam, salut juga buat Bunda Nouf dan Papanya Azzam.
    Aq juga Pecinta Alam dan sering Naik Gunung wkt Kuliah dulu. Terakhir Naik ke Gede jalur Putri th.2009. Th.2010 aq nikah dan rencana setelah nikah mau Naik, tapi ternyata aq hamil dan berubah rencana. Punya keinginan memperkenalkan anak q dgn kegiatan Naik Gunung ini, tapi sampai sekarang blm kesampaian juga. Setelah liat Postingan Bunda Nouf yg ngajak Azzam Naik Gunung, aq langsung pengen ajak anak q…
    Btw, Baby Carriernya apa y.. Kalo sewa atau beli dmn trus harganya brp..?
    Maksimal berat anak bisa sampe brp kg..?

  25. bunda nouf
    bunda nouf October 1, 2014 at 8:52 am

    Baby carrier nya merek deuter.
    yg tipe 2
    waktu itu beli di tandike.
    waktu itu lagi sale 50% harganya jadi 900ribu.
    bisa digunakan untuk kapasitas maksimum 22 kg.

    sekarang sudah ku jual baby carriernya ke temen aku :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.