Pepperkake

rainiw

Selama musim dingin, pepperkake adalah camilan favorit di Norwegia. Biskuit manis ini terkenal lezat rasanya dan berefek menghangatkan karena kaya akan rempah. Kalau di Indonesia, pepperkake mungkin lebih dikenal sebagai kue kering speculaas, kue warisan zaman Belanda yang rasanya sama-sama kaya rempah.

Pepperkake terkenal sekali di Norwegia. Setiap tahun di musim dingin menjelang perayaan natal, membuat pepperkake adalah aktivitas favorit anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah. Beberapa kommune di Norwegia selalu rutin mengadakan pameran pepperkakehus (gingerbread house) atau yang lebih seru lagi adalah pameran pepperkakebyen (gingerbread town), yakni miniatur kota kecil yang seluruh bangunannya dibuat dari pepperkake dan kebanyakan adalah sumbangan buatan seluruh penduduk kota. Ya, miniatur rumah, gedung, gereja, bahkan stasiun kereta lengkap dengan lokomotifnya semua dibuat dari pepperkake berhias icing sugar, permen serta krim. Salah satu pameran pepperkakebyen terbesar rutin diadakan setiap tahun di kota Bergen.

Tahun ini karena dirasa terlalu mahal kalau tiap minggu harus beli pepperkake (meski banyak didiskon), akhirnya saya mengajak Alma membuatnya sendiri di rumah. Apalagi karena Alma antusias bercerita di sekolah membuat pepperkake bersama guru dan teman-temannya untuk disajikan saat acara minum teh bersama para orang tua murid. Anak-anak tampak bangga sekali menyajikan pepperkake buatan mereka. Kebetulan salah satu supermarket merilis buklet kumpulan resep kue-kue natal khas Norwegia dan salah satunya adalah resep pepperkake.

Bahan:

  • 150 gr mentega
  • 100 ml sirup gula
  • 180 gr gula pasir
  • 100 ml heavy cream
  • 500 gram tepung terigu
  • 1 sdt baking powder
  • 1 sdm bubuk kayu manis
  • 1 sdm bubuk jahe
  • 1/4 sdt bubuk pala
  • 1/4 sdt bubuk kapulaga
  • 1/4 sdt bubuk lada hitam
  • 1/4 sdt bubuk cengkeh

Cara membuat:

1. Untuk membuat pepperkake bertekstur chewy: panaskan mentega, sirup gula dan gula pasir dengan api kecil. Panaskan asal sampai mentega meleleh, jangan sampai bergelembung mendidih. Aduk asal tercampur tetapi tidak sampai gulanya larut. Matikan api. Tuangi cream, aduk. Sisihkan, biarkan suhunya turun sampai suhu ruang.
2. Ayak tepung terigu bersama bubuk rempah dan baking powder.
3. Tuang campuran lelehan mentega-gula ke ayakan terigu, aduk merata sampai membentuk adonan serupa playdough. Adonan ini sebaiknya diaduk dengan mixer yang stabil (dengan kocokan yang berbentuk ulir) atau dengan sendok/centong kayu yang kuat. Dari pengalaman mengaduk dengan spatula plastik, spatulanya sukses patah.
4. Bungkus adonan dengan plastik clingwrap, istirahatkan semalam dalam kulkas. Adonan bisa disimpan dalam kulkas sampai 2-3 hari.
5. Keluarkan adonan dari kulkas, tunggu sampai suhunya suhu ruang.


6. Panaskan oven dengan suhu 160 derajat Celsius.
7. Bagi adonan menjadi dua. Gilas masing-masing adonan setebal 1-2 mm. Bersama si kecil, cetak adonan menggunakan cookies cutter.

8. Susun kue di loyang yang dialasi kertas roti atau olesan margarin dan taburan terigu. Panggang selama 10 menit dalam oven bersuhu 160 derajat Celsius.


9. Setelah pepperkake matang, tunggu sampai suhunya dingin lalu baru dihias dengan icing sugar dan permen warna-warni.
10. Untuk membuat pepperkake yang teksturnya renyah: dengan menggunakan mixer, kocok gula pasir bersama mentega sampai warnanya pucat. Tambahkan sirup dan cream, aduk. Masukkan ayakan tepung-rempah-baking powder, aduk rata sampai membentuk adonan liat. Simpan semalam dalam kulkas, selanjutnya sama seperti cara di atas.

Adapun sirup gula bisa dibeli di toko alat-bahan kue. Kalau tidak ada, bisa juga diganti dengan madu, namun kurangi takaran cream menjadi 75 ml saja. Untuk campuran bubuk rempah, kalau dirasa terlalu repot menakar-nakar bubuk rempah bisa diganti dengan 2-3 sdm bumbu spekkoek yang sudah jadi (banyak dijual per botol di supermarket), untuk satu adonan kue di atas.

Untuk mengisi liburan natal dan tahun baru ini, seru sekali membuat pepperkake bersama si kecil dan menghiasnya sekeluarga. Selamat mencoba, Urban mama!

9 Comments

  1. cindy
    cindy vania December 19, 2014 at 12:17 am

    Yumm!baca artikel ini malah jadi berasa makan kue jahe! Enaaakk :D

    Alma happy banget dong ya itu bisa nyetak kue2nya,berasa main playdough ngga sih ;)

  2. eka
    Eka Wulandari Gobel December 19, 2014 at 6:33 am

    yummmie! jadi terasa manis & aromanya sampe ke sini ai! alma happy banget yaa bisa bikin2 kue. kirim ke sini dooong kuenyaaa

  3. ninit
    ninit yunita December 19, 2014 at 8:08 am

    aiii kirim donggg… gue sukaaa banget nih pepperkake iniii! pas banget di cuaca dingin yaa…

  4. ipeh
    Musdalifa Anas December 19, 2014 at 10:30 am

    baru dengan pepperkeke, namanya lucu banget selucu alma, hihiiii. Aini pokoknya kalau pulang ke tanah air tolong luangkan waktu untuk baking bersama TUM Family ya :)

  5. gabriella
    Gabriella Felicia December 19, 2014 at 10:58 am

    Ini enaaak dan proses bikinnya seru banget! Makasih ya resepnya Ai…

  6. Kira Kara
    Bunda Wiwit December 21, 2014 at 5:33 am

    Alma, tante mau dunk dibikinin iniii.. gak punya oven nih *alasan* xixixi..

  7. siska.knoch
    Siska Knoch December 21, 2014 at 8:00 pm

    Aduuh ai, liat gambarnya aja udah bikin kepengen! mauuu yg udah mateng yaa hihihi…

  8. rainiw
    Aini Hanafiah December 22, 2014 at 12:31 am

    Terima kasiiihh teman2 :D Nanti kalo aku pulang mudik, kubawain yang matengnya ya ;D Yuk yuuukk bikin pepperkake bareng yuukk, seruuu kayak mainan playdough!

  9. Ummu Alfathoni
    Ummu Alfathoni January 9, 2015 at 4:27 pm

    terimakasih sharenya momy… :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.