Manfaat Menggambar dan Perkembangan Motorik Halus Rinjani

nyanya
Almaviva Landjanun She loves creating stuff, more because she's kinda cheap mama, than just creative. Likes to carry mineral water and children's book enthusiast. She lives in Bandung with her husband, Ing Landjanun and their silly girl who has big sparkling eyes, Artanya Rinjani.

Beberapa tahun yang lalu, saya dan suami sengaja mendedikasikan satu dinding khusus di rumah sebagai tempat untuk Rinjani (4,5 tahun) menggambar. Ya, saat itu saya dan suami memang begitu berambisi agar Rinjani menyukai kegiatan menggambar. Namun ternyata Rinjani sama sekali tidak tertarik untuk menggambar. Kadang sedih juga rasanya kalau anak tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi memang kita tidak bisa memaksakan kehendak pada Rinjani. Saat itu Rinjani sedang dalam tahap lebih suka menghapus daripada menggambar. Jadi saya yang menggambar, ia yang menghapus.

Saya lupa mulai kapan persisnya, tapi sudah sekitar setahun ini Rinjani jadi senang sekali menggambar. Padahal kami tidak pernah benar-benar mengarahkan atau memaksa Rinjani untuk suka menggambar. Kami memang selalu menyediakan berbagai macam peralatan menggambar di rumah. Rinjani mau menggambar atau tidak, itu terserah saja. Apalagi melihat saya dan suami juga sering corat-coret di kertas, Rinjani jadi ikut-ikutan dan terbiasa. Lama-lama kertas di rumah cepat habis dipakai menggambar. Sampai-sampai Rinjani kami juluki paper-eater. Dinding yang kami dedikasikan untuk Rinjani sampai saat ini tetap kurang banyak digunakan. Rinjani lebih suka menggambar di kertas lalu mengumpulkan hasil gambarnya untuk ditempel dan dipajang di pojok rumah.

Rinjani juga senang karena kami jarang sekali memprotes gambar-gambarnya. Kami sengaja tidak mengajarkan teknik-teknik dasar atau aturan baku dalam menggambar. Rinjani kami biarkan melakukan eksplorasi, bereksperimen, dan menemukan sendiri seluk-beluk menggambar. Imajinasinya juga dibiarkan beterbangan bebas. Kucing bermuka kotak, rumah yang tidak proporsional, princess bermata satu, Rinjani menggambar apa pun sesukanya. Tapi kami selalu bertanya, kenapa kucingnya bermuka kotak, kenapa rumahnya tinggi sekali, dll. Jadi selain menuangkan imajinasi di atas kertas, Rinjani juga selalu kami pancing untuk berimajinasi lewat cerita. Karena sering ditanyai, Rinjani jadi terbiasa selalu menceritakan apa yang ia gambar. Sekarang, tanpa ditanya pun Rinjani akan menceritakan apa pun yang ia gambar.

Menggambar itu kelihatannya sangat sederhana. Ambil kertas, lalu coret-coret menggunakan spidol. Padahal kalau dipikir-pikir, sebenarnya ada satu proses yang lumayan rumit yang sedang terjadi ketika si anak menggambar dan menceritakan apa yang ia gambar. Saya membayangkannya seperti proses koordinasi antara, otak, tangan, dan mulut. Otak berimajinasi tentang sesuatu, lalu mengirimkan informasi kepada tangan dan memerintahkan tangan untuk menggambarkannya. Distorsi informasi yang terjadi di atas kertas, dikirim kembali ke otak, diproses, lalu dikirim ke mulut untuk diceritakan. Seru ya? Semacam sistem informasi komputer gitu. Makin sering lalu lintas informasi ini terjadi, makin terlatih pula kemampuan motorik sekaligus kemampuan berbahasa si anak. Ibarat sahabat, makin sering mengobrol  akan makin akrab dan saling mengerti satu sama lain.

Perkembangan motorik Rinjani jadi terlihat makin baik sejak ia suka menggambar. Bukan hanya dalam hal menggambar saja, tapi juga dalam hal-hal lainnya. Misalnya, Rinjani sudah hampir tidak pernah menumpahkan minuman, sudah jarang jatuh, dan lain-lain. Apalagi Rinjani sepertinya termasuk anak yang perfeksionis. Pernah suatu waktu Rinjani menangis tanpa suara sambil menggambar. Setelah dicari tahu, ternyata Rinjani sedih karena mewarnai gambarnya tidak rapi dan keluar garis.

Pojok rumah yang kami sediakan untuk menjadi galeri pribadi tempat Rinjani memamerkan karya-karyanya tampaknya berdampak positif. Rinjani jadi makin bersemangat karena merasa karyanya dihargai. Itu sejalan dengan apresiasi terus-menerus dari kami berdua. Memujinya kalau bagus, bertanya kalau ada yang dirasa aneh, atau memberikan respons positif lainnya. Sebagian besar hasil gambarnya Rinjani selalu kami scan. Yang menurut kami cocok, ada yang kami buat menjadi desain sweater anak-anak, poster, dan lain-lain.

Apresiasi itu memang penting sekali untuk terus menjaga agar mood dan semangat berkaryanya tetap tinggi. Apalagi kalau hasil karyanya dipajang di dinding, lalu dilihat oleh siapa pun yang berkunjung ke rumah. Kalau sudah begitu, Rinjani biasanya langsung ingin menggambar lagi dan lagi. Rasa bangga terlihat jelas terpancar di mukanya, karena merasa karyanya dihargai. Sewaktu tahu bahwa Susu Cair UHT Ultra Mimi membuat Gallery #alamimi untuk usia 2 – 6 tahun dan membuka kesempatan kepada semua anak-anak untuk mengirim dan memajang karyanya di situ, cukup dengan upload foto gambarnya tanpa biaya. Selain itu, gambar yang terpilih juga bisa mendapat apresiasi kejutan voucher Mothercare* dari Ultra Mimi per dua minggunya. Rinjani pasti senang sekali kalau karyanya bisa dipajang di situ, dan bisa dilihat oleh banyak orang.

Kebetulan Rinjani memang selalu mengkonsumsi susu UHT Ultra Mimi ini. Sejak kecil Rinjani memang kami biasakan minum susu UHT Ultra Mimi. Selain karena bebas dari bahan pengawet, susu cair UHT Ultra Mimi ini juga bisa diandalkan sebagai asupan nutrisi alami buat Rinjani. Karena saya percaya stimulus motorik alami dari kegiatan menggambar harus diimbangi dengan asupan nutrisi alami yang seimbang untuk membantu memaksimalkan pertumbuhannya secara aman. Rasanya tidak sabar sabar ingin segera mengajak Rinjani belajar kurasi sederhana memilih-milih karya mana saja yang kira-kira menurut dia layak untuk ditampilkan di Gallery #alamimi dan dilihat oleh banyak orang.

*syarat & ketentuan berlaku

14 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit October 23, 2014 at 9:31 am

    Melooonn… Hobinya kayak Kira, nempelin semua hasil karya gambarnya di dinding. Melon keren iihh.. Gambarnya sudah baguuss… Hebaattt…

  2. eka
    Eka Wulandari Gobel October 23, 2014 at 11:55 am

    melon pinter banget siih menggambarnya, ini sih turunan dari ibu bapaknya yaa..
    setuju deh nya, ngga maksain anak harus suka gambar. menggambar biar jadi sarana mereka buat bersenang-senang aja.

  3. gabriella
    Gabriella Felicia October 23, 2014 at 8:21 pm

    Rinjani gambarnya baguuus! Tadinya gw kirain Albert tuh gak suka gambar, karena gw dan suami gak suka gambar. Kita juga jarang gambar2, akibatnya memang gurunya sering memberi masukan kalau motorik halus Albert masih kurang berkembang. Dari situ jadi suka ngajak Albert gambar dan hasilnya dia jadi suka gambar2 gitu…ternyata memang pentingnya ngajak anak corat-coret walaupun orangtuanya gak suka gambar, biar nantinya pas belajar menulis otot2 tangannya sudah lebih terlatih…

  4. ninit
    ninit yunita October 24, 2014 at 6:19 am

    bener yah nyaaa… kalo kadang kalo “diarahkan” anak malah ngga ke arah sana. kalo santai dan liat orangtuanya, malah jadi ke arah yang diinginkan.

    suka deh liat gambar2 rinjani. imajinasinya asik banget… udah gede pasti makin kreatif deh kayak ortunya :)

  5. siska.knoch
    Siska Knoch October 24, 2014 at 8:47 am

    Serius gue baru tau kalo melon ga suka gambar awalnya!!!
    soalnya gambarnya2 (sering liat di IG bapak ibunya) selalu detail walo bentuknya masih ga jelas.
    Makasi banget banget banget uda sharing artikel ini Nya.
    Gue sempet bingung dan akhirnya menyetop kebiasaan migu gambar soalnya migu juga ga doyan gambar.. well kalo gue lagi corat coret gambar u/ buku resep dia suka ikutan tapi dia cuma mau gambar pake cat air warna item. *ampe pening suruh ganti warnanya*
    dan semua gambar yg katanya paus, hiu ampe mobil bentuknya mirip semuaa >.<

    Setelah baca ini jadi mau cobain lagi di siapin di mejanya tanpa aturan berarti, wish me luck.
    Sekali lagi makasi udah sharing artikel iniiiii. Ngasih inspirasi bgt! :*

  6. ZataLigouw
    Zata Ligouw October 24, 2014 at 9:20 am

    duh jadi inget abang Kenan waktu masih kecil, punya pojok kayak Rinjani juga :)

    kalo gw malah agak ekstrim sampe ditegor nyokap, gw membolehkan anak2 berkreasi di tembok mana saja di rumah, alhasil saat anak2 Ken dan Caca masih kecil, tembok rumah penuh dengan coretan. Orang tua sempat protes, namun gw bilang bahwa masa mereka berkreasi seperti ini blm tentu bias diulang prosesnya, sedangkan tembok rumah bias di cat kapan saja kita mau. Sekarang saat si bungsu mulai hobi menggambar, rumah kembali penuh coretan, tapi seperti sebelumnya, tinggal di cat lagi kok kapan2 :)

    Wahh jadi pengen majang karya Sabil di gallery alam mimi juga. Makasih infonya Nyanya!!

  7. sLesTa
    shinta lestari October 24, 2014 at 9:30 am

    sama kayak ella, gue juga ga suka gambar, ario juga bukan yang gambarnya bagus dan bukan yang suka gambar juga, jadi ya udah tau lah naia pasti tumbuh bukan bakal yang seneng gambar2. tapi ternyata dia dari kecil suka gambar. ya supaya dia ada kegiatan aja dan biar ga bosen di rumah. jadi ekskul dia di sekolah itu selalu ikutan art class. dan seru2 banget karya2nya…

    sayang one day, naia pernah mengeluh ga mau ikut art class lagi. gue tanya kenapa, pokoknya ga mau. ternyata somehow gurunya diganti dan guru barunya ini luar biasa galak dan kasar, sampe guru2 di sekolah naia (guru artnya ini vendor yang datang untuk ngasih les ke anak2 di sekolah) justru yang protes dan complain ke art schoolnya untuk gak ngirim guru itu untuk ngajar lagi. abis itu naia balik suka lagi deh ama art class nya..

    namanya art class yaa.. mesti dibiarin anaknya berkreasi macem2. setuju banget!! ya gapapa kalo kuda mukanya kotak, ayam kakinya tiga.. hehhe

  8. hananafajar
    hanana fajar October 24, 2014 at 11:02 am

    nice sharing mba alma…
    rinjani asik banget yaa suka menggambar dan punya “pojok gallery” sendiri:)

  9. nyanya
    almaviva landjanun October 24, 2014 at 11:18 am

    terima kasih mama-mama semuanyaaa. Masih ga nyangka loh Rinjani itu suka ngegambar. Dan seneng manfaat ngegambar ternyata banyak ya. Mana ada gallery #alamimi segala kan, jadi dari kemaren yang ada milih-milih gambarannya Rinjani yang banyaknya ga ketulungan. Trus bingung sendiri deh sekarang mo ngirim yang mana.

  10. thalia
    thalia kamarga October 26, 2014 at 12:38 pm

    dulu, ari pernah dibilangin ama dosennya waktu kuliah… katanya, “talent is the amount of pictures drawn by you that made it to the refrigerator”… kalo dalam hari ini, made it to the wall, kali ya? hihihi…

  11. heniek
    heniek October 27, 2014 at 2:40 pm

    kak rinjani hebatt, asik banget bisa nglatih kemampuan motorik sekaligus jadiin gambarnya untuk desain sweater anak ^_^
    plus dapet info Gallery #alamimi nih, jd semangat pengen uplot juga..
    makasih sharingnya bunda alma…

  12. cindy
    cindy vania October 28, 2014 at 11:29 pm

    Rinjani gambarnya baguuus,suka mewarnai juga ya?
    anak #1 sekarang lagi hobii banget gambar,yang digambar sih selalu truck,tapi udah ngabisin beberapa buku gambar :D

    ide bagus juga yaa kalo dipajang di dinding,dan tentunya beberapa gambar ada yang di upload ke galeri mimi :D

  13. iprytz
    Pryta Aditama October 29, 2014 at 11:19 pm

    Rinjaniiii lagi suka hello kitty yaa?? banyak banget gambar hello kittynya, hihiii.. keren banget deh gambar2nyaa.. :D
    akuuu lagi nunggu masanya Qavi suka gambar, ga sabar liat hasil karyanya nanti..semoga Galeri #alamimi bakal ada terus bertahun2 ke depan yaa.. ihiiyy..

  14. nyanya
    almaviva landjanun October 30, 2014 at 3:24 pm

    Thalia – ahahaha iyaaa. Kulkasnya kecil sih jadi kurang banyak kalo buat dijadiin galeri :D Btw quotenya kereeen. Mo ditulis di dinding pajangannya Rinjani.

    Heniek & Cindy – makasih. yuk-yuk upload ke galeri mimi!

    Pryta – ahahaha iyaaa saat itu lagi suka2nya ama hello kitty. Iya nih, semoga galeri mimi tahun depan ada lagi ya :)

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.