Slow Cooker: Riwayatmu Setelah MPASI

rainiw

Ini salah satu problem klasik para mama saat anaknya ‘hijrah’ dari MPASI ke table food: ‘peralatan perang’ MPASI mau dikemanakan? Salah satunya adalah alat super bernama slow cooker. Bagaimana tidak super ya si slow cooker ini: memasak bubur tim, kaldu ceker dan sup bisa sambil ditinggal tidur? Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Sebenarnya bisa saja peralatan MPASI tersebut disimpan untuk nanti adiknya mulai MPASI, dijual kembali atau dihibahkan. Namun sayang juga kalau sudah beli mahal-mahal tetapi alat tersebut hanya dipakai satu-dua masa saja.

Usai dikaryakan membuat MPASI, kalau dipikir-pikir sayang juga si slow cooker menganggur begitu saja. Mana ukurannya bukan yang imut-imut karena dapat dari kado pernikahan, bukan dibeli khusus untuk masak MPASI. Teringat cerita salah satu teman seperjuangan di forum TUM tentang slow cookernya yang dikaryakan kembali, akhirnya saya cari-cari resep makanan yang bisa dimasak pakai slow cooker. Ternyata ada banyak! Sekarang slow cooker malah menjadi salah satu alat andalan saat menyiapkan makanan sehari-hari. Dari hidangan sup, semur, soto, sampai masak rendang, gudeg, atau ayam pop pun jadi lebih suka menggunakan slow cooker.

Slow cooker ini jadi andalan saya dalam mengolah daging, bahkan sekarang lebih suka mengolah daging pakai slow cooker dibanding pressure cooker. Pressure cooker memang lebih cepat mengempukkan daging, tetapi harus ekstra berhati-hati karena cara kerjanya yang menggunakan uap panas bertekanan tinggi. Uap panas bertekanan tinggi cocok untuk mengolah kacang-kacangan, daging bertulang (potongan iga, buntut, ikan utuh presto serta ayam tulang lunak) atau memasak stok lauk sekaligus agak banyak, tetapi kadang citarasanya tidak se-juicy daging yang dimasak pelan seperti diungkep. Memasak dengan pressure cooker pun tidak bisa ditinggal, harus selalu diawasi. Kalau pressure cooker mematangkan makanan dengan uap panas bertekanan tinggi, slow cooker adalah sebaliknya: menggunakan panas sedang yang stabil (tidak sampai di atas 100 derajat Celcius) yang menyebar selama hidangan dimasak dan mentransfer panas lewat cairan masakan sehingga hidangan matang merata dan citarasanya tidak hilang. Kalau mama perhatikan slow cooker dibagi menjadi dua alat: pot terluar untuk pemanas dan pot porselen bagian dalam slow cooker, pot porselen tersebut dirancang khusus untuk memerangkap panas yang akan mematangkan masakan.

Karena tidak menggunakan panas tinggi, slow cooker ini relatif lebih aman dan bisa ditinggal saat menyala mengolah makanan. Terasa sekali kalau sehari-harinya multitasking: sembari beres-beres rumah, bebersih, mengerjakan hal lain, atau saat tidur malam pun slow cooker bisa tetap ON memasak makanan. Kadang saat slow cooker bekerja saya tinggal belanja ke toko dekat rumah atau jemput Alma ke sekolah. Sampai di rumah, sudah ada makanan hangat tersaji. Cara kerja slow cooker cocok untuk mengungkep daging dan ayam, terutama daging murah yang banyak urat dan tetelan, hasilnya akan lebih empuk. Ini karena dalam waktu tertentu, panas sedang yang stabil akan mengempukkan jaringan ikat (urat) menjadi agak bening (gelatinized) namun tidak membuat jaringan otot (dagingnya) menjadi keras. Jadi dagingnya ‘dirusak’ (baca: dimasak) perlahan-lahan sehingga saat matang masih terasa juicy. Untuk memasak daging dan ayam biasanya saya menggunakan setelan ‘high’ selama 3-4 jam (waktu memasak rendang pernah sampai 5 jam), sementara untuk sup ikan dan sayur menggunakan setelan ‘high’ selama 1 jam lalu ‘low’ selama 1 jam berikutnya atau sampai hidangan matang. Adapun slow cooker cocok untuk membuat hidangan berkuah, mengungkep (stewing) serta mengolah pasta seperti membuat mac and cheese. Slow cooker bisa juga untuk membuat minuman hangat seperti bandrek dan wedang ronde. Satu lagi yang saya sukai dari slow cooker adalah saat akan disajikan tinggal angkat saja pot porselen berisi hidangannya dan letakkan di meja makan. Hemat cucian panci, hehe.

Beberapa tips yang harus diperhatikan saat memasak dengan slow cooker adalah perhatikan batas jumlah cairan untuk sekali masak agar tidak tumpah meluap saat alatnya menyala. Untuk daging, selalu cuci bersih di bawah kucuran air terlebih dahulu sebelum dimasak dalam slow cooker. Kalau akan mengolah sayur, masukkan sayurnya belakangan setelah daging terlihat mulai matang, agar sayurannya tidak hancur terlalu matang. Usahakan juga slow cooker selalu ditutup rapat dengan tutupnya agar panas terjaga stabil sehingga masakannya matang merata.

Salah satu hidangan yang suka dimasak dengan slow cooker adalah ayam pop. Kalau di toko dapat ayam halal, prioritas utama adalah dimasak ayam pop. Ini makanan Indonesia kesukaan Alma, kalau makan bisa sampai tambah berkali-kali. Tidak hanya Alma, mama-papanya pun juga doyan. Ayam pop slow cooker ini jadi penyambung rasa kangen kami akan makanan Indonesia. Apalagi kalau dimakan bersama lalap timun sambal petai… serasa betulan makan di rumah makan Padang.

Bahan:

  • 6-8 potong ayam, pisahkan kulitnya
  • 15 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • seruas jahe
  • 5 butir kemiri
  • 350 ml air kelapa muda
  • 350 ml santan encer
  • 300 ml air matang atau secukupnya sampai ayam terrendam
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 1/2 batang sereh, geprek
  • 1 lembar daun pandan, simpulkan
  • 1 sdm cuka (atau 2 sdm air perasan jeruk nipis)
  • garam
  • bubuk lada putih
  • 2 sdm minyak kelapa atau minyak goreng

Bahan sambal:

  • 10 buah cabai merah
  • 6 siung bawang merah, kupas
  • sebutir tomat merah
  • 3 sdm minyak kelapa atau minyak goreng
  • 1 lembar daun jeruk
  • 1/4 sdt terasi atau 1 sdm teri medan
  • 2 sdm air perasan jeruk nipis
  • garam-gula
  • petai, sesuai selera
  • pelengkap: potongan ketimun & kukusan daun singkong atau kale

Cara membuat:

  1. Untuk bumbu halus: blender bawang putih-merah, jahe serta kemiri, beri sedikit air.
  2. Campur air kelapa dan santan encer, sisihkan.
  3. Susun potongan ayam dalam slow cooker. Tuang semua bumbu halus, aduk bersama potongan ayam.
  4. Tuang campuran air kelapa muda dan santan.
  5. Beri daun jeruk, daun salam, sereh serta daun pandan. Bubuhkan garam, lada dan cuka/air jeruk nipis. Tambahkan air sedikit asal menutupi seluruh permukaan ayam, jangan kebanyakan.
  6. Masak dalam slow cooker selama 2-3 jam dengan setting ‘high’ atau sampai ayam putih matang.
  7. Olesi ayam yang sudah matang dengan minyak kelapa/minyak goreng lalu panggang 10 menit dalam oven suhu 160 derajat Celcius. Boleh juga digoreng sebentar. Kuah kaldu ayam popnya bisa dipakai untuk membuat soto atau sup; sebaiknya simpan dalam wadah kaca bersih bertutup rapat. Kalau disimpan dalam kulkas bisa tahan 2-3 hari
  8. Untuk sambal: kukus bawang, cabai dan tomat sampai kulit tomat pecah. Bisa juga direbus air mendidih sampai kulit tomat pecah. Angkat, lalu blender bersama sedikit minyak. Panaskan minyak, tumis blenderan cabai-bawang-tomat bersama daun jeruk sampai harum dan meletup. Matikan api, selagi sambal masih panas tambahkan terasi atau teri medan. Aduk dan cicipi, beri garam gula sesuai selera. Terakhir beri air jeruk nipis, aduk. Kalau saya suka menambahkan potongan petai (barang 3-4 butir) saat sambalnya masih panas. Aroma petainya jadi infused ke dalam sambal. Hmm, membayangkan ini saja air liur langsung terbit.
  9. Sajikan ayam pop bersama sambal, lalap ketimun dan daun singkong kukus dan sepiring nasi hangat. Atau sebakul. Untuk sementara sebaiknya perut libur dulu dari diet.

Bagaimana urban mama, mudah sekali kan? Ada yang punya resep andalan lain yang bisa dimasak dengan slow cooker?

17 Comments

  1. Kira Kara
    Bunda Wiwit January 25, 2015 at 8:32 am

    aarrgghhh.. aku dulu jaman masak MPASI belum mampu beli slow cooker. tapi justru akhir-akhir ini, setelah anak 4 tahun lebih, malah pengen beli slow cooker. aku pengen bikin dulche de leche :(

  2. cindy
    cindy vania January 25, 2015 at 1:32 pm

    huhu..jadi kepikiran slow cooker lagi deh.
    sama kayak mbak wiwit,jaman MPASI ngga beli SC karena memang ga butuh,tapi ternyata bisa yaa buat masak masakan biasa gini.
    pengen nyobain ayam pop deh *brb ke warung padang*

  3. Tickzie
    Mustika Kusumaningtyas January 25, 2015 at 6:25 pm

    waah.. slow cooker sih udah diakuisisi sama ibuknya. hehehhe.. lepas mPASI kerja SC malah makin berat soalnya dipake masak terus. Andelan banget biin sop buntut, dan sop daging pake kacang merah. Masukin semua bahan, plus tumisan bumbu tinggal ke mall, atau tinggal tidur, subuh matiin. pulang mall, atau bangun tidur, tinggal ngambil nasi panas.

    Sekarang makin diabuse, buat ngempukin ceker, bikin balado daging, bikin molten cake. hahahhah. Juara deh, gada matinya. Pengen upgrade size nih, tapi kok mahal beneeer yaaa yang takahi. :P

  4. kriww
    Wulan Hermawati January 26, 2015 at 7:28 am

    kalau aku mom, slow cooker sejak awal dipake emaknya hihihi… soalnya aku salah strategi beli slow cooker 5 liter alhasil ga kepake masak mpasi karena kegedean dan ga pernah abis (aku gak pake frozen mpasi karena banyak waktu luang hihihi). akhirnya mpasi pake panci di kompor, slow cooker dipake masak gudeg #eaaaa

  5. gabriella
    Gabriella Felicia January 26, 2015 at 2:58 pm

    Wah bisa bikin ayam pop ya ternyata di slow cooker! Jadi pengen mempekerjakan si slow cooker lebih sering kalau gitu ah…

  6. ipeh
    Musdalifa Anas January 26, 2015 at 3:25 pm

    ayam pop kesukaan Lana juga. Asik mau coba ah, tp gak punya slow cooker berarti masak di panci biasa aja bisa ya ai?

  7. momzaidan
    momzaidan January 26, 2015 at 4:05 pm

    Hai bunda
    Aku newbie, mau tanya2 kalau flea market gimana cara liatnya y?
    Tks b4

  8. ZataLigouw
    Zata Ligouw January 27, 2015 at 8:37 am

    Dear momzaidan, bisa buka link ini utk baca2 caranya dan lihat2 contohnya:
    http://theurbanmama.com/forum/topic2344-flea-market-the-urban-fit-januari-2015.html

  9. ZataLigouw
    Zata Ligouw January 27, 2015 at 8:39 am

    Aini, bener banget nih, dulu gw juga sempet bingung mau diapain si slow cooker setelah anak2 gak perlu lagi, untung setelah browsing2 dapet ide2 makanan yang bisa dimasak dengan benda ini.

    Kebetulan banget anak2 juga doytan ayam pop sekarang, makasih ya resepnya Ai..

  10. ninit
    ninit yunita January 27, 2015 at 9:42 am

    waaah asik banget nih ai!
    gw ga punya slow cooker malah jadi pengen punya gara2 ini! :’D

  11. adelina
    Adelina January 27, 2015 at 9:56 am

    aaak ada resep ayam pop pake slow cooker! like this mama Ai :D pernah nyoba resep ayam pop tapih tapih gagal :( mau nyoba yang satu ini. Bener banget slow cooker aku pake buat ungkep ayam,ikan, tapi belom pernah nyoba pake pasta2an dan daging.. mau resep dan tipsnya ya mama Ai kalo ada *wink wink*

  12. Zaidan Mum
    Zaidan Mum January 27, 2015 at 4:52 pm

    Mba zata makasih infonya..
    Mau cari2 nie

  13. bunda_rizma
    bunda_rizma January 28, 2015 at 2:19 pm

    @mama aini wah tfs yah… langsung di capture resepnya. kasian sc banyakan nganggurnya :D
    @mama mustika keren jg kepake bgt malah ya skrg.

  14. eka
    Eka Wulandari Gobel January 30, 2015 at 12:36 am

    tfs ai, waah asyik banget yaa masak-masak pake slow cooker! bener banget, kalo pake pressure cooker memang harus lebih hati-hati dan harus diawasi. pake slow cooker bisa sambil santai-santai ya ai. duh itu ayam popnya menggoda sekali siih..

  15. hananafajar
    hanana fajar January 30, 2015 at 3:20 pm

    huaaa ini juga nihhh baru liat manfaat SC ternyata bisa ya bikin ayam pop…*lap iler.. tfs mba aini:)

  16. mamazahra
    mamazahra February 2, 2015 at 10:23 am

    emang sc ini mantep banget, apalagi pas bulan puasa abis tarawih cemplung-cemplung pas saur siap semua :)

  17. Fajrin Dina
    Fajrin Dina July 26, 2015 at 12:03 am

    Menarik, makasih tips nya

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.