Hai Fan. Mau sharing dikit aja ttg properti di Indonesia. basically ada 4 macam ya. gue coba bahas satu-satu berdasarkan sebatas yang gue tau.
1. tanah
+ value akan selalu naik
- generating income: sayangnya tidak
+ tanah itu sama dengan emas, kalo gue liat. Dengan membeli tanah, uang lu akan disave dari inflasi karena kenaikan nilai tanah > inflasi. tapi ya itu, sifatnya ya hanya investasi.
+ hak milik (bukan hak guna)
- barrier of entrynya tinggi. pemain tanah itu kebanyakan harus cash atau cash bertahap. Kebayang kalo harganya 1-2 milyar beuh, gak kekejar.
+ harga tanah akan selalu naik. bedanya hanya percepatannya saja. beli tanah di sentul. bogor, cukup murah tapu 10 tahun lagi baru kerasa manfaatnya. beli tanah dekat jakarta, muahal tapi keniakkannya tinggi.
2. rumah
+ kalo bagus/baru bisa langsung dikontrakkan.
+ kontrak = passive income.
+ value tanahnya selalu naik.
- value bangunan naik sekitar 20-30 tahun, setelah itu turun karena bangunan punya umur. Setelah itu kalo jual, rumah lu akan dihargai tanahnya aja.
Dari sini terlihat bahwa investasi di properti rumah, kita punya keuntungan. valuenya naik DAN generating income.
+ bisa KPR. jangan takut, meski tinggal di luar negeri, tetep bisa KPR. temen2 gue banyak sekali yang seperti ini. Kalo mau tau seluk beluk KPR dengan penghasilan kerja luar negeri, bisa PM gue dan geu akan direct elu ke temen-temen gue ini.
- location, location, location. Lokasi menentukan nilai investasi juga. mesti pinter-pinter milihnya. Beberapa tips yg gue tau:
1. deket tol bagus
2. deket stasiun kereta bagus.
3. sekarang ini mending incer rumah yang akan dilalui rencana subway jakarta. ke depannya akan sangat mahal.
- harga kontrakan agak tricky juga. Ada yang punya rumus beda-beda dalam menentukan harga kontrakan.
untuk rumah dan apartemen:
a. Ada yang bilang bahwa harga kontrakan perbulan sebaiknya 1% dari nilai beli rumah. kenapa? karena suku bunga KPR sekarang adalah 12-13%. Misalnya kita cicil KPR nih, kena 12%. Kalo rumah yang sama langsung kita kontrakin 1% per bulan, kita basically auto finance. Misalnya harga rumah 700 juta. Maka kita kontrakkan 7 juta perbulan. Masalah dengan rumus ini adalah bahwa lantas harga rumah gak bisa terlalu tinggi. I mean, ngontrak 7 juta perbulan itu agak berat bagi kebanyakan orang. kalo maksimal daya beli orang 5 juat sebulan, maka mending kita cari rumah yang 500 juta sebulan. nah...di deket jakarta udah gak ada rumah semurah ini.
b. Ada yang bilang bahwa harga kontrak yang pantas itu adalah harga beli / 20 tahun. Harga 700 juta / 20 tahun = harga kontrak 35 juta pertahun = 3 juta perbulan. Ini lebih make sense bagi pengontrak. Bagi yang pemilik rumah, ini nombok. tapi gak papa. Setidaknya cicilan tetap jadi ringan.
Kalo beli rumah tapi gak dikontrakin, sayang Fan. Rumah itu akan membangkai dan cepet aja rusak. kalo dikontrakkan kan setidaknya berguna pengontrak dan pemilik.
3. Apartemen.
+ sangat-sangat convenient bagi pengontrak
- 2nd hand market banyak yang overpriced
+ kalo mau beli apt, beli 1st hand sebelum dibangun. tapi harus riset developernya dulu. bagus apa nggak reputasinya. kalo digoogle dan udah pernah masuk berkas pengadilan yah..hindaril ah. dari harga 1st hand, jika elu jual,. untungnya sangat besar. tapi kalo elu beli dari secondary market, hukum sebaliknya berlaku. Pembeli pertama udah ngambil untung banyak dari sana.
- mesti extra careful dalam membeli meski pun 1st hand. kelemahan banyak developer sekarang adalah membangun apartemen dengan 500-700 unit (lihat rasuna). nanti 30 tahun lagi kalo mau en-bloc (beli dari semua pemilik untuk dirbuhkan) pasti repot. Makanya ghindari beli apartemen yang kompleknya masif. pilih yang kecil tapi private.
- kalo beli apartemen di Indonesia, sebaiknya dijual 10-15 tahun karena umur bangunannya akan menurunkan harga jual.
- hak guna bangunan, bukan hak milik.
+ biasanya yang pengen kontrak di apt lumayan mampu untuk membayar 5-7 juta per bulan. jadi worth it untuk cicil apt.
+ Anti macetnya membuat apartemen tetap diburu banyak orang meski mungkin yang udah berpengalaman tahu mereka akan memiliki apartemen ini 10-15 tahun, abis itu jual dan beli yang yang baru. Soalnya orang mikir gini: gue kontrak 5 juta sebulan di pinggir kota tapi abis 1 juat di transport. mending gue kongtrak 6 juta sekalian tapi gak macet di tengah kota.
untuk rumah dan apartemen:
+ barrier of entry lumayan rendah. karena bisa autofinance, lu bisa cicil dengan modal DP doang. Elu cukup punya modal 30% harga jual, ajukan KPA ke bank, cari pengontrak, dan sisanya autofinance atau nombok.
Kalo elu serius dalam investasi properti, apartemen masih rekomen punya, tapi jika elu punya 4 properti, disarankan hanya 1-2 saja yang apt. sisanya mending bentuk lain. Intinya gak dianjurkan untuk punya 10 bangunan itu apartemen semua.
by the way, kemarin kita liat ada apartemen lagi di bangun, bagus banget. namanya "1 P**k v**w" di bilangan gandaria. highly recommended kalo kata gue. unitnya sedikit. kalo sampe 40 tahun lagi mau en-bloc gak akan susah deal sama pemilik2nya.
Rgds.
Before I have kids I have 2 parenting theories.
I have 2 kids now. And I have no theory.