
Nama : Anisyah
Twitter account : @iyasmommy
Email : anisyah@gmail.com
Judul foto : A lovely thing called 'Bonding'
Cerita foto :
Semenjak bayi kami- iyas -masih dalam kandunganku, hubby sudah memutuskan ingin dipanggil "ayah" instead of papa atau panggilan lainnya. Hal ini sedikit kontras denganku yg ingin dipanggil "mommy" nantinya oleh anak kami 
Kenyataannya, begitu iyas lahir ke dunia dan kini telah berusia 1,5 tahun, milestone-nya dalam mengucapkan "ayah" terdengar lebih jelas dan akurat dibanding menyebutkan "mommy" yg masih sering dia ucapkan dengan "mama". Hehehe agak sedikit iri sih dengan hubby, tapi aku yakin it's only a matter of time, pada saatnya iyas akan bisa menyebut "mommy" dengan jelas, kalaupun ia ingin memanggilku dengan sebutan "mama" juga tak masalah bagiku.
Oke, back to figur "ayah" ya..
To me personally, hubby adalah sosok ayah yg mampu mengimbangi sikap "parno"-ku sebagai ibu. Contoh nyata adalah saat-saat iyas mulai belajar berjalan. Aku sangat khawatir untuk memberikan kesempatan iyas berjalan sendiri sehingga ia lebih banyak kutuntun dalam berjalan, dan jarang sekali aku berani melepaskan pegangan tanganku terhadapnya disebabkan kekhawatiranku bahwa ia akan terjatuh. Namun lain halnya dengan hubby, ia lebih tenang dan berani 'mengambil resiko' dengan sesekali membiarkan iyas bereksplorasi dalam berusaha melangkah sendiri. Dan benar saja, iyas kemudian mampu berjalan sendiri dikarenakan sering 'diberi kebebasan' berlatih melangkah oleh ayahnya.
Hubby juga adalah figur ayah yg spesial saat tiba waktunya menyanyikan lagu nina bobo buat iyas. Ia seringkali menyanyikan lagu nina bobo versi "javanese" buat iyas, yg kemudian terbukti seringkali ampuh membuat iyas terlelap. In case ada yg tidak tahu seperti apa "javanese lullaby" itu, liriknya kurang lebih didominasi oleh kata2 "tak lelo, lelo-lelo, legung.." dengan nada jawa yg khas dan jauh berbeda dengan lirik dan lagu nina bobo yg kita kenal pada umumnya.
Oh, selain itu ada satu hal lagi yg baru-baru ini menjadi kegemaran iyas bersama ayah-nya, yaitu 'tos bersama'
Aku sendiri pertama kali melihatnya agak sedikit 'takjub' karena belum pernah mengajari iyas seperti itu sebelumnya. Selama ini melihatnya bertepuk tangan saja sudah jadi hal yg sangat membanggakan buatku.. Namun ternyata aktivitas 'tos bersama' ini, meskipun sederhana, juga menjadi sesuatu yg tak kalah lucunya untuk diamati. Biasanya ayah yg akan lebih dulu berujar kepada iyas : "ayo iyas, tos dulu sama ayah.." Kemudian ayah akan membuka telapak tangan kanannya ke hadapan iyas dan dengan antusias iyas akan langsung membalas dengan menempelkan telapak tangannya yg mungil ke telapak tangan ayah, lalu menepuknya dengan keras berulang-ulang sambil tersenyum riang...
Somehow, hubby memiliki "his own speciality" yg membuat sosoknya sebagai ayah buat iyas menjadi unik dan mampu melengkapi figur-ku sebagai seorang ibu.
Mungkin bagi seorang ibu, membentuk "bonding" atau ikatan kasih sayang dengan bayinya akan terasa lebih alami karena para ibu melewati fase mengandung, melahirkan dan menyusui yg membuat kita mampu membangun kedekatan itu dengan lebih 'mudah'. Lain halnya dengan para ayah yg terkadang hanya bisa menyaksikan itu semua. Tapi aku yakin semua ayah pasti juga menemukan caranya masing2 dalam membangun a lovely thing called 'bonding' dengan buah hatinya.
Happy father's day to my hubby, semoga dari hari ke hari selalu bertransformasi menjadi ayah yg lebih 'mantap' lagi buat anak-anak kita kelak. Your presence really means a lot to me, as you're my great partner to be a great parent to our child(ren)..
Last edited by iyasmommy (2011-06-21 12:12:46)