“Wah ini berat badannya kurang! Kok berat badannya dibawah garis merah? Jangan-jangan kurang gizi… Anaknya kurus sekali…”

Saya sudah terlalu sering mendengar kalimat-kalimat seperti itu. Apalagi dengan dua anak yang lahir prematur dan perkembangan berat badannya sangat lambat. Sampai saat ini, saat mereka sudah berusia 4 tahun lebih, berat badan Kara (salah satu anak kembar saya) tidak pernah lolos dari garis merah. Petugas Posyandu pun sudah sangat hafal dengan isi KMS (Kartu Menuju Sehat) yang saya bawa. Tanpa melihat nama, hanya melihat kurvanya saja bisa menebak kalau itu KMS milik Kara.


Ibu mana yang tidak ketar-ketir mendapat stempel seperti itu? Rasa khawatir pasti ada. Segala cara pun juga pernah saya lakukan.

Ternyata terus-menerus merasa khawatir tidaklah menjadi solusi. Saya merasa tidak nyaman dengan perasaan khawatir yang menghantui. Alih-alih membantu saya berpikir rasional, rasa khawatir justru akan menghambat perkembangan anak-anak saya. Saya tidak akan bisa melihat bahwa di balik tubuh kurusnya, mereka menyimpan sejuta potensi. Jadi untuk apa saya mengkhawatirkan satu hal jika saya bisa mensyukuri banyak hal?


Untuk membantu berpikir rasional,  mari kita belajar apa itu slow-growth. Anak yang dikategorikan slow growth biasanya memiliki pertumbuhan badan yang lebih lambat dari anak seusianya. Penyebabnya bisa berbagai macam, mulai dari masalah metabolisme, kekurangan zat besi, hingga masalah kecukupan gizi.  Anak yang memiliki masalah pertumbuhan badan perlu diwaspadai, apakah masih dalam ambang batas normal atau mengalami gagal tumbuh.


Untuk melihat pertumbuhan badan anak, orang tua bisa menggunakan acuan growth chart. Expert TUM pernah membahas tuntas tentang growth chart ini di sini.

Lantas apa yang harus dilakukan ibu yang memiliki anak dengan pertumbuhan badan yang lambat? Berikut langkah-langkah yang pernah saya lakukan:


  1. Konsultasikan dengan ahli tumbuh kembang anak. Cari tahu penyebabnya, agar bisa mendapat solusi yang tepat. Penanganan untuk anak yang kekurangan zat besi akan berbeda dengan anak yang memiliki masalah dalam metabolisme dan pencernaan.

  2. Diet tinggi kalori. Makan banyak dengan makanan yang rendah kalori tidak banyak membantu menaikkan berat badan anak. Jadi pelajari dan kumpulkan resep-resep yang mengandung kalori tinggi. Camilan buah dengan kalori tinggi seperti avokad dan mangga juga efektif untuk membantu menaikkan berat badan anak.

  3. Makan makanan dengan porsi kecil, tetapi sering. Tips ini lebih efektif untuk menaikkan berat badan anak, dibandingkan makan banyak sekaligus, tetapi jarang. Tips ini juga efektif untuk anak yang sedang masuk masa GTM untuk menjaga asupan kalori.

  4. Pantau terus pertumbuhan dan perkembangan anak. Mulai dari pertumbuhan berat badan, tinggi badan, perkembangan motorik kasar, motorik halus, sosial, emosional dan kemampuan-kemampuan yang lainnya. Karena setiap anak itu unik, jadi pertumbuhan dan perkembangan setiap anak akan berbeda-beda. Gunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) sebagai instrumen untuk memantau tumbuh-kembang anak.

  5. Pelajari potensi anak. Stres karena berat badan anak tidak akan membantu berpikir rasional. Jadi mempelajari potensi anak yang lain akan sangat membantu orangtua untuk selalu bersyukur dan terus semangat mendidik dan mengasuh buah hati.


Jadi untuk apa berlama-lama sedih dan khawatir? Anak slow-growth pun bisa tumbuh dengan gemilang.

12 Comments

  1. avatar
    Kartika Handriani October 10, 2015 11:35 pm

    TFS mba Wiwit, anak saya juga lahir prematur (1,5kg) dan skrg pun msh mungil badannya dibanding anak2 pd umumnya. Walhasil sll dpt komentar "koq kecil y anaknya?"...Alhamdulillah skrg sih udah kebal dan bs senyum cuek, hehehehe.
    Pada akhirnya mmg harus berpikir positif y mba, karena secara gak langsung akan berpengaruh pd anak qt sendiri. InsyaAllah dibalik badannya yg mungil, tersimpan berjuta potensi dalam diri mereka. Oia, sejak bb anak saya lambat, saya mulai berhenti memanggil/menyebut ia "sikecil", sugesti aja biar gak galau:D
    Jadi semangat lagi tuk asuh si buah hati...

    1. avatar

      As .



  2. avatar
    alwiyani July 3, 2015 10:07 am

    Terimakasih artikelnya..sempat merasa sedih krn bb Nabilah masuk dalam kategori 'kuyus' tp langsung bangga krn hal-hal hebat lain yg bisa dilakukannya.

    Kiss-kiss buat si kembar ya mbak

    1. avatar

      As .



  3. avatar
    Cindy Vania May 27, 2015 7:23 pm

    mbak wiwiitt..aku padamu deh.. semoga Kira dan Kara tumbuh sehat dan selalu aktif yaa..

    itu lucu2 banget pas masih bayiikk..sekarang udah gadis :D

    1. avatar

      As .



  4. avatar
    Aini Hanafiah May 21, 2015 11:52 pm

    Hahahaa si kembar lucuuu xD Tfs yaa Wit, hebat deh bisa tetap berpikir positif saat komentar orang lain bikin down kyk gitu. Memang harus gitu ya, dan selalu berusaha melihat yg terbaik dari anak2 :)

    1. avatar

      As .



  5. avatar
    WiwiT May 21, 2015 6:29 am

    @teh Eka: iyaa... kangen juga sama kakak Enzo-Dante. Kangen dikasih bunga lagi :)
    @rajwamommy: Terima kasih *toss*
    @Devi Zulkarnain & Pryta Aditama: Sepertinya kita sesama ibu-ibu mungil yaa... haha. At least besar nanti anak-anak tetep awet langsing kayak ibunya. *menghibur diri*
    @Zata: *ketjup manis kakak Zata*
    @Annisa Permata: betuulll... Seneng ya kalau dapat DSA yang sehati. Jadi lebih tenang :)

    1. avatar

      As .



Post a Comment

You must be logged in to post a comment.