TUM's Weekly Roundup: 23 November 2018

Apa kabar, urban Mama dan Papa sekeluarga? Bagaimana aktivitas yang dijalani seminggu ini, semoga semuanya berjalan lancar ya.

Tak terasa kita akan memasuki minggu terakhir di bulan November 2018. Minggu ini diisi dengan beberapa topik bahasan menarik, di antaranya mengenai filosofi metode Waldorf, menghitung estimasi biaya pendidikan anak, perbedaan asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan, serta resep kitty profiteroles yang tak hanya lezat namun juga tampak menggemaskan.

Pernahkah Urban Mama mendengar tentang Metode Pendidikan Waldorf Steiner? Mama Febi Purnamasari berbagi kisahnya saat menghadiri diskusi parenting bertema “Rhythm as A Gift for The Child and Family”, yang diadakan oleh Indonesia Waldorf Steiner Association. Narasumbernya adalah Edith Van Der Meer, yakni mentor komunitas Waldorf Steiner di Indonesia dan sebelumnya sudah belasan tahun mengajar anak-anak usia prasekolah hingga sekolah dasar. Salah satu fokus sentral dari pendidikan Waldorf adalah pengembangan imajinasi dan kreativitas anak. Metode pendidikan ini juga sangat menekankan upaya-upaya menjaga alam. Salah satu filosofi yang ditekankan dalam pendidikan Waldorf adalah koneksi dengan alam, dengan menunjukkan ritme alami kehidupan dan kekerabatan manusia dengan seluruh makhluk hidup kepada murid-muridnya. Karena itu, rutinitas anak untuk bersentuhan langsung dengan alam menjadi bagian dari kurikulum sekolah-sekolah dengan metode pendidikan Waldorf, contohnya mulai dari keterlibatan murid di kebun sekolah sampai ketersediaan banyak waktu istirahat dan kelas-kelas di luar ruangan. Tak hanya aspek intelegensia, metode Waldorf juga memberikan pendidikan menyeluruh tentang cara menjadi manusia dewasa merdeka yang bisa menentukan hal yang dinginkan meski bukan sebebas-bebasnya. Metode pendidikan Waldorf juga sangat menganjurkan bermain bebas (free play) menjadi bagian dari rutinitas keseharian anak. Seperti apakah penerapan filosofi metode Waldorf ini dalam ritme keseharian anak di sekolah dan di rumah? Urban mama dapat membacanya lebih lengkap dalam artikel Ritme Keseharian Anak dalam Filosofi pendidikan Waldorf.

Kembali lagi dalam bahasan seputar persiapan biaya sekolah anak. Kalau urban mama dan papa mendengarkan acara bertema Financial Planning di media elektronik ataupun seminar, ada satu istilah yang sering disebut-sebut oleh sang Financial Planner: future value. Perhitungan Future Value ini sering dipakai untuk memperkirakan biaya di masa depan berdasarkan biaya pada saat ini, salah satunya untuk menghitung biaya pendidikan anak 10 tahun mendatang berdasarkan biaya pendidikan anak saat ini. Setelah mama dan papa melakukan survei biaya sekolah dan mendapatkan gambaran target biaya pendidikan yang diperlukan saat ini, barulah bisa menghitung kira-kira berapa dana yang harus diinvestasikan untuk mencapai target di masa depan, misalnya untuk 10 tahun mendatang. Ternyata hitung-hitungan future value ini bisa urban mama dan papa buat menggunakan Microsoft Excel. Adapun cara menghitung future value ini dibagikan dalam instastory akun @the_urbanmama dan lebih lengkapnya dapat mama baca dalam artikel Menghitung Perkiraan Biaya Pendidikan Anak.

Kalau sudah berhitung-hitung future value untuk biaya pendidikan anak, barulah kita dapat memilih jenis investasi mana sajakah yang dapat membantu kita mencapai tujuan finansial dalam menyiapkan dana pendidikan tersebut. Produk investasi berbau 'dana pendidikan' yang seringkali ditawarkan adalah asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Namun apakah kedua produk tersebut dapat secara maksimal membantu orangtua dalam menyiapkan dana pendidikan anak sesuai future value yang dibutuhkan? Ligwina Hananto, financial planner dan CEO Quantum Magna Financial, membahasnya secara lengkap dan ringkas dalam tulisan Asuransi Pendidikan vs. Tabungan Pendidikan. Menurutnya, sebelum memilih produk investasi apapun konsumen harus harus tahu dulu, "Tujuan Lo Apa". Tak jarang hanya karena produk investasi tersebut ditempeli kata "pendidikan" di belakangnya, lantas orangtua langsung membelinya demi memenuhi rasa tanggung jawab. Dalam tulisan tersebut juga Ligwina Hananto menjelaskan beberapa perbedaan dan faktor plus-minus dari masing-masing produk tersebut.

Sudah pusing memikirkan hitungan biaya pendidikan anak? Mari tarik napas dalam-dalam sejenak ya, mama. Atau regangkan tubuh, minum teh manis, sambil menikmati camilan kue manis yang lezat, seperti kue Kitty Profiteroles Choux yang resepnya dibagikan oleh Mama Enji Magetsari.
Saat ini banyak sekali bakery yang menawarkan berbagai macam kue pastry, antara lain pastry jenis profiteroles atau puff pastry -seringkali kita kenal sebagai choux atau kue sus- berbagai ukuran dengan isian cream custard. Kali ini mama Enji berbagi cara mudah memodifikasi pastry puff siap-pakai yang bisa Urban Mama dapatkan di bakery terdekat dengan isian yang dibuat sendiri ataupun siap pakai. Kitty Profiteroles ini mudah sekali dibuat menyerupai bentuk yang lucu menggemaskan. Si kecil pun akan menyukainya karena berisi krim manis yang lezat. 
 
(Gambar: www.pexels.com)

Nantikan selanjutnya tulisan-tulisan menarik dan informatif di The Urban Mama minggu depan. Selamat berakhir pekan dan selamat berkumpul bersama keluarga tercinta, Urban Mama dan Papa!

0 Comments

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.