Pola Pernapasan

lisa namuri
Lisa Namuri Private instructor para sosialita dan selebriti. Instruktur yang sudah fully certified di STOTT Pilates dan salah satu brand ambassador untuk sebuah produk kecantikan.
Website: http://www.lisanamuri.com/
Have question for our experts ?
Feel free to ask them here!
Lisa Namuri
Private instructor para sosialita dan selebriti. Instruktur yang sudah fully certified di STOTT Pilates dan salah satu brand ambassador untuk sebuah produk kecantikan.

website: http://www.lisanamuri.com
twitter: @lisanamuri

Sebagai permulaan, tarik napas panjang lalu embuskan perlahan.

Nah… sekarang mari mulailah membaca artikel ini.

Bernapas adalah fase paling penting dalam hidup. Itulah yang membedakan kita dari yang tidak hidup. Tapi, apakah kita menyadarinya? Apakah urban Mama pernah memperhatikan pola napas masing-masing? Panjang? Pendek? Berat atau ringan?

Kita bernapas dengan mengggunakan otot diafragma. Tidak usah diingat apa namanya, tapi yang pasti otot ini akan bergerak naik-turun dari perut ke dada dan sebaliknya. Jika otot-otot di area ini tidak mendukung pergerakan diafragma, tentunya pernapasan menjadi terganggu.

Pernapasan menentukan banyak hal, mulai dari proses metabolisme tubuh, tingkat stress, konsentrasi, bahkan sampai proses pengendalian diri. Contohnya, jika orang sedang marah, napasnya menjadi pendek atau tersengal-sengal, kemudian orang di sekitarnya akan berkata, “Tenang… tarik napas panjang…” dan seketika emosi orang yang sedang marah tersebut sedikit mereda. Jika orang sedang ketakutan atau panik, biasanyanya pernapasannya juga menjadi terganggu. Terlebih para atlet yang tengah berlaga di ajang olimpiade saat ini. Perhatikan napas mereka. Bergitu kuat, bahkan kalau urban Mama dan urban Papa perhatikan, pernapasan mereka sangat menentukan performa atau tenaga yang dihasilkan. Kalau begitu, alangkah bergunanya jika kita mampu mengendalikan pola pernapasan kita, yang notabene terkait pada banyak aspek atau bahkan setiap saat dalam kehidupan kita.

Sudah benar kah pola pernapasan saya?
Coba urban Mama dan urban Papa rasakan benar-benar saat menarik napas lalu embuskan perlahan. Kemudian letakkan tangan di dada. Apakah dada bergerak naik-turun saat bernapas? Jika iya, berarti Anda bernapas dengan menggunakan otot yang tidak tepat. Napas dengan menggunakan otot dada tidak akan membuat oksigen sampai pada area paru-paru paling dalam, sehingga proses pembuangan racun melalui udara menjadi kurang efektif.

Nah… sekarang coba letakkan tangan di atas perut. Lalu bernapas. Apakah perut Anda bergerak saat bernapas? Pola pernapasan yang baik akan membuat perut mengembung dan mengempis. Artinya ada udara yang keluar-masuk sampai ke paru-paru paling dalam. Tulang kerangka (ribs) juga harus mengembang dan mengempis. Siapakah yang memiliki pola pernapasan paling baik? Coba tengok para buah hati kita. Perhatikan saat mereka tidur (dengan catatan: kondisi anak sedang sehat). Tulang rangka dan perut mereka akan mengembang dan mengempis dengan sangat baik dan teratur. Itulah salah satu faktor yang membuat tubuh mereka sangat lentur dan bebas dari kekakuan otot.

Sekarang coba kita berlatih bersama. Pada repetisi (pengulangan) pertama dan kedua, karena urban Mama Papa sambil membaca, kita lakukan dengan mata terbuka. Selanjutnya, lakukan dengan mata tertutup. Ini akan membantu otot-otot wajah yang kaku atau tegang akibat stress menjadi lebih rileks, serta menunjang pola pernapasan yang baik.

  • Letakkan tangan di perut. Tarik napas dari hidung, kembungkan perut. Lalu perlahan, embuskan perlahan dan kempiskan perut (boleh dari mulut ataupun hidung). Lakukan 5-8 kali.
  • Kemudian, tarik napas, lalu tahan selama kurang lebih 3 detik. Embuskan perlahan. Lakukan 5-8 kali.
  • Tarik napas, hembuskan setengah napas, tahan selama 3 detik. Embuskan sisa napas perlahan. Lakukan 5-8 kali.
  • Tarik napas, kali ini embuskan cepat seperti Anda hendak batuk. Kemudian hembuskan sisa napas perlahan. Lakukan 5-8 kali.
  • Lakukan lagi pola pernapasan pertama. Urban Mama Papa akan merasa lebih banyak udara yang dapat masuk.

Perlahan, buka mata. Apakah urban Mama Papa merasa ruangan tempat Anda berada lebih luas? Atau urban Mama Papa merasa ada energi lebih yang tiba-tiba muncul?

Nah.. karena itu, sesibuk apapun urban Mama Papa saat ini, berhentilah sejenak… dan bernapas. Akan selalu ada pemecahan dari semua persolan, dan dunia.. akan terasa lebih lapang.

Indah, bukan? :)

9 Comments

  1. hary
    hary augustina August 15, 2012 at 8:40 am

    wow. mesti di coba nih :)

    1. lisa namuri
      Lisa Namuri August 28, 2012 at 11:58 am

      langsung praktek ajaaa….

  2. August 15, 2012 at 12:40 pm

    Wah, mantab latihannya… Enak ya, badan juga jadi lebih segar & enteng. Tfs mom…

  3. eka
    Eka Wulandari Gobel August 17, 2012 at 10:56 am

    baca artikelnya jadi ikutan tarik napas buang napas :)
    mama lisa langsing sekaliii! *salah fokus*
    TFS ya :)

    1. lisa namuri
      Lisa Namuri August 28, 2012 at 11:57 am

      makanyaaa… yuuu napasnya dibenerin,, bisa meningkatkan metabolisme tubuh loh….

  4. Davincka
    Jihan Davincka August 27, 2012 at 12:38 pm

    Apa metode pernafasan ini sama dengan pernafasan pada latihan pilates, Mbak? Thanks before :)

    1. lisa namuri
      Lisa Namuri August 28, 2012 at 11:56 am

      Dear mba Jihan…pola pernapasan ini, berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya, adalah pola pernapasan natural yang harus kita lakukan setiap saat. Pilates yang saya ajarkan pada para client saya juga menggunakan pola pernapasan ini, begitu pula kalau saya mengajar yoga. Tetapi tidak semua instruktur berpendapat sama lohh.. silahkan saja dicoba, terasa nyaman tidak dengan pola pernapasan ini.. awalnya bisa agak pusing, karena tubuh akan kaget dengan asupan oksigen yang cukup banyak masuk secara tiba-tiba… tapi itu adalah respon yang wajar…

  5. erdina agustina
    Erdina Agustina October 15, 2012 at 10:29 am

    Mbak..itu forgan smith building bukan ya?

    1. lisa namuri
      Lisa Namuri October 24, 2012 at 11:32 am

      iya bener… itu forgan smith building di UQ.. hehe…

Post a Comment

You must be logged in to post a comment.