Dear all lovely bunda,
Saya mau berbagi cerita, semoga ada Bunda yg bisa memberikan advice dokter kandungan yg tepat untuk masalah yg saya alami.Kejadiannya baru saja beberapa minggu yg lalu.
Dibulan ke empat kami menikah, saya dinyatakan hamil, kami senang dan periksa ke dokter kandungan sesuai dengan jadwal, saya merasakan kehamilan yg hampir tidak merepotkan. Bahkan, saya pernah mengerjakan pekerjaan rumah selama bibi mudik, dan hampir tiap hari menyetir sendiri ke kantor, bahkan untuk sholatpun bisa saya lakukan dengan baik.
Sampai usia kandungan menginjak 30w, saya tes lab sesuai anjuran dokter (8jan'11), dan hasilnya sangat baik. Tidak ada masalah apa2, termasuk gula,kolesterol,hepatitis,leukosit,dll.
Dihari sabtu malam (15jan'11) badan saya panas, minggu saya opname, minggu siang panas lagi tapi hanya dua jam, selama minggu itu perut saya mengalami kontraksi, bahkan ketika badan tidak panas, hasil menunjukkan leukosit saya tinggi 16rb (batas normal 5-10rb). Diagnosa, badan saya terkena benda asing (virus/bakteri/infeksi). Saya dikasih obat penurun panas, dan antibiotik. Tapi di hari senin pagi, keluar flek (tidak banyak dan jarang keluarnya), senin siang panas lagi dan leukosit menunjukkan 24rb, kali ini panas saya lama dr jam11-4, jam 5 sore USG, detak jantung dan keselurahan bayi dinilai normal, jam 6 sore ketuban saya pecah.
Dokter nyatakan saya harus operasi malam itu juga. Saya operasi pukul 10mlm, ketuban sudah berwarna hijau. Alhamdulillah anak kami lahir dengan keadaan lemas, tidak menangis, dan sekujur tubuhnya keluar bintil2. Anak kami masuk ruang ICU bayi, dan perawatan intensive dokter anak,jantung, dan paru2.
Selasa pagi saya senang mendapat berita kalo anak kami saraf motoriknya berjalan dengan baik,dia bisa menarik sendiri selimut yg ada di badannya.Rabu pagi (19jan'11) sehabis adzan subuh, saya diberitahu suami saya kalo anak kami sudah meninggal. Betapa shocknya saya sebagai ibu yg sudah mengandungnya selama hampir 8bulan, saya belum sempat melihat dia sebentarpun, tapi tiba2 sudah dipanggil sang khalik. Shock,sedih,dan bingung yg sy alami. Kejadian itu begitu cepat bagi kami. Tapi suami dengan kuat membesarkan hati saya untuk sabar dan ikhlas.
Rabu sekitar jam 8 saya diperlihatkan anak kami, itulah pertama dan terakhir kalinya saya melihat,menggendong, dan menciumi anak kami "Timur Radja Sakalguna" sebelum dimakamkan.
Saat ini, insyaAllah saya sudah bisa sabar dan ikhlas untuk menerima pengalaman hidup yg telah Allah berikan kpd kami. Atas dukungan besar suami dan keluarga, saat ini saya berkonsentrasi ke pemulihan kondisi saya untuk persiapan kehamilan berikutnya. Kultur darah anak kami hasilnya menunjukkan adanya bakteri "Staphylococcus epidermidis", ada bunda yg tahu pastinya mengenai bakteri ini? dan mohon infonya dokter yg tepat untuk consul kesehatan kandungan, karena riwayat kehamilan yg spt ini, saya khawatir ada virus di badan sy yg mengganggu kehamilan berikutnya.
Terima Kasih bunda untuk perhatiannya.