Our Stories

Articles

Peran Ayah dalam Proses Belajar Anak

Peran Ayah dalam Proses Belajar Anak

Sejak punya anak, saya dan suami sepakat untuk terlibat bersama dalam mengurus dan membesarkan anak, meskipun secara kuantitas saya lebih banyak waktu bersama dan dekat dengan anak dibandingkan suami, karena ia setiap hari harus berangkat ke Jakarta untuk bekerja. Tidak pernah terbayang jika tidak ada Iyay ketika kami melewati bulan-bulan pertama setelah saya melahirkan.

Berdamai dengan Microtia

Berdamai dengan Microtia

“Dok, telinganya satu tidak ada.”
Melongo, tidak tahu harus berkata apa begitu mendengar kata-kata mertua. Rasanya ingin lari memeluk suami, tapi apa daya, dokter juga sedang sibuk mengeluarkan plasenta bayi yang masih tertinggal di rahim saya.

Mengajak Si Kecil ke Pameran Seni

Mengajak Si Kecil ke Pameran Seni

Saya dan suami suka sekali mengunjungi pameran seni dan desain, dan sekarang anak kami sudah pasti ikutan juga. Namun tidak sedikit orangtua yang khawatir saat ingin mengajak anaknya ke pameran, terutama kalau si kecil masih berusia di bawah 5 tahun. Kali ini saya punya sedikit tips untuk para mama-papa yang mungkin ingin membawa si kecil main ke pameran-pameran seni atau produk.

Bangga Berbahasa Indonesia

Bangga Berbahasa Indonesia

Beberapa waktu lalu, kita baru saja merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-71. Sebagai orang yang lahir dan besar di Indonesia, saya termasuk salah satu yang menyambut senang perayaan tersebut. Tentunya bukan hanya itu saja bentuk kita mencintai tanah air. Banyak cara dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mencintai dan bangga berbahasa Indonesia.

Rutinitas Sebelum Tidur

Rutinitas Sebelum Tidur

Saat punya anak pertama saya belum terlalu paham tentang pentingnya rutinitas sebelum tidur yang bisa membuat anak lebih nyaman dan tidur lebih pulas. Awalnya saya mengira ya memang bayi normalnya sering terbangun-bangun dan tidak bisa tidur lama. Akibatnya sampai sekarang O’ yang berusia 27 bulan agak sulit kalau disuruh tidur malam.

Ke Dokter Gigi, Siapa Takut?

Ke Dokter Gigi, Siapa Takut?

Pandangan ke dokter gigi itu menakutkan sepertinya memang sudah ada dari zaman dulu. Kalau ke dokter gigi, yang terbayang pasti sakit, alat-alat dokter gigi juga menyeramkan apalagi suara bornya terdengar ngilu di telinga. Hal-hal seperti itulah yang ingin saya ubah agar Azani tidak merasakan apa yang dulu saya ataupun sebagian orang rasakan saat hendak ke dokter gigi.

Full-Day School: Yay or Nay?

Full-Day School: Yay or Nay?

Beberapa hari yang lalu, orangtua sedang dibuat heboh oleh berita ide sistem belajar sehari penuh di sekolah (full-day school) yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy. Apakah sistem sekolah full-day ini sudah cocok diterapkan di Indonesia?

Long Distance Family Relationship with Kids

Long Distance Family Relationship with Kids

Awal tahun lalu, sudah hampir 7 bulan keluarga kami menjadi ‘long distance family’ karena suami saya bekerja di Singapura sedangkan saya dan Nayu berada di Jakarta.Kami pun memikirkan strategi bagaimana agar Nayu tetap bisa punya hubungan yang dekat dengan ayahnya walau ayahnya tidak sering berada di dekatnya.

Ciptakan Lingkungan Ramah ASI

Ciptakan Lingkungan Ramah ASI

Semoga lebih banyak lagi orang-orang sekitar busui yang selalu mendukung perjuangannya untuk memberikan ASI eksklusif. Saya percaya, lingkungan ramah busui akan membuatnya jauh lebih mudah memberikan ASI eksklusif untuk sang buah hati.

Mengelola Dana Sekolah Anak dengan Baik

Mengelola Dana Sekolah Anak dengan Baik

Saat sudah menikah dan mempunyai anak, otomatis salah satu dana yang dialokasikan adalah dana untuk biaya sekolah anak. Apalagi pasti urban mama papa ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak. Rasanya banyak hal yang dulunya penting misalnya model pakaian terbaru, gawai paling modern, atau hang out setiap malam minggu kini menjadi tidak terlalu mendesak lagi.

Page 1 of 3912345...102030...Last »