hi mamas...
berbagi pengalaman, aku baru aja melahirkan baby khansa tgl 30 maret kemarin dengan proses normal, lahir sehat dgn berat 4,1kg panjang 53cm, alhamdulillah.
perjuangannya lumayan lama dan pastinya penuh rasa.
sebenernya perkiraan dokter aku akan melahirkan tgl 26 maret, tapi tgl 26 maret itu blom ada tanda-tanda sama sekali, akhirnya kata dokter klo sampai tgl 2 april blom ada tanda-tanda juga terpaksa di induksi, klo induksi ga berhasil baru caesar (dari awal aku memutuskan utk melahirkan normal, dokterku juga dokter yg pro normal, apalagi dgn kondisiku dan bayiku yg memungkinkan utk normal, jadi caesar adalah jalan terakhir kata dokterku) tapi....tgl 28 maret akhirnya aku mulai merasa mules, tapi mulesnya masih bisa kuatasi, jd aku tenang aja, krn pingin cek keadaan bayi (mama khawatir krn ini kelahiran pertamaku) jd jam 1 pagi tgl 29 maret aku ke RS, ternyata tidak ada pembukaan, hasil rekam jantung bayiku normal, pulanglah kita, tapi pagi jam 10 aku flek, telfon ke dokter, kata dokternya ga usah ke RS, di liat aja apa mulesnya semakin deket, klo 10 menit sekali mules segera ke RS, aku rasakan mules itu sampai malam, waktu malam mules makin dekat per 10 menit dan rasa mulesnya mulai "penuh rasa" jam 12.30 aku ke RS, di cek ternyata sudah pembukaan kedua, sejak itu aku stay dikamar bersalin ditemani suami, mama dan sodara2ku, jam 4 pagi pembukaan 4, semakin lama rasa mulesnya semakin hebat dan selama mules aku terus mengeluarkan darah (proses melahirkan ku kembar darah kata orang) akhirnya jam 16.03 aku melahirkan khansa dengan normal, aku pendarahan (3 ember darahku) dan rahim kiriku ternyata tipis (menurut dokter genetik), jadi dokter meng-kuret-ku karena ari-ari tidak keluar juga, pendarahanku masih berlanjut sampai jam 2 malam tgl 31 maret, aku di oksigen dan diberi tambahan infus (2 infus) tapi tidak sampai di transfusi darah, alhamdulillah tgl 1 april sudah bisa pulang, agak perjuangan krn aku asi esklusif dimana harus menyusui sementara kondisiku masih keleyengan krn pendarahan, but it's ok, selama bayiku sehat, dia tidak kuning, tidak masuk inkubator, jantungnya pun normal, pru-parunya juga normal. pengalaman tak pernah terlupakan.